Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS dan Harga Minyak

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS dan Harga Minyak yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah investor mencermati kondisi pasokan dan permintaan di pasar obligasi.

Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat naik ke level tertinggi sesi di 4,857%, yang merupakan level tertinggi sejak November 2023. yang mengakibatkan Namun, langkah tersebut justru diikuti kenaikan yield Treasury AS

Data tersebut mencakup klaim awal tunjangan pengangguran mingguan serta penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) untuk Agustus.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260904154628-19-765037/video-serangan-as-bikin-harga-minyak-naik-apa-efeknya-ke-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/765037?comscore=off”,”time”:442,”title”:”Video: Serangan AS Bikin Harga Minyak Naik, Apa Efeknya ke Rupiah?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/04/serangan-as-ke-iran-bikin-harga-minyak-naik-lagi-apa-risikonya-ke-rupiah-ihsg-1788512509315_169.png”}]’); Next Article Wall Street Ambruk, Jurus Menkeu AS Redam Utang Gagal Total?

Departemen Keuangan AS sebelumnya mengatakan akan membeli kembali surat utang jangka panjang hingga US$6 miliar, atau sekitar tiga kali lipat dari jumlah biasanya.

Kurang dari sebulan sebelumnya, Departemen Keuangan AS juga telah menyatakan akan meningkatkan ukuran pembelian kembali surat utang pemerintah lebih dari dua kali lipat.

Harga minyak Brent melonjak 3,4% menjadi US$101,21 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,3% menjadi US$96,05 per barel.

Kedua harga acuan minyak tersebut mencatat level penutupan tertinggi sejak Mei.

(Tangkapan Layar Reuters/) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026), seiring tekanan dari kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak mentah.

Melansir CNBC, Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,62%, Kospi Korea Selatan melemah 0,24%, sementara indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 1,36%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: RANS Ganti Jajaran Direksi 2 Bulan Pasca IPO, Gelar RUPSLB Hari Ini

Tekanan terhadap pasar saham Asia terjadi setelah yield Treasury AS kembali meningkat dan membebani pasar saham Wall Street.

Data pertama adalah producer price index (PPI) Agustus yang mengukur inflasi di tingkat grosir dan akan dirilis pada Kamis pagi waktu AS.

Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan PPI Agustus naik 0,3% secara bulanan dan meningkat 5,3% secara tahunan.

Data tersebut akan menjadi salah satu indikator yang dicermati investor untuk menilai arah tekanan inflasi di AS.

Sementara itu, data consumer price index (CPI) atau inflasi konsumen Agustus akan dirilis pada Jumat waktu AS.

Konsensus Dow Jones memperkirakan CPI meningkat 0,4% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan.

Selain data inflasi, investor juga akan mencermati sejumlah indikator ekonomi AS lainnya yang dirilis pada Kamis.

Faktor penyebabnya adalah kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mempersulit prospek pelonggaran kebijakan moneter.

Kenaikan harga minyak terjadi ketika pelaku pasar mengalihkan perhatian ke dua laporan inflasi penting AS yang akan dirilis pekan ini. yang mengakibatkan Lonjakan harga minyak menjadi perhatian investor

Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS & Harga Minyak Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 766778, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260910083819-17-766778/bursa-asia-masuk-zona-merah-tertekan-obligasi-as-harga-minyak’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 10 September 2026 08:39 Foto: Korea Composite Stock Price Index (KOSPI).

Faktor penyebabnya adalah investor kembali mempertimbangkan prospek inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Sentimen pasar juga tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. yang mengakibatkan Kenaikan yield tersebut meningkatkan tekanan terhadap saham, terutama

Analisis mendalam tentang Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS dan Harga Minyak akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *