Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Turun 1,13% Hari Ini, Nyaris Tinggalkan Level 6.300 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sembilan saham lainnya juga dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Meski demikian, perubahan tersebut baru efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Dengan demikian, asing membukukan net sell Rp1,18 triliun.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260708144527-19-749157/video-pasar-ri-dapat-ancaman-sp-dji-investor-waspadai-hal-ini”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749157?comscore=off”,”time”:591,”title”:”Video: Pasar RI Dapat "Ancaman" S&P DJI, Investor Waspadai Hal Ini”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/08/pasar-keuangan-ri-dapat-ancaman-sp-dji-investor-waspadai-hal-ni-1783497227524_169.png”}]’); Next Article Breaking!
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menjadi penopang terbesar sebesar 1,91 poin.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per perdagangan sesi I, investor asing mencatatkan foreign buy Rp1,78 triliun, sementara foreign sell mencapai Rp2,96 triliun.
Frekuensi transaksi mencapai 1,9 juta kali.
Kondisi IHSG yang putar balik hari ini juga dirasakan oleh mayoritas saham.
Sektor properti naik 0,24% dan teknologi 0,08%.
Di sisi lain, bahan baku menjadi sektor melalui pelemahan terdalam, yakni 3,18%.
Namun, tekanan jual membawa indeks ke level terendah 6.281,57 sebelum berakhir di 6.301,77.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Perdagangan hari ini mencatat nilai transaksi sebesar Rp13,56 triliun melalui volume 26,62 miliar saham.
IHSG Turun 1,13% Hari Ini, Nyaris Tinggalkan Level 6.300 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 759029, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813160111-17-759029/ihsg-turun-113-hari-ini-nyaris-tinggalkan-level-6300’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 13 August 2026 16:27 Foto: Ilustrasi orang berdoa melalui latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Dalam keputusan tersebut, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke MSCI Global Standard Indexes.
Sebaliknya, GOTO dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index, sementara CPIN turun kelas dari Global Standard ke Global Small Cap.
Pagi tadi jumlah saham yang di zona hijau masih lebih banyak dibandingkan melalui yang terkoreksi.
Pada akhir perdagangan sebanyak 186 saham menguat, 474 saham melemah, dan 303 saham lainnya stagnan.
Berikutnya utilitas turun 2,62%, energi melemah 1,28%, konsumer non-primer turun 1,12%, dan industri terkoreksi 1,01%.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (13/8/2026).
IHSG tertekan hingga nyaris parkir di level 6.200-an.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup di level 6.301,77, turun 72,08 poin atau 1,13% dari penutupan sebelumnya di level 6.373,85.
IHSG sempat dibuka di level 6.388,23 dan menyentuh level tertinggi 6.390,33.
Berikutnya ada PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 1,56 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 1,04 poin, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 0,75 poin.
Baca: GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Manajemen Sebut Harga Saham Gocap
Dari sisi sektoral, seluruh sektor utama yang tercatat di BEI tidak seluruhnya bergerak di zona merah.
Sektor keuangan juga melemah 0,74%, sementara sektor kesehatan turun 0,33%.
Tekanan IHSG terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil review Agustus.
Artinya, tekanan pada perdagangan hari ini belum sepenuhnya dapat disebut sebagai dampak arus dana rebalancing aktual, tetapi pasar mulai merespons keputusan MSCI dan mengantisipasi penyesuaian portofolio menuju tanggal efektif.
Sementara itu, tekanan jual asing sangat besar pada sesi 1 perdagangan hari ini.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.050 triliun.
Dari jajaran saham yang menjadi pemberat IHSG, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar melalui kontribusi negatif 7,48 poin, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 7,14 poin.
Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan IHSG sebesar 5,25 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 3,93 poin, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 3,40 poin.
Sementara itu, sejumlah saham tercatat memberikan kontribusi positif dengan bobot terbatas.
Analisis mendalam tentang IHSG Turun 1,13% Hari Ini, Nyaris Tinggalkan Level 6.300 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
