Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Parkir di Zona Merah, Merosot 1,2% ke Level 6.298 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
BI Rate bertahan di level 5,75% setelah sebelumnya dinaikkan secara kumulatif sebesar 100 basis poin sepanjang Mei-Juni.
BI menaikkan suku bunga dari 4,75% menjadi 5,25% pada 20 Mei 2026.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Ketika yield naik, biaya kredit perumahan, pinjaman kendaraan, hingga pembiayaan bisnis ikut terdorong lebih tinggi.
Lonjakan yield terjadi setelah data S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis AS pada September tumbuh melalui laju tercepat sejak Juli 2021.
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis, 24 September 2026, di zona merah.
Volume itu sekitar 145% dari rata-rata volume harian sebesar 17,44 miliar saham, atau lebih tinggi sekitar 7,9 miliar saham.
Memasuki perdagangan Kamis (24/9/2026), pasar keuangan Tanah Air masih akan mencermati respons pasar setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada aturan baru perdagangan saham dan rilis data uang beredar.
Sementara dari luar negeri, kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat (AS) akan menjadi perhatian.
Level tertinggi hari ini di 6.368,57 tercapai di awal perdagangan, sedangkan level terendah di 6.287,46.
Sepanjang perdagangan hari ini, hanya sebanyak 198 saham menguat, 487 saham melemah, dan 278 saham tak bergerak.
Baca: IHSG Anjlok 1,06% di Sesi I ke 6.307
Berdasarkan grafik intraday, indeks turun cepat beberapa menit setelah pembukaan.
Faktor penyebabnya adalah menjadi acuan biaya pinjaman di berbagai sektor ekonomi. yang mengakibatkan Yield bahkan sempat menyentuh 5,14% dalam perdagangan.
Kenaikan yield Treasury 10 tahun penting
Faktor penyebabnya adalah bisa memicu kenaikan imbal hasil SBN dan beban utang pemerintah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260917104902-19-768650/video-harga-minyak-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768650?comscore=off”,”time”:566,”title”:”Video: Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/17/perang-bikin-harga-minyak-naik-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik-1789618531050_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi I Dibuka Melemah 0,16% ke Level 6.364 yang mengakibatkan Angka tersebut merupakan level intraday tertinggi sejak 2007 dan level penutupan tertinggi sejak 2004.
Adapun yield Treasury 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed, naik sekitar 16 basis poin hingga mencapai 4,9%, tertinggi sejak 2024.
Yield Treasury 5 tahun juga menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2007 setelah lelang obligasi rutin pada Rabu.
Kenaikan imbal hasil ini menjadi kabar buruk bagi Indonesia
Faktor penyebabnya adalah perekonomian AS masih menunjukkan kekuatan.
Yield Treasury 30 tahun melonjak 11 basis poin menjadi 5,4%, level tertinggi tahun ini. yang mengakibatkan Di saat yang sama, biaya input melonjak akibat kenaikan harga energi.
Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga demi meredam inflasi, terutama
Lonjakan terjadi setelah data ekonomi menunjukkan aktivitas bisnis yang kuat sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Yield Treasury 10 tahun melonjak 15 basis poin menjadi 5,11%, level tertinggi sejak 2007.
Pola ini menunjukkan tekanan jual cukup dominan sejak pagi, sementara pembeli baru muncul terbatas setelah indeks menyentuh area terendah.
Mengutip data Stockbit, sepanjang perdagangan hari ini tercatat sekitar 25,3 miliar saham atau 253 juta lot, melalui nilai transaksi sekitar Rp9,69 triliun.
Dampak dari hal tersebut adalah indeks mencetak level terendah harian.
Setelah itu IHSG bergerak menyamping di kisaran 6.290 hingga 6.310 hingga sore hari, dan menguat tipis di menit-menit akhir hingga bertahan di atas 6.300 sebelum ditutup sedikit di bawah level itu. akibat Tekanan jual menguat menjelang tengah hari dan berlanjut ke sesi kedua,
Lonjakan imbal hasil US Treasury serta indeks dolar juga bisa menjadi “badai” baru bagi IHSG.
Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75%.
Suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.
“Rapat Dewan Gubernur BI pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).
Keputusan tersebut sesuai melalui hasil polling CNBC Indonesia terhadap 11 institusi dan lembaga.
IHSG Parkir di Zona Merah, Merosot 1,2% ke Level 6.298 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 770637, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260924160839-17-770637/ihsg-parkir-di-zona-merah-merosot-12-ke-level-6298’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 24 September 2026 16:10 Foto: Ilustrasi Bursa.
IHSG sempat rebound ke kisaran 6.340 hingga 6.350 pada pagi hari, tetapi gagal menembus level tinggi sebelumnya.
BI Rate kemudian kembali dinaikkan menjadi 5,50% pada 9 Juni dan mencapai 5,75% pada 18 Juni 2026.
Sementara itu dari global, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun melonjak pada perdagangan Rabu (23/9/2026), menembus level tertinggi dalam hampir dua dekade.
Sebanyak delapan responden memperkirakan BI Rate tetap sebesar 5,75%, sementara tiga lainnya memproyeksikan kenaikan 25 basis poin menjadi 6,00%.
Dengan keputusan tersebut, BI telah menahan suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut sejak Juli 2026.
Indeks ditutup di level 6.298,61, turun 76,31 poin atau 1,20% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.374,91.
IHSG dibuka melemah di 6.364,98, sekitar 10 poin di bawah penutupan sebelumnya.
Analisis mendalam tentang IHSG Parkir di Zona Merah, Merosot 1,2% ke Level 6.298 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
