Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Erdikha Elit Sekuritas.

Perseroan mengungkapkan, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan modal kerja.

Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747135, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260701125451-17-747135/perusahaan-genset-grup-djarum–bach–tetapkan-harga-ipo-rp442’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 01 July 2026 13:40 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Perseroan menilai kedua sektor tersebut masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan pasokan listrik cadangan dan ekspansi infrastruktur digital di Indonesia.

Yang menarik, IPO ini juga berlangsung di tengah perubahan struktur kepemilikan perusahaan.

Sekitar Rp91,02 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman kepada PT Bank Permata Tbk, sementara sisanya sekitar Rp213,48 miliar dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional dan pembayaran kepada pemasok.

Baca: Inaco (JELI) Pasang Harga IPO Batas Bawah

BACH saat ini menjalankan dua lini bisnis utama, yakni penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Bach Multi Global Tbk (BACH) telah menetapkan harga penawaran sebesar Rp442 per saham untuk melatai di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Angka ini berada di tengah-tengah antara harga penawaran awal (bookbuilding) yang dilaksanakan pada tanggal 22–24 Juni 2026.

Pada saat itu, perseroan menetapkan harga pada kisaran harga Rp400 hingga Rp500 per saham.

Berdasarkan prospektus awal yang diterbitkan perseroan, BACH menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp271,83 miliar dari penawaran umum perdana saham (IPO) tersebut.

Adapun pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 7 Juli 2026.

Namun, struktur tersebut belum menjadi komposisi final lantaran GTP telah menyatakan akan mengeksekusi hak opsi untuk membeli 1,04 miliar saham milik BMSI.

Setelah transaksi tersebut rampung, GTP akan menguasai 51% saham BACH dan menjadi pemegang saham pengendali, sementara kepemilikan BMSI turun menjadi sekitar 26,81%.

Sebagai informasi, GTP adalah perusahaan milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang dikendalikan oleh kelompok usaha Djarum.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622144215-19-744640/video-racikan-portofolio-tahan-banting-mi-saat-suku-bunga-tinnggi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744640?comscore=off”,”time”:412,”title”:”Video: Racikan Portofolio Tahan Banting MI Saat Suku Bunga Tinnggi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/racikan-portofolio-tahan-banting-manajer-investasi-saat-suku-bunga-tinggi-1782115551694_169.png”}]’); Next Article Potret IHSG Mendadak Ambruk!

Sebelum IPO, PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) tercatat sebagai pemegang saham terbesar melalui kepemilikan 61,55%, sementara PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) menggenggam 30% saham perseroan.

Setelah IPO, porsi kepemilikan BMSI akan terdilusi menjadi sekitar 52,32% dan GTP menjadi 25,49%, sedangkan masyarakat akan menguasai 15,06% saham perseroan.

Analisis mendalam tentang Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *