Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 754682, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260729110632-17-754682/adcp-terlambat-serah-terima-unit-manajemen-buka-suara’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 29 July 2026 11:50 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Hingga saat ini, sebanyak 5.392 unit telah terjual.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.
“Sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, ADCP tidak hanya bertumpu pada penjualan unit hunian, tetapi telah mengembangkan dan mengoperasikan
aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income),” jelasnya.
ADCP telah menyelesaikan pengembangan gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur seluas 12.546 m2 , serta mengoperasikan sejumlah area komersial di berbagai kawasan TOD, antara lain Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260708101715-19-749069/video-purbaya-guyur-rp-400-triliun-saham-perbankan-ngacir”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749069?comscore=off”,”time”:359,”title”:”Video: Purbaya Guyur Rp 400 Triliun, Saham Perbankan "Ngacir"?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/08/purbaya-guyur-rp-400-triliun-ke-perbankan-saham-perbankan-ekonomi-ri-ngacir-1783481268601_169.png”}]’); Next Article Tiga Direktur Merdeka Copper (MDKA) Kompak Mundur
(ADHI) menyampaikan penjelasan terkait keterlambatan serah terima unit yang dilakukan oleh anak usahanya yang bergerak di bidang pengembangan properti melalui konsep Transit Oriented Development (TOD), yaitu PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).
“ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit,” tulis manajemen melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/7/2026).
Manajemen mengaku, saat ini, ADCP menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian proyek.
Sementara sisanya proyek yang masih dalam tahap pembangunan (under construction).
Dari keseluruhan proyek tersebut, terdapat total 9.839 unit hunian.
Dampak dari hal tersebut adalah berdampak pada penerimaan kas dan kemampuan pendanaan penyelesaian proyek.
Sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi hak konsumen, ADCP telah menawarkan beberapa alternatif penyelesaian, antara lain relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit ready stock yang tersedia.
Baca: Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo Rp 9,3 T di MAPI
Selain itu, ADCP juga sedang menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis guna mendukung percepatan penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap.
Hingga saat ini, ADCP memiliki 13 proyek on hand yang terdiri atas 6 proyek yang telah selesai dan beroperasi meliputi 4 apartemen, 1 landed, 1 office tower). akibat Pipeline business yang berbasis pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), mengharuskan korporasi untuk menyediakan kawasan lahan disekitar area stasiun transportasi umum seperti Commuter Line, LRT, dan BRT termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Sementara itu, pengembangan hunian dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan.
Di sisi lain, lanjutnya, kondisi pasar properti dalam beberapa tahun terakhir yang belum sepenuhnya pulih turut mempengaruhi tingkat penjualan produk,
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Analisis mendalam tentang ADCP Terlambat Serah Terima Unit, Manajemen Buka Suara akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
