Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Terkapar Dihajar Kanan-Kiri, Ditutup Turun 3,38%! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kapitalisasi pasar pun anjlok menjadi Rp 12.736 triliun.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Koreksi tebal IHSG hari ini diikuti oleh aksi jual asing.
Tekanan jual terbesar terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk.
Indeks ditutup turun 3,38% atau -249,49 poin ke level 7.129,49.
Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di zona merah dan sempat menyundul tipis ke zona hijau melalui rentang 7.115,97–7.383,4.
Mayoritas atau 701 saham turun.
Selain itu, asing juga melepas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
(BBRI) sebesar Rp287,5 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Nilai transaksi hari ini terbilang ramai, mencapai Rp 24,3 triliun, melibatkan 44,8 miliar saham dalam 2,66 juta kali transaksi.
Total pembelian asing mencapai Rp3 triliun dan penjualan mencapai Rp 5 triliun, membuat penjualan bersih asing tembus Rp2 triliun.
Tekanan jual yang sangat kuat dari investor asing terutama terjadi pada saham-saham big caps.
Dampak dari hal tersebut adalah menjadi beban awal bagi fundamental pasar sebelum terakumulasi dengan sentimen eksternal lainnya.
Dari sudut pandang analisis teknikal, postur IHSG saat ini menunjukkan tren pelemahan lanjutan setelah menembus level support psikologis 7.500 dan level support historis 7.300.
Pilihan Redaksi
- Tak Cuma 150 Juta Barel Minyak, Rusia Komitmen Suplai LPG ke RI
- Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI
- Purbaya Bantah Rupiah Melemah Akibat Ekonomi RI Terpuruk
Indikasi tekanan ini sebenarnya telah terkonfirmasi sejak penutupan grafik bulanan (monthly chart) pada bulan Maret lalu yang berakhir di zona bearish.
Meskipun saat ini pada grafik harian (daily chart) sudah mulai bermunculan tanda-tanda upaya pembentukan titik balik pivot, pergerakan tersebut sama sekali tidak didukung oleh volume transaksi yang memadai.
Besarnya likuiditas yang ditarik keluar oleh asing membuat daya beli dari investor ritel domestik tidak cukup kuat untuk menahan laju penurunan.
Faktor pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memperburuk situasi di pasar ekuitas. akibat Terdapat enam faktor krusial yang saling berkaitan dan menjadi motor utama pelemahan pasar saat ini.
Lembaga-lembaga tersebut seperti Fitch Ratings dan Moody’s dan beberapa institusi keuangan lainnya seperti perbankan-perbankan besar AS (JP Morgan, Goldman Sachs) yang menilai Indonesia sebagai di posisi “underweight”.
Penurunan outlook ini memicu sikap kehati-hatian di kalangan investor institusi,
Saat ini, nilai tukar Rupiah telah terdepresiasi dan sempat berada di level Rp 17.300 per dolar AS.
Jika dibandingkan melalui posisi pada awal tahun 2026 yang masih berada di kisaran Rp 16.670/US$ Rupiah telah melemah sebesar 3,66% secara YTD.
Bagi investor asing, depresiasi mata uang domestik ini menciptakan risiko kerugian ganda atau double loss.
Ketidakpastian resolusi militer ini mendorong investor global untuk terus mengakumulasi aset safe haven dan melikuidasi instrumen berisiko tinggi (de-risking), yang pada akhirnya memperparah tekanan arus modal keluar pada IHSG.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260402152103-19-723579/video-bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723579?comscore=off”,”time”:363,”title”:”Video: Bocoran Investasi Pengelola Dana Jumbo Pascalebaran-Era Perang”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/02/bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang-1775119615584_169.png”}]’); Next Article IHSG Mencoba Bangkit, Analis Rekomendasi Saham Ini
(BMRI) sebesar Rp192,4 miliar.
Selain sektor perbankan, asing juga melakukan penjualan pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
(ADRO).
Adapun penurunan tajam hari ini bukanlah sebuah anomali sesaat, melainkan puncak dari berbagai sentimen negatif yang telah terakumulasi selama beberapa waktu terakhir yang masih mampu mengalami penurunan tambahan akibat beberapa faktor domestik maupun internasional.
Pelaku pasar saat ini dihadapkan pada kombinasi tantangan makroekonomi, dinamika arus modal asing, hingga indikator teknikal yang kurang menguntungkan.
(BBCA) yang mencatat net sell mencapai Rp1,3 triliun.
Dampak dari hal tersebut adalah memicu eskalasi aksi jual.
Sentimen eksternal yang saat ini paling mendominasi ketakutan pasar adalah keberlangsungan tensi geopolitik di Timur Tengah yang juga berdampak pada kinerja indeks hingga saat ini.
Eskalasi militer yang bermula dari penyerangan tokoh-tokoh penting Iran sejak 28 Februari 2026 lalu kini telah berkembang menjadi perubahan capital war bagi seluruh pasar di dunia akibat naiknya premi resiko melakukan operasional usaha sehari-hari.
Walaupun terdapat dorongan untuk memperpanjang masa damai, status gencatan senjata saat ini dinilai sangat rapuh dan sepihak, terutama di tengah perebutan kendali atas Selat Hormuz. akibat Mereka tidak hanya menghadapi potensi penurunan nilai aset dari turunnya harga saham, tetapi juga kerugian selisih kurs saat portofolio tersebut dikonversi kembali ke mata uang asal,
IHSG Terkapar Dihajar Kanan-Kiri, Ditutup Turun 3,38%!
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 729680, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260424164808-17-729680/ihsg-terkapar-dihajar-kanan-kiri-ditutup-turun-338’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 24 April 2026 16:59 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hari ini, Jumat (24/4/2026).
(ENRG), serta saham energi seperti PT Petrosea Tbk.
Berdasarkan data terakhir, AS telah menyatakan menguasai selat Hormuz di tengah gencatan senjata yang sedang terjadi.
Jalur maritim yang normalnya mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia ini terus mengalami tekanan de facto.
Analisis mendalam tentang IHSG Terkapar Dihajar Kanan-Kiri, Ditutup Turun 3,38%! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
