BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kelompok bank ini hanya dapat menerima insentif sebesar 4% yang berasal dari komponen pembiayaan atau financing.

Baca: Bos BI Beberkan Sebab Kredit Nganggur Tembus Rp 2.548 Triliun

Sebaliknya, bank yang memiliki porsi surat berharga di bawah 19% dan aktif menyalurkan kredit akan memperoleh tambahan insentif sebesar 2%.

“Bank-bank yang menempatkan dana lebih dari 19% dalam bentuk surat berharga seperti SBN dan SRBI tidak akan mendapatkan insentif tambahan.

Pada minggu pertama September, insentif likuiditas sudah mencapai Rp461 triliun,” kata Destry.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Mitigasi Dampak Fluktuasi Rupiah terhadap Perkembangan Ekosistem EBT

Tidak hanya menambah likuiditas, BI juga menerbitkan kebijakan baru yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas penyaluran kredit perbankan melalui skema Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Dalam aturan terbaru tersebut, BI membedakan perlakuan insentif berdasarkan komposisi penempatan dana bank pada surat berharga seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Destry menjelaskan, bank yang menempatkan lebih dari 19% dananya pada instrumen surat berharga tidak akan memperoleh tambahan insentif likuiditas.

Total insentif yang mereka bisa terima hanya 4% dari financing.

BI mencatat suku bunga pasar uang antarbank atau INDONIA telah turun dari level puncak 6,61% pada Juni menjadi 5,91%.

Sementara bank yang kepemilikan surat berharganya di bawah 19% dan menyalurkan kredit akan kami berikan tambahan insentif 2%,” ujar Destry.

Dengan skema tersebut, bank yang lebih agresif menyalurkan kredit dapat memperoleh total insentif hingga 6%.

Kebijakan itu menunjukkan arah baru BI yang ingin memastikan likuiditas tidak hanya berputar di instrumen keuangan, tetapi juga mengalir ke sektor produktif melalui peningkatan kredit perbankan.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi likuiditas domestik yang dinilai semakin longgar.

(Tangkapan layar TV Parlemen) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan kebijakan likuiditas makroprudensial guna mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor riil.

BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771439, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260928130031-17-771439/bi-genjot-kredit-perbankan-insentif-likuiditas-tembus-rp461-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); chd,  CNBC Indonesia 28 September 2026 14:00 Foto: Rapat Kerja Dewan Gubernur BI melalui Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2026).

Hingga pekan pertama September 2026, nilai insentif likuiditas makroprudensial yang telah disalurkan bank sentral mencapai Rp461 triliun.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari bauran instrumen BI untuk memastikan likuiditas yang telah digelontorkan dapat mengalir ke perekonomian melalui kredit perbankan.

“Dalam rangka merespons likuiditas di perbankan, BI terus mengoptimalkan kebijakan likuiditas makroprudensial kami.

Selain itu, outstanding SRBI juga menyusut dari Rp1.096 triliun menjadi Rp1.013 triliun, yang memberikan ruang likuiditas lebih besar bagi industri perbankan.

Ke depan, BI menegaskan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembiayaan bagi dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260925121212-19-770877/video-kemenkeu-bi-makin-akur-apa-efeknya-bagi-pasar-modal-ri”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/770877?comscore=off”,”time”:225,”title”:”Video: Kemenkeu & BI Makin "Akur", Apa Efeknya Bagi Pasar Modal RI?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/25/kemenkeu-bi-makin-akur-apa-efeknya-bagi-pasar-modal-ri-1790313670745_169.png”}]’); Next Article Per Hari Ini Bank Tumpuk SBN Tak Dapat Tambahan Insentif Likuiditas BI

Analisis mendalam tentang BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *