IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak Panik Meski Perry Mundur dari BI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak Panik Meski Perry Mundur dari BI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dari sisi saham, pelemahan IHSG juga bukan dipicu oleh tekanan yang merata.

Sektor keuangan menguat 0,38%, menjadi sektor melalui kenaikan terbesar dan diikuti sektor konsumer non-primer yang menguat 0,17%.

Sebaliknya, tekanan lebih banyak berasal dari saham-saham utilitas dan properti.

Padahal, di tengah perdagangan indeks sempat anjlok hingga menyentuh 6.144,27, sebelum akhirnya memangkas sebagian besar pelemahan dan kembali mendekati level psikologis 6.200 pada penutupan.

Kemudian diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp71,46 miliar, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp41,82 miliar, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp38,52 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp29,88 miliar.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260727131848-19-754104/video-gubernur-bi-mundur-jadi-perhatian-pasar-ihsg-rupiah-lesu”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/754104?comscore=off”,”time”:444,”title”:”Video: Gubernur BI Mundur Jadi Perhatian Pasar, IHSG & Rupiah Lesu”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/27/gubernur-bi-mundur-jadi-perhatian-investor-ihsg-lesu-rupiah-melemah-1785140428482_169.png”}]’); Next Article IHSG Dibuka Menguat 0,36%, Pasar Tunggu Putusan BI Pekan Ini

Investor cenderung memilih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter berikutnya setelah pemerintah menunjuk Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas Gubernur BI.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Hal tersebut tercermin dari aktivitas perdagangan yang relatif turun.

Sektor utilitas menjadi pemberat utama melalui koreksi 1,88%, disusul sektor properti 0,77%, kesehatan dan industri masing-masing 0,45%, serta energi 0,31%.

Baca: Prabowo Panggil Purbaya, Bos OJK, LPS & Gubernur BI Baru, Bahas Ini!

Di sisi atas, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian 6.219,42.

Kemampuan IHSG memangkas tekanan menunjukkan pelaku pasar belum melakukan aksi jual besar-besaran meski dikejutkan kabar mundurnya Perry Warjiyo pagi tadi.

Nilai beli asing mencapai Rp2,17 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp2,47 triliun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net sell asing terbesar, yakni Rp135,65 miliar.

Faktor penyebabnya adalah 318 saham menguat, 360 saham melemah, sementara 287 saham stagnan.

Menariknya, mengutip Refinitiv, sektor yang paling sensitif terhadap kebijakan Bank Indonesia justru menjadi penopang pasar. yang mengakibatkan Pun tekanan terhadap IHSG  juga tidak merata

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi kontributor negatif terbesar terhadap indeks melalui memangkas 5,21 poin, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 3,49 poin, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 3,11 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 2,76 poin, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 2,49 poin.

Di sisi lain, penguatan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil menjadi penopang utama IHSG dengan kontribusi 5,33 poin, disusul PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 2,30 poin, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar 1,74 poin, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebesar 1,57 poin, serta PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 1,36 poin.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar menunjukkan bahwa kabar pengunduran diri Perry Warjiyo memang sempat memicu volatilitas intraday.

Nilai transaksi mencapai Rp12,09 triliun melalui volume 25,92 miliar saham dalam 1,79 juta transaksi.

IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak Panik Meski Perry Mundur dari BI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 754190, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260727155331-17-754190/ihsg-pangkas-koreksi-pasar-tak-panik-meski-perry-mundur-dari-bi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 27 July 2026 16:30 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil meredam sentimen negatif dari pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Namun, hingga penutupan perdagangan, sentimen tersebut belum berkembang menjadi aksi panic selling

Sementara itu, investor asing membukukan net foreign sell Rp293,41 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi 1.

Meski sempat bergejolak sepanjang perdagangan, indeks akhirnya hanya ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (27/7/2026).

IHSG berakhir di level 6.185,78, turun 10,65 poin atau 0,17%.

Analisis mendalam tentang IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak Panik Meski Perry Mundur dari BI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *