Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sementara itu, inflasi yang disebut core-core inflation-yang mengecualikan harga makanan segar dan energi-berada di level 1,9%.

Baca: Raja Properti China Evergrande Dipenjara Seumur Hidup, Aset Disita

BOJ Berpotensi Naikkan Suku Bunga

Kenaikan inflasi ini berpotensi menjadi pertimbangan penting bagi Bank of Japan (BOJ) dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Harga kelompok makanan segar meningkat 7% yoy pada Juli, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 3,9% pada Juni.

Faktor penyebabnya adalah memiliki bobot yang cukup besar dalam keranjang perhitungan inflasi Jepang. yang mengakibatkan “Kenaikan inflasi utama ke 1,9% memperkuat keyakinan kami bahwa langkah BOJ berikutnya kemungkinan adalah kenaikan suku bunga pada September,” ujar Bhimavarapu.

Meski permintaan domestik Jepang masih relatif kuat, ia mengatakan harga pangan perlu menjadi perhatian lebih besar

Internasional Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 761297, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260821134651-17-761297/jepang-dilanda-inflasi-tertinggi-tahun-ini-harga-energi-menggila’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef,  CNBC Indonesia 21 August 2026 13:51 Foto: Inflasi Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Inflasi Jepang kembali memanas.

Selain itu, gangguan terhadap pasokan produk pertanian global akibat fenomena El Nino juga berpotensi kembali mendorong harga pangan.

Harga makanan, terutama beras, sebelumnya menjadi isu besar di Jepang.

Data menunjukkan inflasi inti Jepang, yang tidak memasukkan harga makanan segar tetapi masih memperhitungkan energi, berada di 1,8% yoy, sesuai melalui ekspektasi pasar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia

Kenaikan harga energi menjadi perhatian utama.

Bahkan, persoalan harga beras sempat berujung pada kehilangan jabatan Menteri Pertanian Jepang saat itu, Taku Eto, setelah komentarnya mengenai menerima beras gratis dari para pendukung menuai kontroversi.

Baca: Bilangnya Sebentar, Presiden Pergi 10 Minggu ke Eropa & Baru Pulang

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260810155822-19-758002/video-sinyal-suku-bunga-tinggi-bi-the-fed-bos-mi-ungkap-efeknya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/758002?comscore=off”,”time”:313,”title”:”Video: Sinyal Suku Bunga Tinggi BI & The Fed, Bos MI Ungkap Efeknya”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/10/sinyal-suku-bunga-tinggi-bi-the-fed-bos-mi-ungkap-efeknya-ihsg-hingga-sbn-1786352623714_169.png”}]’); Next Article Asia Menguat Jelang Akhir Pekan, Wall Street Cetak Rekor Baru

Dalam laporan prospeknya bulan lalu, BOJ memperingatkan bahwa inflasi inti berpotensi meningkat ke level yang jelas di atas 2% mulai paruh kedua tahun fiskal 2026 Jepang, yang berlangsung dari September hingga Maret.

BOJ menyebut kenaikan upah yang diteruskan perusahaan ke harga jual, kenaikan harga minyak mentah, serta pelemahan yen sebagai faktor yang dapat mendorong inflasi.

Namun, bank sentral Jepang memperkirakan tekanan inflasi dapat kembali mendekati 2% apabila harga minyak mentah mulai turun.

Baca: Penerimaan Negara Naik, Presiden Mau Bagi Rp5,5 Juta ke Setiap Warga

Ekonom Asia-Pasifik di State Street Investment Management, Krishna Bhimavarapu, menilai kenaikan inflasi utama menjadi 1,9% memperkuat pandangan bahwa BOJ kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada September.

Harga energi Jepang meningkat untuk pertama kalinya sejak November 2025, meskipun pemerintah telah memberikan subsidi untuk menahan dampak kenaikan biaya energi terhadap masyarakat.

Tekanan tersebut juga tercermin pada inflasi di tingkat grosir.

Inflasi harga produsen Jepang mencapai 7,2% pada Juli, melalui biaya listrik menjadi kontributor terbesar.

Tak hanya energi, harga makanan segar juga melonjak.

Tingkat inflasi utama (headline inflation) pada Juli 2026 mencapai 1,9% secara tahunan (year-on-year/yoy), menjadi level tertinggi sepanjang tahun ini.

Kenaikan inflasi terjadi ketika harga energi mulai meningkat akibat melonjaknya harga minyak di tengah perang Iran dan konflik di Timur Tengah.

Analisis mendalam tentang Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *