Volatilitas Tinggi dan Pasar Masih Sepi, IHSG Sesi 1 Naik 0,84%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Volatilitas Tinggi dan Pasar Masih Sepi, IHSG Sesi 1 Naik 0,84% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga saat ini masih terbelenggu di zona merah dan belum juga mampu bangkit untuk kembali ke zona hijau seperti bursa-bursa regional lainnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif Dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut, ada sesuatu yang tidak biasa di balik pelemahan bursa pasar modal Indonesia yang berkelanjutan belakangan ini.

“Kalau merah terus-terusan there must be something wrong dan itu yang harus kita jawab,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Sebagai informasi, IHSG sepanjang tahun berjalan telah turun 34,95% dan pada bulan lalu turun 7,9% secara bulanan. 

Adapun mengawali hari pertama di semester II-2026, pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi banyak tantangan, baik dari faktor dalam ataupun luar negeri.

Pilihan Redaksi

  • Saham Konglo Babak Belur Tahun Ini, Siapa Paling Menderita?

    Sebanyak 376 saham naik, 270 turun, dan 313 stagnan. 

    Pada perdagangan pertama bulan ini, pasar masih terbilang sepi.

    Kemudian TLKM, BREN, AMMN, hingga MBMA juga masuk dalam daftar top movers siang ini. 

    Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi pasar saham Indonesia saat ini perlu diperbaiki.

    Di sisi lain, PBB memperingatkan dampak perang masih berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan energi di negara-negara yang rentan. sedangkan Meski ketegangan masih tinggi, harga minyak terus melemah,

    Sebagaimana diketahui, BBCA telah turun 11,26% dalam dua hari perdagangan sebelumnya. 

    Selain itu, emiten Prajogo Pangestu, yaitu BRPT juga menjadi satu penopang IHSG secara signifikan.

    Defisit ini merupakan defisit pertama sejak 6 tahun lalu.

    Kondisi defisit itu disebabkan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, yakni sebesar US$ 24,81 miliar, sedangkan ekspor RI US$ 23,20 miliar.

    Dampak dari hal tersebut adalah prospek perdamaian jangka panjang kedua negara masih belum pasti. akibat

  • Inaco (JELI) Pasang Harga IPO Batas Bawah
  • WIFI Bagi Dividen Rp10,6 M & Angkat Hashim Djojohadikusumo Jadi Komut

Dari global, Iran pada Selasa menegaskan tidak akan mengadakan pertemuan dengan utusan tinggi Amerika Serikat,

Teheran menyatakan fokus saat ini adalah menyelesaikan rincian gencatan senjata yang disepakati dua pekan lalu sebelum membahas isu yang lebih rumit, termasuk program nuklirnya.

Iran menegaskan tetap akan mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz bersama Oman dan berencana mulai mengenakan tarif pelayaran pada pertengahan Agustus setelah masa negosiasi 60 hari berakhir.

BPS mencatat impor migas sebesar US$ 4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy.

Nilai transaksi mencapai Rp 5,86 triliun melalui volume 9,89 miliar saham yang dilakukan dalam 876.700 kali transaksi. 

Volatilitas IHSG juga masih terbilang tinggi.

Kesepakatan sementara AS-Iran juga mencakup upaya mengakhiri konflik Israel-Hezbollah, tetapi implementasinya masih diragukan.

Kemudian pada hari Rabu, S&P Global dijadwalkan merilis data RatingDog China Manufacturing PMI.

Sebagai rujukan, pada bulan Mei 2026, aktivitas manufaktur Tiongkok mencatatkan moderasi melalui indeks melandai ke level 51,8 dari rekor tertinggi lima tahun di posisi 52,2 pada bulan April.

Meski melandai, pencapaian ini masih berada di atas proyeksi pasar sebesar 51,4.

Impor tahunan didorong impor non-migas melalui andil 12,95%.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260626142802-19-746000/video-rupiah-melemah-ihsg-anjlok-lebih-2-sentimen-ini-jadi-sebab”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/746000?comscore=off”,”time”:605,”title”:”Video: Rupiah Melemah & IHSG Anjlok Lebih 2%, Sentimen Ini Jadi Sebab!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/26/rupiah-melemah-ihsg-anjlok-lebih-dari-2-sentimen-ini-penyebabnya-1782460140307_169.png”}]’); Next Article Potret IHSG Mendadak Ambruk!

Setelah sempat dibuka naik 1%, IHSG sempat mampir ke zona merah sebelum akhirnya melesat ke level tertinggi harian di 5.728,22. 

Mengutip Refinitiv, ada tiga sektor yang dominasi penguatan IHSG hari ini, yaitu bahan baku (3,52%), utilitas (2,17%), dan energi (1,31%). 

Bila dirinci, BBCA yang memantul dari level 5.500-an menjadi pengerek utama IHSG dengan bobot 11,71 poin.

Volatilitas Tinggi dan Pasar Masih Sepi, IHSG Sesi 1 Naik 0,84% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747123, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260701120357-17-747123/volatilitas-tinggi-dan-pasar-masih-sepi-ihsg-sesi-1-naik-084’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 01 July 2026 12:35 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi 1 Rabu (1/6/2026) melalui kenaikan 47,39 poin atau 0,84% ke level 5.690,58.

BRPT yang naik 10,12% hingga sesi 1 menyumbang 7,31 poin.

Di sisi lain, tetap solid, ditopang secara masif oleh permintaan domestik.

Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 defisit US$ 1,61 miliar. sedangkan Pertumbuhan pesanan baru dan output termoderasi

Ini adalah defisit pertama RI sejak surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit US$ 3,76 miliar melalui penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah.

Berdasarkan catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16% jika dibandingkan Mei 2025.

Analisis mendalam tentang Volatilitas Tinggi dan Pasar Masih Sepi, IHSG Sesi 1 Naik 0,84% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *