Breaking! IHSG Tiba-Tiba Turun 1% Lebih, Ada Aksi Profit Taking?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking! IHSG Tiba-Tiba Turun 1% Lebih, Ada Aksi Profit Taking? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba balik arah ke zona merah setelah di awal sesi sempat menguat signifikan pada perdagangan Kamis (11/6/2026).

Angka ini naik dari posisi 3,8% pada bulan April dan mencetak rekor tertinggi sejak April 2023.

Secara bulanan, inflasi umum mencatatkan kenaikan 0,5%.

Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat membukukan net sell Rp3,13 triliun di seluruh pasar, meski IHSG berhasil ditutup menguat tajam.

Adapun pasar keuangan Indonesia pada hari ini masih akan dihadapkan melalui dinamika mulai dari perang hingga investor yang terus mencermati ketahanan fiskal dalam negeri maupun kelanjutan makroekonomi global.

IHSG dan rupiah sedang dalam tahap penguatan.

Hingga pukul 10.36 WIB, IHSG turun 1,29% atau terdepresiasi 76 poin ke posisi 5.826,02, mematahkan reli setelah dua hari beruntun ditutup melonjak.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 212 saham menguat, 454 saham melemah, dan 141 saham bergerak stagnan.

IHSG Tiba-Tiba Turun 1% Lebih, Ada Aksi Profit Taking?

Nilai transaksi mencapai Rp9,26 triliun melalui volume perdagangan 14 miliar saham dalam 1,13 juta kali transaksi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Saham FORU Disuspensi Usai Terbang 99%, KING & IFSH Buka Gembok

Volatilitas IHSG masih cukup tinggi hari ini.

Namun, pesta IHSG dan rupiah bisa dirusak oleh duua kabar buruk dari Amerika Serikat yakni serangan baru dari tentara AS serta inflasi AS yang melonjak.

Perang Iran vs AS memanas lagi setelah Amerika Serikat mulai melancarkan serangan ke Iran pada Rabu, menurut pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Dalam unggahan di platform X, CENTCOM menyatakan militer AS mulai “melancarkan serangan tambahan untuk pertahanan diri pada pukul 17.15 waktu ET terhadap sejumlah target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi.” Unggahan tersebut menegaskan bahwa serangan dilakukan “sebagai respons atas agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut.”

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Iran telah menargetkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz melalui serangan rudal dan drone.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan sebelumnya pada Rabu bahwa AS akan kembali menghantam Iran “dengan sangat keras”, meningkatkan ancaman publiknya sambil terus menekan Teheran agar menandatangani sebuah kesepakatan.

“Kami menghantam mereka dengan keras kemarin, dan kami akan menghantam mereka dengan keras lagi hari ini,” kata Trump dalam acara penandatanganan Secure America Act di Gedung Putih.

Sementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat Rabu malam merilis data inflasi periode Mei 2026 yang menunjukkan akselerasi inflasi tahunan ke level 4,2%.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.010 (+1,82%) sebelum akhirnya ambruk 1% lebih.

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global, termasuk dinamika pasar keuangan internasional dan pergerakan arus modal asing.

Lonjakan inflasi utama ini secara spesifik didominasi oleh melesatnya indeks harga energi hingga 3,9% secara bulanan atau 23,5% secara tahunan akibat tekanan pasar komoditas.

Sebaliknya, inflasi inti yang mengecualikan sektor energi dan pangan tampil lebih moderat melalui kenaikan 0,2% secara bulanan dan 2,9% secara tahunan.

Merespons data inflasi kemarin, pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan menahan suku bunga acuan pada pertemuan 17 Juni mendatang, dengan potensi kenaikan baru diprediksi mundur hingga bulan Desember.

Di tengah dinamika pengetatan tersebut, Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, justru mengindikasikan bahwa suku bunga memiliki ruang untuk bergerak lebih rendah di masa depan.

Warsh meyakini bahwa lonjakan produktivitas dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan akan memberikan dampak disinflasi yang signifikan bagi perekonomian secara keseluruhan.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260603133312-19-739757/video-rupiah-dekati-level-rp-18000-per-usd-ihsg-terus-melemah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/739757?comscore=off”,”time”:336,”title”:”Video: Rupiah Dekati Level Rp 18.000 per USD & IHSG Terus Melemah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/03/ihsg-anjlok-ke-5800-an-rupiah-dekati-level-rp-18000-per-usd-1780470721373_169.png”}]’); Next Article Breaking News!

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 741925, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260611103238-17-741925/breaking-ihsg-tiba-tiba-turun-1-lebih-ada-aksi-profit-taking’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 11 June 2026 10:41 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Analisis mendalam tentang Breaking! IHSG Tiba-Tiba Turun 1% Lebih, Ada Aksi Profit Taking? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *