Geger Harta Karun 30.000 Ton Emas di Banten ‘Dirampok’ Asing

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Geger Harta Karun 30.000 Ton Emas di Banten ‘Dirampok’ Asing yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hanya saja, pabrik tersebut tak bisa menampung semua hasil eksploitasi emas saking banyaknya.

Meski habis, kejayaan tambang emas Cikotok diteruskan oleh tambang emas yang lebih besar, yakni Freeport di Papua.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260511111231-19-733952/video-eksportir-ikan-pusing-bbm-naik-bikin-biaya-operasional-meroket”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733952?comscore=off”,”time”:459,”title”:”Video: Eksportir Ikan Pusing, BBM Naik Bikin Biaya Operasional Meroket”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/11/eksportir-ikan-pusing-bbm-naik-bikin-harga-jual-ikan-dari-nelayan-meroket-1778473873745_169.png”}]’); Next Article Orang Jawa Doyan Kumpulkan Emas Sampai Mengejutkan Orang China-Eropa

Faktor penyebabnya adalah kandungan emasnya habis. yang mengakibatkan Pada era kemerdekaan, tambang emas Cikotok diambil alih NV Perusahaan Pembangunan Pertambangan dan kemudian diteruskan PT Aneka Tambang pada 1974.

Riwayat tambang emas Cikotok harus berakhir pada 2005

Menurut harian de Indische Courant (25 Juli 1939), pemerintah kolonial membangun akses baru dari Rangkasbitung dan Pelabuhan Ratu.

Selain itu dibangun pula pabrik berkapasitas 20 ton per hari.

Bahkan, selama pekerjaan pun, para kuli sering menemukan emas melalui berat bervariasi.

“Selama pekerjaan, sering ditemukan emas dengan berat beragam.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Ternyata, ada penemuan cadangan emas hingga 30.000 ton di wilayah Banten.

Sementara, penduduk pribumi sama sekali tak mendapat keuntungan dan kesejahteraan dari penambangan emas, sekalipun pemerintah kolonial menjanjikan kesejahteraan bagi pribumi.

Singkat cerita, sumber emas Cikotok menjadi penambangan emas terbesar yang pernah dimiliki pemerintah kolonial hingga berlanjut ke pemerintah Republik Indonesia.

Paling tinggi mencapai 126 gram,” tulis de Indische Courant (25 Juli 1939).

Pada 1933, penambangan emas sudah memberikan catatan baik.

“Hingga saat ini ditemukan emas sebesar 30.000 ton dari Cikotok,” tulis laporan tersebut, sebagaimana dikutip dari arsip sejarah.

Eksploitasi Masif Pihak Asing

Temuan ini praktis membuat pemerintah kolonial langsung bergerak cepat.

Bahkan, pemerintah bisa mendapat emas jauh lebih besar.

“Jumlah emas yang terungkap dari eksplorasi berjumlah lebih dari 61.000 ton emas melalui nilai 3,68 miliar gulden,” tulis de Locomotief (29 Maret 1933).

Meski begitu, banyaknya emas hanya menguntungkan satu pihak saja, yakni pemerintah kolonial.

Sayangnya, “durian runtuh” ini tidak sepenuhnya jatuh ke tangan rakyat Indonesia, melainkan dikuasai oleh pihak asing pada masa kolonial.

Jejak ‘Gunung Emas’ di Selatan Batavia

Kisah ini bermula di Cikotok, sebuah wilayah di selatan Banten yang jaraknya hanya sekitar 200 km dari Jakarta (dahulu Batavia).

Desas-desus mengenai kandungan emas di wilayah ini sebenarnya sudah lama terdengar oleh pemerintah kolonial Belanda.

Namun, penelitian serius baru membuahkan hasil setelah seorang ahli geologi bernama Oppenoorth melakukan penyusuran mendalam.

CNBC Insight Geger Harta Karun 30.000 Ton Emas di Banten ‘Dirampok’ Asing Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735067, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260515095256-17-735067/geger-harta-karun-30000-ton-emas-di-banten-dirampok-asing’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 15 May 2026 13:00 Foto: Emas batangan.

Jalur pengangkutan tambang pun tak hanya diakses dari Sukabumi.

Tercatat ada 400 Km2 wilayah penambangan di Cikotok.

Jakarta, CNBC Indonesia – Emas hingga kini masih menjadi instrumen investasi safe haven paling diburu masyarakat global.

Meski harus membabat hutan belantara dan medan yang ekstrem, upaya ini akhirnya menyingkap tabir harta karun yang luar biasa.

Pada Maret 1928, surat kabar Sumatra-bode melaporkan temuan yang mencengangkan.

Untuk mengeruk kekayaan tersebut, hak operasional diberikan kepada perusahaan asing, NV Mijnbouw Maatchappij Zuid Bantam.

Pilihan Redaksi

  • Petani Jawa Temukan Emas ‘Harta Karun’ 16 Kg, Ini Ceritanya
  • Harga Antam 15 Mei 2026, Turun Rp 20.000

Dari sini, penambangan emas dilakukan secara masif.

Emas pun bisa diraih hanya melalui menggali 50 meter.

(AP Photo)

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Namun, siapa sangka jika sejarah mencatat sebuah temuan fantastis di tanah air yang sempat membuat geger dunia.

Analisis mendalam tentang Geger Harta Karun 30.000 Ton Emas di Banten ‘Dirampok’ Asing akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *