Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pelemahan juga terjadi pada sektor bahan baku (-2,28%), konsumer siklikal (-2,18%), industri (-1,47%), energi (-1,39%), teknologi (-1,39%), keuangan (-0,91%), konsumer non-primer (-0,85%), serta kesehatan (-0,66%).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Dari sisi saham penggerak indeks, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pemberat utama IHSG melalui kontribusi negatif 8,56 poin.

(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hingga pertengahan sesi I perdagangan, Rabu (29/7/2026), di tengah pelemahan mayoritas sektor, terutama saham-saham properti dan utilitas, serta tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Hingga pukul 10.15 WIB, IHSG turun 92,78 poin atau 1,51% ke level 6.037,81.

Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 754671, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260729103542-17-754671/penyebab-tiba-tiba-ihsg-anjlok-15’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 29 July 2026 10:42 Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp14,41 triliun melalui volume perdagangan 20,72 miliar saham dalam 891 ribu kali transaksi.

Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021).

Dampak dari hal tersebut adalah investor cenderung membatasi pengambilan risiko di pasar saham.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260710104924-19-749737/video-jurus-mi-keruk-cuan-investasi-di-era-perang–gejolak-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749737?comscore=off”,”time”:577,”title”:”Video: Jurus MI Keruk Cuan Investasi di Era Perang – Gejolak Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/10/jurus-mi-keruk-opportunity-cuan-di-tengah-sentimen-perang-rupiah-melemah-inflasi-naik-1783655736393_169.png”}]’); Next Article IHSG Lanjutkan Reli, Melesat 1,41% ke Level 6.319 akibat Di belakangnya terdapat PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang memangkas indeks 8,30 poin, disusul PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 7,27 poin dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sebesar 6,20 poin.

Tekanan juga datang dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turut menyeret laju indeks.

Baca: Laba PGEO Sentuh US$79,62 Juta di Semester I-2026

Di sisi lain, penguatan IHSG tertahan oleh kontribusi positif yang relatif terbatas dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Pelaku pasar juga masih mengambil posisi hati-hati menjelang pengumuman hasil rapat Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan dini hari nanti waktu Indonesia.

Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan kembali mempertahankan suku bunga acuannya,

Sebanyak 573 saham melemah, 124 saham menguat, dan 268 saham bergerak stagnan.

Tekanan terbesar datang dari sektor properti dan utilitas, yang masing-masing ambles 4,88%.

Analisis mendalam tentang Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *