Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pencabutan keadaan kahar ini sekaligus mengakhiri kondisi yang sebelumnya membuat perseroan dan anak usahanya terkendala dalam memenuhi kewajiban pasokan batu bara kepada pelanggan.

Sebelumnya, berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui dokumen nomor 461/BR-OJK/IX/2026, Bayan mengumumkan keadaan kahar yang berlangsung sejak 11 September 2026.

Persetujuan perubahan RKAB tersebut diperlukan agar anak-anak usaha perseroan dapat menjalankan kegiatan produksi batu bara secara sah.

Belum terbitnya persetujuan perubahan RKAB tersebut kemudian memengaruhi kemampuan perseroan dan anak-anak usahanya dalam memenuhi kewajiban penyediaan batu bara kepada pelanggan.

Perseroan berharap TA, TJ, dan FSP dapat segera menjalankan kegiatan operasional pertambangan batu bara.

Bayan menilai kembali berjalannya kegiatan operasional tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Dengan telah diterimanya persetujuan lengkap perubahan RKAB 2026 pada 23 September 2026, kendala tersebut dinyatakan telah berakhir dan kegiatan operasional dapat kembali dipersiapkan.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260729164305-19-754840/video-kuota-produksi-batu-bara-direvisi-kontraktor-ikut-diuntungkan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/754840?comscore=off”,”time”:546,”title”:”Video: Kuota Produksi Batu Bara Direvisi, Kontraktor Ikut Diuntungkan?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/30/kuota-produksi-batu-bara-bakal-direvisi-kontraktor-tambang-ikut-diuntungkan-1785375837045_169.png”}]’); Next Article Moody’s Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

Faktor penyebabnya adalah persetujuan perubahan RKAB 2026 belum diterbitkan oleh pemerintah. yang mengakibatkan Perseroan bersama TA, TJ, dan FSP saat itu menyampaikan pemberitahuan keadaan kahar kepada pelanggan terkait kewajiban penyediaan batu bara berdasarkan Coal Supply Agreement.

Bayan menjelaskan keadaan kahar tersebut terjadi

Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 770561, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260924133552-17-770561/kantongi-rkab-bayan–byan–cabut-status-keadaan-kahar’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 24 September 2026 13:39 Foto: Bayan //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencabut keadaan kahar atau force majeure yang sebelumnya berdampak terhadap kewajiban pemenuhan pasokan batu bara kepada pelanggan.

Melansir keterbukaan informasi, pencabutan tersebut dilakukan setelah tiga anak usaha perseroan, yakni PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP), menerima persetujuan lengkap atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 23 September 2026.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ekspansi ke Bisnis Hiburan

Dalam keterbukaan informasi, emiten milik Lo Tuck Kwong dan Haji Isam ini menyampaikan perseroan bersama TA, TJ, dan FSP mencabut keadaan kahar terhadap kewajiban pemenuhan penyediaan batu bara berdasarkan Perjanjian Penyediaan Batubara atau Coal Supply Agreement kepada para pelanggan.

“Dengan diterimanya persetujuan atas perubahan RKAB Tahun 2026 tersebut, maka TA, TJ, dan FSP dapat kembali melakukan persiapan kegiatan tambang batu bara,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis, (24/9/2026).

Bayan menyebut perseroan sebagai produsen batu bara melalui anak-anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan dapat kembali melaksanakan kegiatan pengangkutan dan penjualan batu bara.

Analisis mendalam tentang Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *