Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada ASII hingga SGER yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Indeks Dow Jones turun 1,87% ke level 49.918, S&P 500 terkoreksi 1,62% menjadi 7.266, sementara Nasdaq melemah 1,98% ke posisi 25.169.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Pelaku pasar saat ini mencermati efektivitas berbagai langkah pemerintah dalam menjaga penguatan rupiah serta menanti rilis data penjualan ritel Indonesia yang diperkirakan menjadi sentimen berikutnya bagi pasar.
Sementara itu, indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing menguat 4,48% dan 5,04%.
Dari sisi korporasi, PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) menargetkan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun pada 2026 atau meningkat 12,09% dibandingkan target tahun 2025 sebesar Rp1,24 triliun.
IMR AH selaku pemegang saham pengendali akan melakukan penyetoran modal atas 168,58 miliar saham baru dalam bentuk inbreng berupa 10.780 saham seri A BP atau setara 49% kepemilikan di Borneo Prima.
Seluruh agenda tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
-
ASII – Buy 4650-4670 | TP 4750-4840 | SL 4400
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
TLKM – Buy 2760-2780 | TP 2850-2900 | SL 2620
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
IMPC – Buy 1540-1555 | TP 1595-1625 | SL 1450
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
MBMA – Buy 464-468 | TP 478-486 | SL 438
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
SGER – Buy 342-346 | TP 356-364 | SL 328
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Dengan demikian, dana yang berpotensi dihimpun mencapai Rp27,65 triliun apabila seluruh saham baru terserap.
Sekitar 76,81% dana hasil aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mengakuisisi 49% saham Borneo Prima (BP) milik IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH) senilai Rp21,24 triliun melalui penyertaan modal dalam bentuk inbreng.
Dari sisi sektoral, seluruh sektor berhasil ditutup di zona hijau, melalui sektor transportasi memimpin kenaikan sebesar 4,51%.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah.
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada ASII hingga SGER Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 741869, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260611081621-17-741869/rekomendasi-saham-hari-ini-ada-asii-hingga-sger’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); CNBC Indonesia 11 June 2026 08:45 Mega Capital Sekuritas PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 melalui layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta, CNBCΒ IndonesiaΒ β Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,71% ke level 5.902,38 pada perdagangan Rabu (10/6).Β
Penguatan indeks terutama ditopang oleh saham BBCA yang naik 9,71%, TLKM menguat 7,25%, serta BBRI yang bertambah 3,23%.
Sementara total ekuitas diproyeksikan turun menjadi Rp285,12 triliun dari Rp293,12 triliun.
Di sisi lain, aksi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan laba per saham (EPS) dari Rp146 menjadi Rp149 seiring berkurangnya jumlah saham beredar.
Adapun sisa dana akan digunakan sebagai pinjaman kepada BP untuk mendukung kebutuhan modal kerja operasional pertambangan serta aktivitas produksi.
Sejalan melalui aksi tersebut, FORU juga berencana mengubah kegiatan usaha dari bidang media dan percetakan menjadi perusahaan holding.
Jumlah saham yang dibeli kembali dibatasi maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor, melalui porsi saham beredar di publik (free float) tetap dijaga di atas ketentuan minimum sebesar 15%.
Rencana buyback tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 17 Juli 2026.
Sebaliknya, saham SMMA terkoreksi 10,42%, disusul EMAS yang turun 4,05% dan AMMN melemah 2,93%.
Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp2,93 triliun di pasar reguler dan Rp3,13 triliun di seluruh pasar.
Jika memperoleh persetujuan pemegang saham, pelaksanaannya diperkirakan berlangsung pada 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027.
Sementara itu, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) berencana melaksanakan Penambahan Modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) melalui penerbitan 219,48 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.
Di tengah masih berlanjutnya arus dana asing keluar, respons pasar terhadap kedua faktor tersebut diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google Next Article Rekomendasi Saham Hari Ini: PTBA, ASII hingga MYOR Layak Dicermati
Target tersebut ditopang oleh rencana pengolahan tandan buah segar (TBS) sebanyak 336.400 ton sepanjang tahun depan.
Perseroan memperkirakan produksi crude palm oil (CPO) mencapai 73.292 ton dan produksi palm kernel (PK) sebesar 15.031 ton hingga akhir 2026.
Posisi kas ASII pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp49,05 triliun, dibandingkan Rp52,62 triliun pada akhir 2025.
Apabila seluruh dana buyback terealisasi, total aset perseroan diperkirakan menjadi Rp509,80 triliun dari sebelumnya Rp517,80 triliun.
Manajemen menggunakan asumsi harga jual rata-rata CPO sebesar Rp14.750 per kilogram, sementara hingga Mei 2026 harga jual rata-rata CPO masih tercatat di atas Rp15.000 per kilogram.
Secara teknikal, saham MKTR masih bergerak dalam fase konsolidasi melalui peluang menguji area Rp130.
Baca: IHSG Ngegas 2,7%, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini
Selanjutnya ada PT Astra International Tbk (ASII) berencana melaksanakan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun yang seluruhnya akan berasal dari kas internal perseroan.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai melalui profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.
Analisis mendalam tentang Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada ASII hingga SGER akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
