Bikin Warga Sengsara, Mayat Pejabat Ini Dibiarkan di Tengah Jalan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bikin Warga Sengsara, Mayat Pejabat Ini Dibiarkan di Tengah Jalan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(CNBC INDONESIA/ANDREAN KRISTIANTO)

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejarah masa kolonial menyimpan beragam kisah, termasuk tentang kebijakan para pejabat yang menuai kritik.

  • Bagaimana Dunia Islam Menemukan Kopi & Menaklukkan Dunia?

    Meski tak sepopuler para Gubernur Jenderal VOC, dia menduduki posisi penting sebagai kepala lembaga Boedelkalmer.

    Namun, ketika Qiu meninggal pada Juli 1721, kesempatan untuk melampiaskan kekesalan akhirnya datang.

    Peti mati khusus jenazah COVID-19 tersebut dilapisi alumunium plastik di semua sisi untuk mencegah penyebarannya.

    Lembaga ini bertugas mengurus harta peninggalan orang-orang Tionghoa di Batavia (kini Jakarta).

    Pilihan Redaksi

    • Heboh Trump Acuhkan Sekutu Arab, Sudah Tahu Ditarget Iran tapi…

      Selain itu, dia juga berwenang mengurus ahli waris maupun peninggalan yang ditinggalkan di Jakarta.

      Sejarawan Leonard Blusse dalam The Chinese Annals of Batavia (2018) menulis, sejak menjabat pada 1715, Qiu kerap membuat rakyat sengsara lewat kebijakan-kebijakan pajaknya.

      Bila menolak membayar, ancamannya adalah denda 25 gulden atau hukuman penjara.

      Meski tercekik, warga hanya bisa patuh pada aturan itu jika tidak ingin mendapat konsekuensi penjara.

      Sebagai catatan, pada era VOC memang orang-orang Tionghoa jadi kelompok yang paling sering diperas pajak untuk hal-hal pribadi.

      Benny G.

      Pada akhirnya, mereka terpaksa menyewa warga lokal untuk mengusung peti Qiu ke liang lahat.

      Berbagai bujukan agar warga mau mengantar jasadnya ditolak mentah-mentah.

      Lazimnya, pejabat atau tokoh terkenal diantar melalui hormat ke pemakaman.

      Bisa dibayangkan, rakyat yang sedang dilanda duka tetap diperas oleh pemerintah lewat pembelian sertifikat kematian.

      Tak heran bila masyarakat, khususnya warga Tionghoa, memendam rasa benci pada Qiu.

      Bahkan setelah meninggal dan jasadnya terbaring di dalam peti, tidak ada satu pun orang yang bersedia mengantarkannya.

      googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

      Lantas bagaimana kisahnya?

      Dia adalah Qiu Zuguan.

      Beban serupa juga terjadi ketika seseorang meninggal.

      Hampir semua aktivitas dikenakan pajak atau pungutan.

      Salah satunya adalah pernikahan.

      Faktor penyebabnya adalah tidak ada orang mau mengangkatnya sampai kuburan,” tulis Leonard Blusse.

      Keluarganya pun kebingungan. yang mengakibatkan Tak seorang pun mau mengangkat petinya.

      “Alhasil, peti mati berisi jasad Qiu diletakkan begitu saja di tengah jalan

      Keluarga harus membayar pungutan berdalih sertifikat kematian, meskipun sedang berduka.

      Meski sudah terkubur, kenangan pahit akibat kebijakan menyengsarakan Qiu tetap melekat kuat di ingatan rakyat.

      (fab/fab) Add as a preferred
      source on Google [Gambas:Video CNBC]
      var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260317170823-19-719962/belajar-dari-sejarah-berikut-proyeksi-pivot-point-penurunan-ihsg”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/719962?comscore=off”,”time”:850,”title”:”Belajar dari Sejarah Berikut Proyeksi Pivot Point Penurunan IHSG”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/17/cnbc-indonesia-tv-1773745046230_169.png”}]’); Next Article Pejabat Cekik Rakyat Lewat Pajak, Mayatnya Dibiarkan di Jalan

      Faktor penyebabnya adalah kerap mengambil keputusan yang tidak berpihak kepada rakyat.

      Akibat kebijakan-kebijakannya itu, ia dibenci masyarakat hingga akhir hayatnya. yang mengakibatkan Salah satunya adalah cerita mengenai seorang pejabat VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang dikenal kontroversial

      Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik (2008) menyebut mereka bahkan dikenakan pajak kepala dan kuku.

      Warga Tionghoa yang hendak menggelar upacara pernikahan wajib membayar pajak.

    Pada masa itu, banyak warga Tionghoa yang kembali ke negeri asal sambil membawa aset mereka.

    CNBC Insight Bikin Warga Sengsara, Mayat Pejabat Ini Dibiarkan di Tengah Jalan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 720030, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260318004853-17-720030/bikin-warga-sengsara-mayat-pejabat-ini-dibiarkan-di-tengah-jalan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 18 March 2026 07:45 Foto: Pekerja memproduksi peti khusus jenazah COVID-19 di Kawasan Ciater, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (14/4/2020).

    Analisis mendalam tentang Bikin Warga Sengsara, Mayat Pejabat Ini Dibiarkan di Tengah Jalan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

    📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

    Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

  • By

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *