Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Geger Nelayan Cirebon Temukan Harta Karun Rp 720 Miliar Saat Mancing yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Hal ini dibuktikan melalui adanya rekonstruksi arkeolog yang membandingkan antara temuan keramik di Cirebon dengan di Sumatera Selatan (Sumsel).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Hasilnya menunjukkan temuan keramik di Cirebon sama seperti temuan keramik di Kesultanan Palembang.
Namun Sebuah kejadian luar biasa dialami oleh seorang nelayan asal Cirebon saat tengah memancing di perairan Laut Jawa.
Pada waktu sezaman, saat Dinasti Tang memperdagangkan keramik, Kerajaan Sriwijaya sedang mencapai puncak kejayaan, Aktivitas ekonominya terbilang tinggi bahkan diyakini sudah menjangkau China.
Tak heran, di sana juga terdapat temuan-temuan serupa yang bisa menyingkap tabir temuan harta karun di Cirebon.
Dia berhenti tepat di jarak 70 Km dari pesisir pantai dan di atas kedalaman 50 meter.
Diketahui, seluruh temuan keramik berasal dari China, tepatnya era Dinasti Tang sekitar abad ke-9 sampai ke-10 Masehi.
Kala itu, China era Dinasti Tang menjadikan keramik sebagai komoditas serupa ‘harta karun’ bernilai tinggi.
Dari sini diketahui di titik temuan nelayan terdapat harta karun melimpah yang berasal dari kapal karam melalui total sangat fantastis.
“Kapal karam di Cirebon terdapat 314.171 keramik yang terdiri dari porselen, piring, mangkuk, dan sebagainya,” tulis peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional, Eka Asih dalam “Keramik Muatan Kapal Karam Cirebon” (2016).
Secara spesifik, peneliti Michael S.
Saat dibuka dugaan nelayan terbukti.
Isi jaring bukan hanya ikan, tapi juga ada keramik yang tersangkut.
Negeri Tirai Bambu banyak melakukan pengiriman melalui kapal laut ke India sebagai salah satu pusat perdagangan dunia.
Biasanya rute melewati Laut China Selatan, Selat Malaka, dan Samudera Hindia.
Jakarta, CNBC Indonesia – Biasanya orang membawa pulang ikan saat memancing.
CNBC Insight Geger Nelayan Cirebon Temukan Harta Karun Rp 720 Miliar Saat Mancing Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 753876, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260726161405-17-753876/geger-nelayan-cirebon-temukan-harta-karun-rp-720-miliar-saat-mancing’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 26 July 2026 19:00 Foto: Ilustrasi nelayan.
Maka, sesampainya di daratan, dia menindaklanjuti asal-usul keramik tersebut.
Situs berita Detik.com (3 April 2012), mewartakan seluruh temuan tersebut ditaksir mencapai Rp 720 Miliar.
Pilihan Redaksi
- Jepang Temukan ‘Harta Karun’ di Dasar Laut, China Bisa Ketar-ketir
- China Temukan Harta Karun Raksasa di Dekat RI, Nilainya Tak Main-Main
Harta Karun China di Laut RI?
Terlepas dari seberapa fantastis, temuan nelayan kelak menjadi penemuan harta karun arkeologi bawah laut terbesar pada awal abad ke-21.
Berita penemuan keramik pun tersebar.
Temukan Harta Karun yang Tak Terduga Sebelumnya
Singkat cerita, temuan nelayan diduga kuat bukan keramik biasa tapi kepingan dari harta karun melimpah.
Tapi, kapal angkut yang tenggelam di perairan Cirebon itu bukan spesifik berasal dari Arab atau China.
Mengacu pada riset Eka Asih, kapal berasal dari wilayah Nusantara atau Indonesia sendiri.
Hanya saja, pengangkatan kali ini terasa berbeda.
Nelayan tersebut merasa jaringnya lebih berat dibanding biasanya.
Alih-alih hanya membawa pulang hasil tangkapan laut seperti biasanya, ia justru menemukan benda berharga yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Pada suatu pagi di 2003, nelayan yang tak disebutkan namanya sedang memancing ikan di Laut Jawa seperti biasa.
Krzemnick, dkk, dalam “Radiocarbon Age Dating of 1,000-Year-Old Pearls from the Cirebon Shipwreck” (2017), menyebut, di kapal karam tersebut terdapat 12.000 mutiara bernilai tinggi, ribuan permata dan emas.
Dari sini diketahui, kapal tersebut diklaim mengangkut keramik China yang diperdagangkan di Sumsel menuju Pantai Utara Jawa di bagian Timur.
Dengan sekuat tenaga, dia tetap mengangkat jaring hingga masuk ke lambung kapal.
Dampak dari hal tersebut adalah dia pun percaya diri tangkapannya bakal melimpah.
Maka, dia pun melepas jaring dan membiarkan benda itu menjerat banyak ikan. akibat Di sana memang lokasi ikan lalu-lalang,
Pixabay)
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Setelahnya, dilakukan proyek pencarian oleh perusahaan swasta atas izin pemerintah.
Usai menunggu lama, si nelayan yakin tangkapan sudah cukup.
Sayang, di perairan Cirebon, kapal tersebut karam bersama ribuan harta karun yang dibawa.
Semua itu lantas tenggelam begitu saja di dasar laut sampai akhirnya ditemukan oleh nelayan pada 2003.
Kini, peristiwa harta karun itu dikenal sejarah sebagai Cirebon Wreck.
(fab/fab) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260723090437-19-753147/video-bos-perusahaan-efek-yakin-ri-pertahankan-posisi-emerging-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/753147?comscore=off”,”time”:455,”title”:”Video: Bos Perusahaan Efek Yakin RI Pertahankan Posisi Emerging Market”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/23/bos-perusahaan-efek-yakin-ri-bisa-pertahankan-posisi-emerging-market-1784772692044_169.png”}]’); Next Article Iseng Baca Arsip, Bule Ini Dapat 100 Batang Emas di Laut RI
Analisis mendalam tentang Geger Nelayan Cirebon Temukan Harta Karun Rp 720 Miliar Saat Mancing akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
