Nikkei-Kospi Kompak Merah, Bursa Asia Dibayangi Yield AS

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Nikkei-Kospi Kompak Merah, Bursa Asia Dibayangi Yield AS yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Saham Ross Stores melonjak lebih dari 7% dalam perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan membukukan kinerja kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260803150821-19-756133/video-profit-taking-di-awal-agustus-ihsg-longsor-ke-zona-merah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/756133?comscore=off”,”time”:363,”title”:”Video: Profit Taking di Awal Agustus, IHSG Longsor ke Zona Merah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/03/profit-taking-di-awal-agustus-ihsg-longsor-ke-zona-merah-1785746110421_169.png”}]’); Next Article Investor Cermati Data Penting AS, Bursa Asia Dibuka Loyo

Ia menilai pendanaan tersebut kemungkinan dilakukan melalui peningkatan penerbitan surat utang jangka pendek atau penyesuaian pada bagian lain dari program pembiayaan pemerintah.

Hoffmann-Burchardi menambahkan, operasi tersebut pada dasarnya hanya mengubah profil jatuh tempo utang yang dipegang investor tanpa mengurangi total utang yang harus diserap oleh pasar.

Nikkei-Kospi Kompak Merah, Bursa Asia Dibayangi Yield AS Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 761143, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260821081829-17-761143/nikkei-kospi-kompak-merah-bursa-asia-dibayangi-yield-as’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 21 August 2026 08:35 Foto: AP/Shuji Kajiyama //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Jumat (21/8/2026) mengikuti tekanan pasar global setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor panjang kembali melanjutkan kenaikan.

Melansir CNBC.com, kekhawatiran investor terhadap inflasi kembali menguat meskipun pemerintah AS telah berupaya meredam aksi jual di pasar obligasi.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,92%, sementara indeks Topix melemah 0,40%.

Tekanan juga terjadi di Korea Selatan melalui indeks Kospi turun 1,07%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot lebih dalam sebesar 2,44%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 turut bergerak di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,21%.

Faktor penyebabnya adalah meningkatkan biaya pinjaman dan mengurangi daya tarik aset berisiko.

Chief Investment Officer Americas UBS, Ulrike Hoffmann-Burchardi, mengatakan langkah pembelian kembali atau buyback obligasi oleh Departemen Keuangan AS berbeda dengan kebijakan pelonggaran kuantitatif atau quantitative easing (QE) yang dilakukan Federal Reserve (The Fed).

Baca: Asing Ramai-Ramai Jual Saham Ini Saat IHSG Melesat

Menurut dia, Departemen Keuangan tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan uang guna membiayai pembelian aset tersebut sehingga setiap aksi buyback harus didanai melalui sumber lain.

“Berbeda dengan QE melalui Federal Reserve, Departemen Keuangan tidak dapat menciptakan uang untuk mendanai pembelian aset,” tulis Hoffmann-Burchardi. yang mengakibatkan Kenaikan imbal hasil obligasi umumnya menekan pasar saham

Pergerakan tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor Asia di tengah kembali meningkatnya tekanan pada pasar surat utang AS.

Tekanan pada pasar terjadi ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS berjangka panjang kembali melanjutkan kenaikan setelah upaya pemerintah untuk membendung aksi jual obligasi belum berhasil meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi.

Langkah itu juga tidak menghilangkan kebutuhan pembiayaan pemerintah maupun menyelesaikan kekhawatiran pasar terkait besarnya pasokan obligasi pemerintah AS.

Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada kinerja sejumlah perusahaan di Wall Street.

Analisis mendalam tentang Nikkei-Kospi Kompak Merah, Bursa Asia Dibayangi Yield AS akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *