Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Petani Jawa Temukan Emas ‘Harta Karun’ 16 Kg, Ini Ceritanya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Bahkan, jauh sebelum masa itu.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Masyarakat Jawa Hobi Pakai Emas
Dahulu emas memang bisa diperoleh melalui mudah dan murah.
Penampilannya dari atas ke bawah full menggunakan emas.
Saat makan saja mereka menggunakan peralatan berbahan emas.
Sementara penjelajah Eropa Tome Pires dalam Suma Oriental (1944) juga berkata demikian.
Atau mereka bisa mendapatnya dari India.
Seiring waktu, kebiasaan menggunakan emas terus berlanjut.
Namun, saat menggali hingga kedalaman 2,5 meter, cangkulnya membentur sebuah benda keras yang ternyata merupakan guci keramik berisi ratusan artefak emas murni dari masa kerajaan kuno.
“Emas, emas, emass!!!,” teriak SuwarnoΒ kala itu, sebagaimana pernah dimuat laman TempoΒ (3 November 1990).
Pilihan Redaksi
- Siap-Siap Harga Tiket Pesawat Bakal Naik 50%, Ini Sebabnya
- Harga Emas Turun Lagi, Minyak-Dolar AS Tekan Pasar
- Maaf IHSG!
Maka, untuk memperolehnya para penduduk biasa mengimpor emas dari Sumatera, pulau yang memang disebut sebagai ‘Surga Emas’.
Saat berkunjung ke Jawa, penjelajah China takjub melihat para raja hidup mewah.
Erwin Kusuma dalam Uang Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya (2021) mencatat, masyarakat Jawa kuno lazim menggunakan emas dalam transaksi perdagangan di pasar.
Di hadapan para pejabat desa, dia melanjutkan penggalian dan ditemukan harta karun fantastis: 16 Kg emas.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
“Jika dirinci, barang temuan tadi terdiri dari bokor gembung, 6 tutup bokor, 3 gayung, 1 baki, 97 gelang, 22 mangkuk, pipa rokok, guci besar, 2 guci kecil, 11 cincin, 7 piring, 8 subang, tas tangan, keris, manik-manik, dan uang logam,” tulis laman itu lagi.
Penemuan Suwarno kemudian dicatat sejarah sebagai Harta Karun Wonoboyo yang kelak dianggap sebagai temuan arkeologi berupa emas terbesar sepanjang sejarah.
Para arkeolog menyimpulkan seluruh harta karun tersebut berasal dari akhir abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10.
Harta karun Wonoboyo kemudian disimpan di Museum Nasional, Jakarta.
(tps/sef) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260511111231-19-733952/video-eksportir-ikan-pusing-bbm-naik-bikin-biaya-operasional-meroket”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733952?comscore=off”,”time”:459,”title”:”Video: Eksportir Ikan Pusing, BBM Naik Bikin Biaya Operasional Meroket”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/11/eksportir-ikan-pusing-bbm-naik-bikin-harga-jual-ikan-dari-nelayan-meroket-1778473873745_169.png”}]’); Next Article Petani Temukan Emas 16 Kg di Sawah, Begini NasibnyaSeperti diceritakan Nusantara dalam Catatan Tionghoa (2009), penjelajah China tersebut melihat emas bertaburan di sekitar raja.
CNBC Insight Petani Jawa Temukan Emas ‘Harta Karun’ 16 Kg, Ini Ceritanya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735031, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260515062615-17-735031/petani-jawa-temukan-emas-harta-karun-16-kg-ini-ceritanya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); tps, CNBC Indonesia 15 May 2026 09:20 Foto: Ilustrasi (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)
Jakarta, CNBC Indonesia – Masyarakat Desa Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah, pernah digegerkan oleh aksi seorang petani bernama Cipto Suwarno yang secara tidak sengaja menemukan timbunan emas seberat 16 kilogram.
Temuan fenomenal ini terjadi pada tahun 1990 silam saat ia tengah mengerjakan lahan pertaniannya.
Awalnya, Cipto hanya berniat memperbaiki saluran irigasi di sawahnya yang terdampak proyek konstruksi di sekitar lokasi.
Wall Street Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 50.000
Betapa kagetnya dia melihat benda keras bukanlah batu, melainkan guci keramik dibalut emas.
Di titik perhiasan emas kemudian menjadi harta karun terpendam.
Saat mengunjungi Jawa tahun 1513 dia melihat raja Jawa yang sangat kaya.
Lalu, di koin emas terdapat tulisan “Saragi Diah Bunga.”
Terlepas dari kapan dan dari mana harta itu berasal, Harta karun Wonoboyo dapat mengindikasikan bagaimana orang-orang Jawa pada masa kerajaan kuno abad ke-9 dan 10, baik elit atau rakyat biasa, menggunakan emas dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan, para pengawal dan anjing peliharaan juga memakai kalung dan gelang emas.
Meski hobi memakai emas, mereka tak bisa mendapatnya di Pulau Jawa.
Barang itu tertimbun di bawah tanah antah berantah yang terus menjadi objek pemburu harta karun.
Sampai akhirnya, emas kerajaan ditemukan dalam skala besar di Wonoboyo.
Alhasil, benda berharga itu melekat dalam kehidupan masyarakat Jawa kuno.
Berbagai catatan menunjukkan di era Majapahit (1293-1527 M), misalnya, para bangsawan kerap memiliki emas dalam jumlah besar.
Hanya saja, transaksi melalui emas digunakan dalam skala besar, seperti jual-beli tanah, bukan transaksi di pasar.
Kaitan antara masyarakat Jawa dan emas juga kerap menjadi sorotan penjelajah asing.
Dia menyoroti kebiasaan putri dari Raja Daha yang kerap menggunakan kereta berlapis emas.
Lalu, arkeolog Slamet Mulyana dalam Menuju Puncak Kemegahan (2012), menceritakan bagaimana emas menjadi barang idaman di era Majapahit seperti yang ditulis oleh Empu Prapanca dalam Nagarakertagama.
Berbagai benda dilapisi oleh emas, mulai dari kereta hingga kipas.
Selain itu, sebagaimana dipaparkan Stuart Robson dalam Desawarna by Mpu Prapanca (1995), kerajaan Daha yang sezaman melalui Majapahit juga punya kebiasaan serupa.
“Ia ingin sama melalui empu Winada yang bercita-cita mengumpulkan banyak uang dan emas,” tulis Prapanca, ditulis ulang oleh Slamet Mulyana.
Kegemaran mengoleksi emas juga tak hanya buat estetika, tapi juga transaksi perdagangan.
Namun, saat runtuhnya kerajaan kuno dan kemunculan kolonialisme, terjadi perubahan pola hidup.
Faktor penyebabnya adalah bentuk temuan emas yang sesuai dengan zamannya. yang mengakibatkan Kesimpulan ini diperoleh
Analisis mendalam tentang Petani Jawa Temukan Emas ‘Harta Karun’ 16 Kg, Ini Ceritanya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
