Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Persaingan Perbankan Makin Sengit, Asbanda Ingin BPD Lebih Kompetitif yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Ia membutuhkan akar yang kuat di seluruh daerah, dan BPD adalah salah satu akar tersebut.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Faktor penyebabnya adalah pembiayaan yang diberikan menyasar berbagai sektor, mulai dari UMKM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, transportasi hingga infrastruktur.
Karakteristik tersebut membuat struktur likuiditas BPD berbeda dibandingkan bank komersial pada umumnya. yang mengakibatkan Likuiditas BPD adalah bagian dari kapasitas pembangunan daerah,” tegas Agus.
Menurutnya, BPD memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian daerah
Karena itu, menurutnya, BPD perlu mendapatkan level playing field untuk menjadi bank penyalur maupun mitra pemerintah selama memenuhi standar yang ditetapkan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Pakai Strategi Ini, OJK Dorong BPD Kembangkan UMKM
“Kami tidak meminta proteksi.
Namun, pertumbuhan fungsi intermediasi di tengah tekanan terhadap sumber pendanaan perlu menjadi perhatian.
BPD harus siap berkompetisi melalui kualitas layanan, kapabilitas digital dan governance,” ujar Agus dalam Seminar “Dukungan Pemerintah terhadap Penguatan Likuiditas BPD dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional” di Bengkulu, dikutip dari keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Skala bisnis BPD pun semakin besar.
Dampak dari hal tersebut adalah aktivitas ekonomi dan likuiditas tetap dapat memberikan multiplier yang optimal bagi daerah,” kata Agus.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, Asbanda juga mendorong agar penempatan dana pemerintah pada BPD tidak sekadar meningkatkan likuiditas, tetapi diarahkan untuk memperkuat penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.
Dana tersebut diharapkan dapat dikaitkan dengan pembiayaan sektor prioritas seperti UMKM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur daerah.
“Dana pemerintah jangan berhenti menjadi likuiditas. akibat Namun kita juga perlu menjaga keseimbangan antara central efficiency dan regional financial resilience,
Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menegaskan BPD tidak membutuhkan perlindungan, melainkan kesempatan yang setara dalam berbagai program dan transaksi pemerintah.
Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo mengatakan, BPD harus mampu bersaing berdasarkan kualitas layanan, kapabilitas digital, tata kelola, hingga manajemen risiko.
Hingga Juni 2026, total aset 27 BPD telah mencapai sekitar Rp1.043 triliun, melalui penyaluran kredit mencapai sekitar Rp673 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun sekitar Rp770 triliun.
Agus menilai secara fundamental kondisi BPD masih sehat.
Pasalnya, tekanan likuiditas berpotensi meningkatkan biaya dana atau cost of fund yang pada akhirnya dapat membatasi kemampuan BPD menawarkan pembiayaan melalui harga kompetitif.
“Likuiditas BPD bukan semata-mata persoalan neraca bank.
Asbanda menyadari terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan industri BPD untuk meningkatkan daya saing di tengah kompetisi perbankan yang semakin terbuka.
Salah satunya melalui peningkatan kolaborasi antar-BPD dalam pengelolaan likuiditas, pasar uang, repo, treasury hingga sindikasi pembiayaan.
Di sisi lain, BPD juga dituntut mempercepat transformasi digital, memperkuat keamanan siber, tata kelola dan manajemen risiko, serta meningkatkan porsi Current Account Saving Account (CASA) yang berasal dari masyarakat dan dunia usaha.
“Kami tidak ingin BPD dilindungi dari kompetisi.
Kita perlu mendorongnya menjadi multiplier bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Agus.
Asbanda juga meminta agar kebijakan nasional mempertimbangkan dampak pembangunan daerah atau regional development impact.
Persaingan Perbankan Makin Sengit, Asbanda Ingin BPD Lebih Kompetitif Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 761390, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260821165923-17-761390/persaingan-perbankan-makin-sengit-asbanda-ingin-bpd-lebih-kompetitif’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 21 August 2026 17:27 Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Persaingan di industri perbankan semakin sengit, mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperkuat daya saing dan berkompetisi lebih terbuka melalui bank komersial.
Kami ingin BPD diperkuat agar mampu berkompetisi,” tegas Agus.
Dengan total aset yang telah menembus Rp1.000 triliun dan jaringan yang mengakar di berbagai wilayah Indonesia, Asbanda mendorong BPD untuk naik kelas menjadi Regional Development Bank yang semakin sehat, digital dan kompetitif.
“Sistem keuangan nasional yang kuat tidak mungkin hanya dibangun dari pusat.
Ketika BPD semakin kuat, yang memperoleh manfaat bukan hanya BPD, tetapi daerah dan pada akhirnya Indonesia,” pungkas Agus.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260805161851-19-756840/video-bos-bank-jakarta-ekonomi-ri-tumbuh-positif-bpd-ikut-bertumbuh”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/756840?comscore=off”,”time”:712,”title”:”Video: Bos Bank Jakarta: Ekonomi RI Tumbuh Positif, BPD Ikut Bertumbuh”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/05/bos-bank-jakarta-ekonomi-ri-tumbuh-positif-bpd-mampu-jaga-pertumbuhan-aset-dan-laba-1785922735158_169.png”}]’); Next Article Digitalisasi Masif!
Faktor penyebabnya adalah itu, Asbanda mendorong agar setiap perubahan desain fiskal maupun mekanisme penyaluran dana pemerintah turut memperhitungkan dampaknya terhadap ketahanan ekosistem keuangan daerah.
“Efisiensi kebijakan tetap penting. yang mengakibatkan Likuiditas BPD sangat berkaitan dengan siklus fiskal daerah, Transfer ke Daerah (TKD), APBD, serta berbagai transaksi yang berlangsung dalam ekosistem pemerintah daerah.
Oleh
Hal ini lantaran BPD tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem keuangan daerah, perluasan inklusi keuangan dan pembiayaan pembangunan regional.
Namun, penguatan posisi BPD tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah dan regulator.
Analisis mendalam tentang Persaingan Perbankan Makin Sengit, Asbanda Ingin BPD Lebih Kompetitif akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
