Dolar AS Bertahan Sejenak: Momen Rehat atau Awal Stabilitas?
[4 Desember 2025] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders
Selamat pagi, Trader Valas! Setelah anjlok tajam kemarin, Dolar AS ($DXY) hari ini bergerak sedikit menguat terhadap sebagian besar mata uang utama (G-10). Indeks Dolar Bloomberg naik tipis sekitar 0,06%, didukung oleh kenaikan tipis pada imbal hasil obligasi AS (Treasury).
Kenaikan imbal hasil ini muncul menjelang rilis data tenaga kerja AS resmi dan swasta malam ini. Pasar kini menahan napas, menunggu apakah data klaim pengangguran dan laporan pemutusan hubungan kerja akan mengonfirmasi atau justru menggoyahkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed minggu depan.
Pemicu Kemarin: Dolar anjlok 0,4% pada Rabu setelah data payroll swasta yang turun tajam kembali memicu spekulasi kuat bahwa The Fed akan segera bergerak melonggarkan kebijakan.
🇦🇺 Kejutan dari Aussie: RBA Mendadak Hawkish?
Di tengah pergerakan yang lesu, Dolar Australia (AUD) justru tampil memukau, menguat sekitar 0,1% ke kisaran $0,6609.
Mata uang Negeri Kanguru ini mendapat dukungan dari spekulasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) bisa saja menaikkan suku bunga sedini Februari! Spekulasi ini diperkuat fakta bahwa imbal hasil obligasi 3 tahun Australia sudah menembus 4% untuk pertama kalinya sejak Januari. Harapan kenaikan suku bunga membuat Aussie terlihat lebih menarik.
⚠️ Analis: Dolar Masih “Terlalu Tinggi”
Meskipun Dolar AS menguat hari ini, beberapa analis menilai pergerakan ini bisa jadi hanya bersifat sementara.
Menurut Peter Dragicevich, strategist di Corpay Inc., perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, pasar tenaga kerja yang melemah, dan prospek suku bunga yang lebih rendah ke depan seharusnya terus memberi tekanan turun pada Dolar.
“Posisi Dolar saat ini masih terlalu tinggi jika dibandingkan dengan perbedaan imbal hasil obligasi antara AS dan negara lain,” ujar Dragicevich.
Saat ini, yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,07%, dan tenor 2 tahun di sekitar 3,49%.
📊 Prediksi Malam Ini: Semua Menanti Data Tenaga Kerja
Di pasar mata uang lain, pergerakan relatif terbatas:
-
USD/JPY naik tipis ke 155,38.
-
EUR/USD dan GBP/USD sama-sama turun sekitar 0,1% terhadap Dolar yang menguat tipis.
Arah berikutnya bagi Dolar akan sangat bergantung pada data tenaga kerja AS yang dirilis malam ini. Data tersebut akan menjadi penentu apakah Dolar AS hanya beristirahat sejenak, atau apakah tekanan untuk pemangkasan The Fed akan kembali menyeretnya turun.
Apakah data tenaga kerja malam ini akan mengonfirmasi atau menggoyahkan taruhan pemangkasan suku bunga The Fed? Bagikan prediksi Anda di kolom komentar!
No Comments