Ini Alasan BI Perketat Underlying Pembelian Dolar Jadi US$10.000

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ini Alasan BI Perketat Underlying Pembelian Dolar Jadi US$10.000 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Sebelumnya, BI telah menurunkan threshold atau batas pembelian dolar sebesar US$ 25.000 per orang per bulan.

Dolar AS Menguat ke Rp17.830

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan langkah tersebut merupakan salah satu upaya memperkuat kebijakan pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valas (PUVA) agar semakin maju, efisien, dan pruden untuk daya tarik investasi asing dan efektivitas kebijakan moneter, termasuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.

“Penguatan prinsip kehati-hatian dalam PUVA melalui implementasi penurunan threshold beli tunai valuta asing terhadap Rupiah tanpa underlying menjadi USD10.000 per pelaku per bulan yang mulai berlaku 1 Juli 2026,” ucap Perry saat konferensi pers RDG BI secara daring, Kamis (18/6/2026).

Perry menegaskan, kebijakan ini efektif mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Ini Alasan BI Perketat Underlying Pembelian Dolar Jadi US$10.000 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 743969, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260619101909-17-743969/ini-alasan-bi-perketat-underlying-pembelian-dolar-jadi-us-10000’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 19 June 2026 11:00 Foto: Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Namun, kini menjadi US$ 10.000 per orang per bulan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Breaking!

Seiring melalui penguatan prinsip kehati-hatian dalam pelaporan lalu lintas devisa melalui penyesuaian treshold kewajiban dukungan pendukung transfer dana ke luar negeri dalam valas dari nominal setara US$ 50 ribu menjadi setara US$ 25 ribu.

Sementara itu Deputi BI Thomas Djiwandono mengatakan bahwa kebijakan ambang batas baru tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan pembelian dolar AS dengan underlying.

“Tahapan yang baru kami proyeksikan bahwa dengan penurunan dengan US$10.000 efektif 1 Juli, meningkatkan transaksi underlying 98,1% dari total transaksi valas,” imbuh Thomas dalam konferensi pers.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260618143550-19-743770/video-bi-kembali-naikkan-suku-bunga-acuan-25-bps-menjadi-575″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/743770?comscore=off”,”time”:735,”title”:”Video: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/18/bi-kembali-naikkan-suku-bunga-acuan-25-menjadi-575-1781770054271_169.png”}]’); Next Article Beli Dolar Tanpa Underlying Maksimal US$10.000, Ini Alasan BI

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan ambang batas pembelian valuta asing secara tunai tanpa agunan atau underlying menjadi US$ 10.000 per bulan.

Analisis mendalam tentang Ini Alasan BI Perketat Underlying Pembelian Dolar Jadi US$10.000 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *