Harta Prajogo Pangestu Lenyap Rp 31,5 Triliun Dalam 1×24 Jam

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harta Prajogo Pangestu Lenyap Rp 31,5 Triliun Dalam 1×24 Jam yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Namun kini kekayaannya tercatat ‘hanya’ US$ 18,6 miliar atau lenyap lebih dari Rp 875 triliun dalam dua tahun, mengutip data Forbes Realtime Billionaire.

Meski begitu, Prajogo masih menempati posisi ke-153 orang terkaya di dunia.

Sebulan sebelumnya, perusahaan itu juga mengumumkan rencana pembelian jaringan SPBU ExxonMobil di Singapura.

Tak hanya itu, pada April 2025, Chandra Asri bersama Glencore menyelesaikan pembelian aset Shell di Singapura.

Setelah membawa perusahaan tambang batu bara Petrindo Jaya Kreasi melantai di bursa pada 2023, ia kembali mencatatkan unit bisnis energi terbarukan, Barito Renewables Energy, pada tahun yang sama.

Forbes juga menyoroti sejumlah langkah bisnis strategis Prajogo dalam beberapa tahun terakhir.

Anak usaha Chandra Asri, yakni Chandra Daya Investasi, kemudian dipisahkan dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025.

Berlanjut pada 2011 ketika Chandra Asri melakukan merger melalui Tri Polyta Indonesia.

Pada periode yang sama, dana investasi milik negara Indonesia dikabarkan akan berpartisipasi dalam proyek pabrik kimia Chandra Asri senilai US$800 juta.

Di luar sektor energi dan petrokimia, Prajogo juga mulai memperluas bisnis ke energi hijau.

Budi Hartono, dan Anthoni Salim.

Forbes mencatat, Prajogo yang kini berusia 82 tahun memperoleh sebagian besar kekayaannya dari sektor petrokimia dan energi.

Pengusaha kelahiran Indonesia itu dikenal sebagai sosok self made billionaire yang memulai bisnisnya dari nol.

Putra seorang pedagang karet tersebut memulai karier bisnis di industri kayu pada akhir 1970-an.

Berdasarkan data terbaru Forbes Real Time Billionaires per 14 Mei 2026, kekayaannya turun US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,5 triliun (asumsi kurs Rp17.500/US$) dalam 1×24 jam.

Harta kekayaan Prajogo merosot menyusul pengumuman MSCI yang mengeluarkan saham Grup Barito dalam indeks bergengsi tersebut, yakni BREN, TPIA dan CUAN.

Sebanyak 6 saham milik Prajogo kompak berakhir di zona merah yakni Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Daya Investasi (CDIA), Petrosea (PTRO), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Barito Pacific (BRPT) dan Chandra Asri Pacific (TPIA.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Ambruknya saham-saham milik Prajogo ikut menyeret IHSG yang anjlok nyaris 2% dan turun ke level 6.700-an.

Saham-saham milik Prajogo juga masuk dalam 10 emiten yang paling membebani kinerja IHSG pada perdagangan kemarin. 

Harta kekayaan Prajogo tercatat dalam trajektori penurunan signifikan, sebelumnya pada Mei 2024 harta kekayaan Prajogo sempat menembus US$ 70 miliar atau setara Rp 1.200 triliun (asumsi kurs Rp 17.400/US$).

Penggabungan tersebut menjadikan perusahaan itu sebagai salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.

Sementara di Indonesia, dia masih menjadi orang terkaya melalui jumlah harta di atas Low Tuck Kwong, R.

Harta Prajogo Pangestu Lenyap Rp 31,5 Triliun Dalam 1×24 Jam Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734952, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260514131437-17-734952/harta-prajogo-pangestu-lenyap-rp-315-triliun-dalam-1×24-jam’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Ferry Sandi,  CNBC Indonesia 14 May 2026 15:45 Foto: Prajogo Pangestu.

Di tahun yang sama, perusahaan energi asal Thailand, Thaioil, juga masuk melalui mengakuisisi 15% saham Chandra Asri.

Ekspansi Prajogo tidak berhenti di sektor petrokimia.

Pada November 2025, Chandra Asri memperoleh pendanaan sebesar US$750 juta dari KKR untuk mendukung akuisisi aset Esso Singapore.

Ini Fakta Pahitnya”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/07/cnbc-indonesia-tv-1778146766866_169.jpeg”}]’); Next Article Imbas MSCI, Harta Prajogo Lenyap Rp 69 Triliun di Hari Ulang Tahun

Pada Agustus 2024, Forbes melaporkan miliarder Prajogo Pangestu bersama keluarga Zobel de Ayala berencana mengembangkan proyek tenaga angin di Indonesia.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260507162728-19-733179/video-benar-ihsg-selalu-menguat-saat-ekonomi-naik-ini-fakta-pahitnya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733179?comscore=off”,”time”:762,”title”:”Video: Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik?

Sementara unit usaha lainnya, Petrosea, memperoleh kontrak pertambangan senilai US$954 juta dari Vale dan kontrak US$214 juta dari Grup Sinar Mas.

Forbes juga mencatat pada Juni 2025, IPO Chandra Daya Investasi memberikan valuasi perusahaan sebesar US$1,4 miliar.

(Dok: Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia — Konglomerat Indonesia Prajogo mengalami penyusutan kekayaan signifikan dalam sehari perdagangan.

Seiring berjalannya waktu dan pengurangan bisnis kayu, perusahaan tersebut kemudian berganti nama menjadi Barito Pacific pada 2007.

Pada tahun yang sama, Barito Pacific mengakuisisi 70% saham perusahaan petrokimia tercatat, Chandra Asri.

Pada 2015, Chandra Asri Petrochemical bekerja sama melalui produsen ban asal Prancis, Michelin, untuk mengembangkan pabrik karet sintetis di Indonesia.

Kemudian pada 2022, kantor keluarga Prajogo mengambil alih kendali produsen energi termal Star Energy setelah mengakuisisi 33% saham perusahaan tersebut dari BCPG Thailand dengan nilai transaksi mencapai US$440 juta.

Dalam perkembangan terbaru, nama Prajogo kembali menjadi sorotan setelah sejumlah aksi korporasi besar.

Perusahaannya, Barito Pacific Timber, melantai di bursa saham pada 1993.

Analisis mendalam tentang Harta Prajogo Pangestu Lenyap Rp 31,5 Triliun Dalam 1×24 Jam akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *