Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi tercatat sebesar 3,34%.

Tekanan inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi Mei 2026 yang mencatat inflasi 0,28% mtm.

BPS mencatat kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi terbesar adalah sektor transportasi, yakni sebesar 2,29%.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 7,296 juta, serta berada di atas data April yang direvisi menjadi 7,585 juta.

Data tenaga kerja yang masih kuat membuat pasar kembali mencermati arah kebijakan The Fed.

Artinya, inflasi Juni 2026 baik secara bulanan maupun tahunan berada di atas perkiraan pasar.

Dari sisi eksternal,Β Dolar AS cenderung bertahan kuat seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat.

Bureau of Labor Statistics, jumlah lowongan kerja pada Mei naik 9.000 menjadi 7,594 juta.

Sementara itu, peluang suku bunga tetap dipertahankan di level saat ini mencapai 66,30%.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Rupiah Melemah!

Ekspektasi tersebut ikut ditopang oleh data lowongan kerja AS yang masih solid dan menunjukkan ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam.

Berdasarkan data U.S.

Pada periode tersebut, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$2,33 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan defisit pada Mei 2026 terutama disebabkan oleh komoditas migas.

Setelah menahan suku bunga pada rapat Juni di kisaran 3,50%-3,75%, sejumlah pejabat The Fed masih membuka ruang kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada rapat The Fed 28-29 Juli berada di 33,70%.

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (1/7/2026).

Faktor penyebabnya adalah nilai ekspor tercatat US$23,20 miliar, sementara impor mencapai US$24,81 miliar.

Neraca perdagangan Indonesia pun mencatat defisit untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir. yang mengakibatkan Defisit terjadi

Mata uang Garuda dibuka melemah tajam 0,42% ke level Rp17.950/US$.

Koreksi ini melanjutkan pelemahan rupiah pada perdagangan sebelumnya.

Baca: Anak Usaha Prodia (PRDL) Pasang Harga IPO Rp 120 per Saham

Sejak awal perdagangan, rupiah sudah berada di bawah tekanan.

Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,28%.

“Terjadi inflasi sebesar 0,44%,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Realisasi inflasi ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar.

Berdasarkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 sebelumnya diperkirakan naik 0,30% secara bulanan.

Sementara itu, secara tahunan, inflasi diperkirakan mencapai 3,2%.

Tekanan bahkan sempat semakin dalam hingga menyentuh level terlemah harian di Rp17.980/US$, atau tinggal selangkah lagi dari level psikologis Rp18.000/US$.

Namun, pelemahan rupiah sedikit berkurang menjelang akhir perdagangan hingga akhirnya ditutup di level Rp17.930/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,16% ke level 101,351.

//

Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi di tengah rilis data ekonomi domestik yang bernada negatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026.

Tekanan terjadi di tengah rilis sejumlah data ekonomi domestik, mulai dari inflasi hingga neraca perdagangan Indonesia.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda berakhir di zona merah melalui pelemahan 0,31% ke posisi Rp17.930/US$.

Defisit ini menjadi yang pertama sejak April 2020, ketika neraca perdagangan Indonesia juga mencatat defisit sebesar US$0,38 miliar.

Dengan demikian, catatan terbaru ini sekaligus mematahkan tren surplus neraca perdagangan Indonesia selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Jika ditarik lebih jauh, defisit Mei 2026 juga menjadi yang terdalam sejak April 2019.

Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747205, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260701150005-17-747205/rupiah-berakhir-di-zona-merah-dolar-as-naik-ke-rp17930’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 01 July 2026 15:06 Foto: Petugas menjunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di VIP Money Changer, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Neraca migas tercatat defisit US$3,76 miliar, melalui penyumbang utama berasal dari hasil minyak dan minyak mentah.

Selain neraca dagang, BPS juga mengumumkan inflasi Indonesia sebesar 0,44% secara bulanan atau month-to-month (mtm) pada Juni 2026.

Analisis mendalam tentang Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *