Porsi SRBI Makin Susut, Kini Sisa Rp831,55 Triliun

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Porsi SRBI Makin Susut, Kini Sisa Rp831,55 Triliun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dampak dari hal tersebut adalah dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter,” tutur Perry.

(ras/mij) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260310132207-19-717692/video-bi-tetapkan-obligasi-smf-jadi-underlying-asset-transaksi-repo”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/717692?comscore=off”,”time”:59,”title”:”Video: BI Tetapkan Obligasi SMF Jadi Underlying Asset Transaksi Repo”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/10/bi-tetapkan-obligasi-smf-bisa-jadi-underlying-asset-transaksi-repo-1773127675468_169.png”}]’); Next Article Bos BI Ungkap Efek Rp200 T, Likuditas Longgar Tapi Bunga Bank Tinggi akibat (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia – Penguatan kebijakan moneter Bank Indonesia terus ditempuh untuk makin memperkuat stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan salah satu caranya adalah dengan ekspansi likuiditas rupiah melalui penurunan posisi instrumen SRBI.

“Penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp831,55 triliun pada 13 Maret 2026,” ucap Perry dalam Konferensi Pers RDG BI pada Selasa (17/3/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: BI Turunkan Batas Pembelian Dolar US$50 Ribu/Bulan, Ini Alasannya

Susutnya SRBI tersebut diiringi oleh aksi Bank Indonesia membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Maret 2026) mencapai Rp86,16 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp46,72 triliun.

“Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian

Porsi SRBI Makin Susut, Kini Sisa Rp831,55 Triliun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719977, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260317175631-17-719977/porsi-srbi-makin-susut-kini-sisa-rp83155-triliun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 17 March 2026 21:10 Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya.

Analisis mendalam tentang Porsi SRBI Makin Susut, Kini Sisa Rp831,55 Triliun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *