Selat Hormuz Terganggu, Harga Minyak Tembus US$103,05

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Selat Hormuz Terganggu, Harga Minyak Tembus US$103,05 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kepala Badan Energi Internasional (IEA) bahkan menyebut negara anggota dapat kembali melepas cadangan minyak strategis untuk menekan lonjakan harga energi.

Bank of America misalnya menaikkan proyeksi harga Brent untuk 2026 menjadi US$77,5 per barel, dari sebelumnya US$61.

Sebelumnya negara-negara anggota telah sepakat melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis.

Di tengah ketidakpastian ini, sejumlah lembaga keuangan mulai menyesuaikan proyeksi harga minyak jangka menengah.

Faktor penyebabnya adalah menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Situasi semakin rumit karena sejumlah sekutu Amerika Serikat menolak permintaan Washington untuk mengirim kapal perang guna mengawal tanker minyak yang melintas di kawasan tersebut. yang mengakibatkan Jalur ini menjadi salah satu titik paling strategis dalam sistem energi global

Kekhawatiran pasar terhadap pasokan global kembali mencuat seiring terganggunya jalur energi vital di Timur Tengah akibat konflik yang masih berlangsung.

Berdasarkanย Refinitiv pada Selasa (17/3/2026) pukul 09.10 WIB, harga minyak Brent tercatat berada di US$103,05 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$95,96 per barel.

Produksi minyak negara tersebut bahkan disebut turun lebih dari setengahnya akibat terbatasnya jalur ekspor melalui Selat Hormuz.

Ketegangan juga tercermin dari meningkatnya risiko keamanan terhadap kapal tanker.

Selat Hormuz Terganggu, Harga Minyak Tembus US$103,05 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719682, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260317091936-17-719682/selat-hormuz-terganggu-harga-minyak-tembus-us-10305’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 17 March 2026 10:50 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBCย Indonesia – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa pagi (17/3/2026) setelah sempat terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya.

Uni Emirat Arab yang merupakan produsen minyak terbesar ketiga dalam kelompok negara pengekspor minyak (OPEC) dilaporkan harus mengurangi produksi secara signifikan.

Penolakan ini meningkatkan ketidakpastian keamanan bagi kapal pengangkut energi yang beroperasi di jalur tersebut.

Di sisi lain, gangguan logistik mulai berdampak pada produksi.

Sementara Standard Chartered menaikkan proyeksi menjadi US$85,5 per barel dari sebelumnya US$70.

Namun proyeksi tersebut sangat bergantung pada arah konflik di Timur Tengah.

Faktor penyebabnya adalah Selat Hormuz, jalur sempit yang mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair dunia, sebagian besar mengalami gangguan. yang mengakibatkan Ketegangan tersebut kini telah memasuki pekan ketiga dan memicu kekhawatiran serius terhadap jalur distribusi energi dunia.

Baca:’Malapetaka’ Hantam Amerika, Risiko Tinggi Jatuh ke Jurang Stagflasi

Melansir dari Reuters, lonjakan harga minyak terjadi

Keduanya melonjak dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya, yang masing-masing berada di US$100,21 untuk Brent dan US$93,50 untuk WTI.

//

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Kenaikan ini terjadi setelah pasar kembali mencermati gangguan pasokan minyak global yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Sebaliknya, jika gangguan berlanjut hingga kuartal kedua, harga berpotensi bertahan di kisaran US$85 per barel atau bahkan lebih tinggi.

Sementara itu, Israel disebut telah menyiapkan rencana operasi militer setidaknya untuk tiga pekan ke depan, menandakan konflik belum akan mereda dalam waktu dekat.

Jika gangguan pasokan dapat segera dipulihkan pada April, harga minyak diperkirakan bisa kembali turun menuju kisaran US$70 per barel.

Pasar khawatir bahwa serangan rudal atau ranjau terhadap kapal tanker dapat kembali memicu eskalasi konflik yang lebih luas, sekaligus memperparah gangguan pasokan energi global.

Kondisi tersebut mendorong berbagai lembaga energi internasional mulai mempertimbangkan langkah stabilisasi pasar.

Kondisi ini membuat pasar energi global kembali berada dalam fase ketidakpastian tinggi, melalui harga minyak sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di kawasan Teluk.

CNBCย Indonesia

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260309124522-19-717279/video-produksi-minyak-teluk-turun-qatar-ramal-harga-capai-usd-150″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/717279?comscore=off”,”time”:71,”title”:”Video: Produksi Minyak Teluk Turun, Qatar Ramal Harga Capai USD 150″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/09/produksi-minyak-teluk-turun-qatar-ramal-harga-capai-usd-150-1773036987050_169.png”}]’); Next Article Timur Tengah Panas, Harga Minyak Ikut Mendidih

Analisis mendalam tentang Selat Hormuz Terganggu, Harga Minyak Tembus US$103,05 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *