[20 April 2026] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Harga emas (XAU/USD) kembali mengalami tekanan jual dan memangkas sebagian besar keuntungan sebesar 1,7% yang dicatatkan pada pekan lalu. Emas spot sempat turun mendekati level $4.762 per ons pada awal perdagangan, sebelum bergerak di kisaran $4.780,89 per ons (melemah 1%) pada pagi hari.

Berikut adalah sentimen fundamental utama yang menekan pergerakan harga emas hari ini:

  • 🚢 Insiden Bersenjata di Selat Hormuz: Angkatan Laut AS dilaporkan menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran. Insiden ini memaksa sejumlah kapal membatalkan penyeberangan meski Teheran sebelumnya menyatakan jalur tersebut terbuka. Hal ini memicu kembali ketidakpastian logistik di rute perdagangan energi utama dunia.

  • ⚠️ Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Ketegangan maritim terbaru ini menurunkan peluang keberhasilan perundingan damai di Islamabad. Saling ancam antara Presiden AS Donald Trump dan pihak Teheran menegaskan rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada hari Selasa besok.

  • 🦅 Ancaman Inflasi & Prospek Suku Bunga: Ketidakpastian pasokan memicu lonjakan harga minyak mentah. Naiknya harga energi memperkuat risiko inflasi global yang berkepanjangan. Kondisi ini membuat pasar memproyeksikan bahwa bank sentral akan menahan suku bunga di level tinggi, yang menjadi sentimen negatif bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

  • 💵 Penguatan Dolar AS: Menguatnya ekspektasi suku bunga tinggi dan penghindaran risiko menguntungkan Indeks Dolar AS (DXY) yang mencatatkan kenaikan sekitar 0,2% hingga 0,3%. Penguatan Dolar secara langsung menekan harga emas.

Kinerja Logam Lainnya:

Sejalan dengan pelemahan emas, harga Perak (Spot) ikut merosot 1,6% menjadi $79,59 per ons. Platinum dan paladium juga kompak mencatatkan pergerakan di zona merah pada sesi perdagangan hari ini.

By ewfmnd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *