Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Tujuannya sederhana, yakni mengajak masyarakat melepas simpanan dolar AS demi membantu penguatan rupiah sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi nasional.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Gerakan Cinta Rupiah (Getar) yang dipelopori Ny.
Di tengah aksi tersebut, Tutut juga diketahui kembali menambah kontribusinya melalui menyerahkan 2 kilogram emas miliknya kepada pemerintah.
Meski begitu, gerakan tersebut mulai dikritik hanya beberapa minggu kemudian.
Menurut Berita Yudha (13 Januari 1998), pengusaha Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing tercatat melepas US$100 ribu.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan bukan hanya untuk membantu menguatkan rupiah, tetapi juga meningkatkan rasa cinta terhadap Indonesia.
Tak lama setelah diinisiasi Tutut, sejumlah pejabat negara ikut melakukan hal serupa.
Kondisi ini dipicu gejolak mata uang baht Thailand pada pertengahan 1997 yang kemudian merambat ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.
Di tengah situasi tersebut, Tutut Soeharto pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar).
Sebab, dana yang terkumpul disebut tak lebih dari US$5 juta alias jauh dari kebutuhan Indonesia untuk menghadapi krisis yang mencapai miliaran dolar AS.
“Ini tak akan menyelesaikan masalah,” ungkap pengusaha Fahmi Idris, dikutip Bali Post (1 Februari 1998).
Kritik tersebut kemudian terbukti.
Dalam pemberitaan Bali Post (13 Januari 1998), beberapa anggota MPR tercatat mendatangi bank untuk menukar dolar AS mereka ke rupiah.
[…] Susilo Bambang Yudhoyono menukar US$1.300,” ungkap Bali Post (13 Januari 1998).
Selain anggota parlemen, sejumlah pejabat ekonomi juga ikut melepas kepemilikan dolar AS mereka.
Sejumlah pengamat menilai Gerakan Cinta Rupiah tidak akan cukup kuat menahan tekanan pasar.
Pada Mei 1998, krisis ekonomi berubah menjadi krisis sosial dan politik yang memicu kerusuhan besar di berbagai daerah.
Tak lama setelah itu, tepat pada 21 Mei 1998, Soeharto resmi mengundurkan diri setelah lebih dari 32 tahun berkuasa.
(fab/fab) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260724102920-19-753511/video-ihsg-terkoreksi-hingga-2-rupiah-lesu-lawan-dolar-as”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/753511?comscore=off”,”time”:386,”title”:”Video: IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/24/ihsg-terkoreksi-hingga-2-rupiah-lesu-lawan-dolar-as-1784864821502_169.png”}]’); Next Article Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah
Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad, Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono, hingga tokoh lain disebut ikut berpartisipasi.
Dari aksi tersebut, dana yang terkumpul di Gedung Bank Indonesia mencapai sekitar US$650 ribu.
Pilihan Redaksi
- Dolar Menggila di Asia: Rupiah Melemah, Yen Berdarah-darah, Won Pesta
- Pejabat RI Jadi Sopir Truk Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan
Kalangan pengusaha pun ikut ambil bagian.
Β
Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bahkan sempat menyentuh Rp 18.000.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Ada kisah menarik saat pelemahan rupiah di tahun 1998 lalu.
CNBC Insight Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 753860, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260726153717-17-753860/saat-anak-presiden-ajak-warga-buang-dolar-demi-selamatkan-rupiah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 26 July 2026 17:15 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah diΒ Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Β
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Salah satu nama yang ikut melakukan aksi tersebut adalah sosok Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjadi anggota MPR Fraksi ABRI.
“Di antara rombongan itu (red, yang menukar dolar AS) tampak ketua Panitia Ad Hoc MPR, Hartono, Wakil Ketua Susilo Bambang Yudhoyono.
Ini menjadikannya sebagai individu terbesar yang melepas kepemilikan dolar di Indonesia.
Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut benar-benar menggetarkan,” tulis koran Bali Post (16 Januari 1998).
Tutut sendiri memberi contoh langsung.
Sementara pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono berada di posisi berikutnya.
“Rangking kedua diduduki pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono yang melepas US$ 50.100 dan merelakan 1 Kg emas miliknya kepada pemerintah,” ungkap Berita Yudha (13 Januari 1998).
Seiring berjalannya waktu, Gerakan Cinta Rupiah mulai meluas dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan profesi.
Dia tercatat melepas US$50 ribu milik pribadinya untuk ditukar ke rupiah.
Saat itu anak sulung Presiden ke-2 RI Soeharto Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto berupaya menggagas gerakan khusus demi memperkuat rupiah di tengah krisis moneter.
Wanita yang akrab disapa Tutut ini menggagas gerakan untuk mendorong rupiah.
Nilai tukar rupiah terus melemah dalam bulan-bulan berikutnya dan membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam.
Kala itu, Indonesia memang sedang berada dalam situasi sulit.
Menurut catatan Jan Luiten van Zanden dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), nilai tukar rupiah jatuh drastis dari semula stabil di kisaran Rp2.000 per dolar AS merosot hingga sekitar Rp10.000-12.000 per dolar AS.
Analisis mendalam tentang Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
