Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang SMBC (BTPN) Salurkan Kredit Rp 191,8 T di Q1-2026, Tumbuh 2% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Dampak dari hal tersebut adalah kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan,” kata Henoch.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Baca: SMBC Indonesia (BTPN) Tebar Dividen Rp101,11 Miliar
Kontribusi anak usaha turut menopang kinerja konsolidasi. akibat Rasio CASA pun meningkat dari 35,7% menjadi 44,1%.
“Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana,
Sementara Grup OTO membukukan laba bersih Rp113 miliar, melonjak 45,5% yoy.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Diversifikasi bisnis menjadi salah satu penopang stabilitas kinerja.
Capaian ini mencerminkan strategi ekspansi yang lebih selektif, melalui tetap menjaga kualitas aset di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.
“Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar.
Bank SMBC Indonesia)
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank SMBC Indonesia Tbk.
Kami melihat kontribusi kuat dari lini bisnis melalui momentum pertumbuhan yang baik, sementara pada segmen tertentu kami melakukan penyesuaian,” ujar Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, dikutip dari keterangan resmi Jumat (24/4/2026).
Secara komposisi, pertumbuhan kredit ditopang oleh segmen korporasi dan komersial yang meningkat 4,1% yoy.
Kredit Jenius (di luar Digital Micro) juga tumbuh 12,0% yoy, seiring penguatan basis nasabah digital.
Peningkatan juga terjadi pada aset likuid, terutama dari penempatan pada surat berharga.
Sementara itu, dana murah (CASA) naik sebesar 40,6% yoy menjadi Rp59 triliun, dari Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lini perbankan digital, pembiayaan syariah, pembiayaan kendaraan, hingga segmen korporasi dan komersial memberikan keseimbangan portofolio di tengah siklus ekonomi yang fluktuatif.
Dari sisi ketahanan, perusahaan mencatat Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 260,24%, Net Stable Funding Ratio (NSFR) 122,71%, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 29,63%.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260423131456-19-729213/video-bi-minta-bank-dorong-penyaluran-kredit-capai-pertumbuhan-12″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/729213?comscore=off”,”time”:85,”title”:”Video: BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit & Capai Pertumbuhan 12%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/23/bi-minta-kredit-didorong-lebih-jauh-untuk-capai-pertumbuhan-8-12-1776928203430_169.png”}]’); Next Article Bermodal CASA Tebal, Kredit BNI Tumbuh 15,9% Sepanjang 2025
Di tengah potensi tekanan kualitas kredit, pertumbuhan yang lebih terukur dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan kinerja.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tumbuh 4,1% yoy menjadi Rp250 triliun.
BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp319 miliar, tumbuh 2,8% yoy, melalui pembiayaan sebesar Rp10,6 triliun.
(BTPN) mencatatkan pertumbuhan kredit moderat pada triwulan I-2026, di tengah tekanan biaya dana dan volatilitas pasar yang masih membayangi industri perbankan.
Penyaluran kredit perseroan tercatat sebesar Rp191,8 triliun, tumbuh 2% secara tahunan (yoy).
SMBC (BTPN) Salurkan Kredit Rp 191,8 T di Q1-2026, Tumbuh 2% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 729659, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260424160805-17-729659/smbc–btpn–salurkan-kredit-rp-1918-t-di-q1-2026-tumbuh-2’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 24 April 2026 16:35 Foto: Gedung Bank SMBC Indonesia.
Sementara itu, pembiayaan Grup OTO tumbuh 5,0% yoy dan BTPN Syariah naik 3,7% yoy.
Henoch menjelaskan bahwa strategi tersebut sejalan melalui pendekatan quality growth yang menekankan keseimbangan antara ekspansi dan pengelolaan risiko.
Analisis mendalam tentang SMBC (BTPN) Salurkan Kredit Rp 191,8 T di Q1-2026, Tumbuh 2% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
