Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI dan Ramalan Ekonomi RI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI dan Ramalan Ekonomi RI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dampak dari hal tersebut adalah prospek ekonomi juga semakin memburuk.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Kondisi perang memperburuk situasi ekonomi sekarang dan ke depan,” terangnya dalam diskusi bersama media di Bandung, Jumat (24/4/2026)

Baca: Rupiah Menguat 0,52%, Dolar AS Turun Dibawah Rp17.200

Dampak perang mengganggu jalur logistik dunia pasca Selat Hormuz ditutup. akibat Banyak analis memperkirakan perang akan berlangsung lama,

Beberapa hari lalu, rupiah bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS atau terlemah sepanjang masa.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya menjelaskan, ketidakpastian ini dipicu oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin panas.

Belanja pertahanan AS melonjak membuat pelebaran defisit dan mendorong peningkatan yield obligasi.

“Ini yang membuat apresiasi dolar, DXY meningkat hampir ke semua mata uang,” terang Juli.

Indeks Dolar AS (DXY) sempat nyaris menyentuh 100.

Harga minyak dunia juga melonjak drastis yang diikuti oleh beberapa barang dan jasa lainnya, membuat inflasi dunia diperkirakan meningkat dari 4,1% menjadi 4,2%

“Maka dari itu ekonomi dunia ini akan lebih lambat dari perkiraan semula, dari 3,1% jadi 3%,” ujarnya.

Masalah bergeser pada sektor keuangan.

Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga terus diperkuat melalui intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder, didukung dengan penguatan kebijakan transaksi pasar valas.

Di samping itu, BI terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter SRBI.

Suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate diperkirakan tetap hingga akhir tahun.

Meski demikian, Juli menyebut pelemahan yang dialami rupiah tidak seburuk mata uang negara lain.

“Nilai tukar rupiah dibandingkan negara lain masih stabil cukup terjaga,”tegasnya. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau melalui apresiasi sebesar 0,52% ke level Rp17.190/US$.

Ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang terjaga, neraca dagang yang surplus dan cadangan devisa yang memadai.

(mij/mij) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260414100312-19-726539/video-rupiah-anjlok-dolar-as-sentuh-rp-17100-apa-yang-terjadi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/726539?comscore=off”,”time”:506,”title”:”Video: Rupiah Anjlok & Dolar AS Sentuh Rp 17.100, Apa Yang Terjadi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/14/rupiah-anjlok-dolar-as-sentuh-level-rp-17100-apa-yang-terjadi-1776135887586_169.png”}]’); Next Article Perbanas Ramal Rupiah Perkasa Akhir Tahun 2025, Bisa Rp16.000/US$?

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Bandung, CNBC Indonesia-Ketidakpastian global yang semakin tinggi membawa dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang banyak negara, termasuk rupiah.

Pada 2026 diperkirakan 4,9-5,7% melalui inflasi terjaga 2,5 plus minus 1%.

Penguatan ini sekaligus membawa rupiah kembali turun ke bawah level psikologis Rp17.200/US$

Baca: Belajar dari Kesalahan Masa Lalu, RI Jangan Mundur Soal Windfall Tax

Respons Bank Sentral, kata Juli adalah melalui mempertahankan suku bunga BI-Rate sebesar 4,75%.

Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 729641, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260424154116-17-729641/analisa-dolar-as-tembus-rp17300-respons-bi-ramalan-ekonomi-ri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Maikel Jefriando,  CNBC Indonesia 24 April 2026 16:45 Foto: Ilustrasi peminjaman uang.

Ruang pelonggaran moneter global menjadi lebih sempit.

Pada 21 April 2026 SRBI tercatat sebesar Rp885,41 triliun, antara lain didukung melalui kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp165,98 triliun (18,75% dari total outstanding).

Di tengah gejolak tersebut, BI meyakinkan ekonomi nasional masih cukup kuat.

Analisis mendalam tentang Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI dan Ramalan Ekonomi RI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *