IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sementara itu, resistance berada di rentang 6.150-6.200, dan peluang rebound akan semakin terbuka apabila disertai masuknya aliran dana asing.

Senada, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih sejalan melalui proyeksi teknikal.

Ia mencatat dalam sepekan terakhir terjadi outflow investor asing di pasar reguler sebesar Rp4,36 triliun.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.667 triliun.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor yang masih berada di zona merah.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas sebagian pelemahannya, tetapi masih ditutup di zona merah pada akhir sesi I perdagangan Rabu (29/7/2026).

Pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), di tengah tekanan dari pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia.

Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG turun 37 poin atau 0,60% ke level 6.093,59.

Selama belum ada sentimen negatif baru, kami melihat pelemahan ini masih berada dalam fase konsolidasi yang wajar, bukan mencerminkan perubahan fundamental pasar secara keseluruhan,” katanya.

Baca: Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo Rp 9,3 T di MAPI

Untuk jangka pendek, ia memperkirakan IHSG masih bergerak konsolidatif melalui support di kisaran 6.050-6.080.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 754708, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260729121458-17-754708/ihsg-sempat-tembus-ke-bawah-6050-ke-mana-arah-selanjutnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 29 July 2026 12:40 Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026).

Sebanyak 184 saham menguat, 489 saham melemah, dan 292 saham bergerak stagnan.

Di sisi domestik, nilai tukar rupiah yang kembali ke level Rp18.000-an per dolar AS juga menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Meski demikian, Herditya masih mempertahankan proyeksi base case IHSG di level 7.000, sedangkan bear case berada di level 6.100, yang menunjukkan prospek jangka menengah pasar saham Indonesia dinilai masih relatif terjaga meskipun volatilitas jangka pendek meningkat.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260710104924-19-749737/video-jurus-mi-keruk-cuan-investasi-di-era-perang–gejolak-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749737?comscore=off”,”time”:577,”title”:”Video: Jurus MI Keruk Cuan Investasi di Era Perang – Gejolak Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/10/jurus-mi-keruk-opportunity-cuan-di-tengah-sentimen-perang-rupiah-melemah-inflasi-naik-1783655736393_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,17% ke Level 6.141

Sepanjang sesi I, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.174,41 dan terendah 6.029,32.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp16,84 triliun melalui volume perdagangan 25,95 miliar saham dalam 1,24 juta kali transaksi.

Dampak dari hal tersebut adalah memicu berkurangnya risk appetite terhadap aset berisiko. akibat Sektor properti memimpin koreksi dengan penurunan 4,27%, diikuti utilitas yang melemah 3,21%, konsumer non-primer turun 1,23%, industri melemah 0,87%, teknologi turun 0,65%, energi melemah 0,48%, konsumer primer turun 0,47%, kesehatan terkoreksi 0,39%, keuangan melemah 0,34%, serta bahan baku turun 0,10%.

Secara teknikal, IHSG juga masih berada di bawah Weighted Moving Average (WMA) 20 yang berada di kisaran 6.146, sementara indikator MACD menunjukkan momentum penguatan mulai melemah.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

“Dari eksternal, market sentiment masih cenderung berhati-hati menjelang sejumlah agenda global,

Jika level tersebut ditembus, indeks berpeluang menguji area 6.000.

Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang membebani sentimen pasar.

“Investor masih menanti hasil FOMC Meeting pada 29 Juli waktu setempat, di mana The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah Brent dan WTI kembali ke kisaran US$80 per barel setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menekan sentimen.

Dampak dari hal tersebut adalah mendorong aksi profit taking pada sejumlah saham yang sebelumnya telah menguat,” ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Menurut Elandry, tekanan jual pada sesi I masih lebih dominan dibandingkan minat beli, meski aktivitas transaksi belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

“Hal ini mengindikasikan investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio sambil menunggu katalis baru. akibat Dari domestik, pasar juga sedang mencerna rilis kinerja Semester I-2026 yang hasilnya bervariasi,

IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

Analisis mendalam tentang IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *