AS Gempur Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang AS Gempur Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

AS Gempur Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 749369, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260709095122-17-749369/as-gempur-iran-lagi-harga-minyak-dunia-sentuh-level-tertinggi-2-pekan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 09 July 2026 10:10 Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Jakarta, CNBC Indonesia Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026) pagi seiring memanasnya konflik di Timur Tengah.

Sejak awal Juli, Brent telah melesat sekitar 10,0% dari US$71,57 per barel menjadi US$78,76 per barel.

Namun, serangan terbaru AS mengubah ekspektasi tersebut.

Selat Hormuz memiliki arti strategis bagi pasar energi global.

Sejumlah perusahaan asuransi perang menyarankan perusahaan pelayaran menghentikan sementara perjalanan melalui Selat Hormuz.

Sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang melintasi jalur sempit tersebut.

Serangan baru Amerika Serikat (AS) ke Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan minyak global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Menurut Refinitiv pada pukul 09.35 WIB, harga minyak mentah Brent berada di posisi US$78,76 per barel, naik 0,95% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di US$78,02 per barel.

Faktor penyebabnya adalah pemilik kapal mengambil sikap lebih hati-hati di tengah situasi keamanan yang kembali memburuk.

AS menyebut serangan terbarunya merupakan respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz pada Selasa lalu. yang mengakibatkan Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan itu langsung memunculkan kekhawatiran mengenai ketersediaan pasokan minyak di pasar internasional.

Analis IG Tony Sycamore mengatakan lonjakan arus minyak yang sempat melewati Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir diperkirakan mereda

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,98% ke level US$74,24 per barel dari posisi penutupan sebelumnya di US$73,52 per barel.

Kenaikan ini memperpanjang reli minyak dalam beberapa hari terakhir.

Sebagian lainnya tengah meninjau ulang syarat perlindungan asuransi setelah kembali terjadi serangan terhadap kapal di kawasan tersebut.

Kondisi ini membuat premi risiko geopolitik di pasar minyak kembali meningkat.

Sementara WTI naik sekitar 8,3% dari US$68,58 per barel menjadi US$74,24 per barel.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Dilansir dari Reuters, harga minyak melonjak setelah militer AS melancarkan serangan baru ke Iran melalui alasan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk lalu lintas pelayaran.

Langkah tersebut muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.

Pasar sempat berharap konflik Iran dapat segera mereda dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali normal.

Selama potensi gangguan di Selat Hormuz masih tinggi dan konflik Iran-AS belum mereda, pasar energi global diperkirakan akan tetap berada dalam kondisi waspada dan rentan terhadap lonjakan harga lebih lanjut.

CNBCΒ Indonesia

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622104120-19-744546/video-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744546?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Emas Terpuruk Tapi Harga Minyak Meroket Efek Panas Selat Hormuz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/harga-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz-1782102867059_169.png”}]’); Next Article Pasokan Terganggu, Harga Minyak Tembus US$107

Serangan AS mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran dan menyebabkan sebagian wilayah mengalami gangguan listrik.

Iran kemudian menyatakan telah menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan sebelumnya terhadap infrastruktur mereka.

Ketegangan yang meningkat turut memicu kewaspadaan di sektor pelayaran dan asuransi.

Analisis mendalam tentang AS Gempur Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *