Investor Tunggu Kepastian MSCI, IHSG Melemah 0,68% ke 6.858

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Investor Tunggu Kepastian MSCI, IHSG Melemah 0,68% ke 6.858 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Di mana pada pembukaan Rupiah dibuka di zona merah melalui pelemahan sebesar 0,43% ke level Rp17.480/US$.

Namun demikian kinerja IHSG tercatat menjadi salah satu yang terburuk hari ini, melalui hanya indeks KOSPI Korea Selatan yang mencatatkan pelemahan lebih besar dari IHSG atau mencapai lebih dari 2%.

Senada bursa Eropa juga diharapkan dibuka di zona merah dengan sejumlah sentimen negatif masih terus membayangi.

Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual dan wait and see menjelang pengumuman review MSCI yang dijadwalkan hari ini.

Tetapi itu adalah short term pain untuk long term gain,” ujar Jeffrey.

BEI menegaskan reformasi pasar modal akan terus dilanjutkan, termasuk mendorong peningkatan free float emiten agar memenuhi standar global.

Selain faktor domestik, sentimen global juga masih membebani pasar emerging market setelah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Meski IHSG tertekan, sejumlah saham masih menjadi penopang indeks.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 16,29 triliun yang melibatkan 32,97 miliar saham dalam 2,53 juta kali transaksi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Calon Dirut Bursa Jalani Fit & Proper Hari Ini, Intip 4 Namanya

Secara sektoral, sektor kesehatan menjadi penekan terbesar melalui koreksi mencapai 4,78%, disusul utilitas -2,24% serta teknologi melemah -4,08%.

Dari sisi saham, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi pemberat terbesar IHSG dengan kontribusi penurunan 24,21 poin indeks.

Akan tetapi pada akhir perdagangan sesi kedua, IHSG berbalik arah dan ambruk ke level 6.858,90 atau turun 0,68%.

Sebanyak 463 saham melemah, 207 menguat dan 151 lainnya stagnan.

Iran menegaskan tuntutannya sah, sementara Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan bahwa militer Iran siap merespons setiap agresi.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260511083428-19-733891/video-risiko-ri-keluar-dari-indeks-emerging-market-mereda”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733891?comscore=off”,”time”:60,”title”:”Video: Risiko RI Keluar Dari Indeks Emerging Market Mereda”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/11/risiko-ri-keluar-dari-indeks-emerging-market-mereda-1778467725127_169.png”}]’); Next Article IHSG Anjlok Lagi 1,43% Tertekan Kinerja Emiten Teknologi Ini

Saham MORA pada awalnya melaju kuat melalui kenaikan 15% lebih dan menjadi penggerak utama IHSG.

Faktor penyebabnya adalah telah mencapai level Rp17.500/US$.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengalami pelemahan ke level Rp17.500/US$ pada pukul 9.15 WIB. yang mengakibatkan Disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), serta PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC).

Adapun nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi ini pada level pelemahan sepanjang sejarah

Investor Tunggu Kepastian MSCI, IHSG Melemah 0,68% ke 6.858 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734455, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260512161324-17-734455/investor-tunggu-kepastian-msci-ihsg-melemah-068-ke-6858’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 12 May 2026 16:30 Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), meski sempat bertenaga pada awal pembukaan pasar, yang mana IHSG sempat melaju melalui kuat dan bahkan sempat naik 1%.

DXY pada pembukaan juga terpantau menguat 0.21% ke posisi 98,115

Hal ini dipicu oleh Presiden AS Donald Trump yang mengatakan gencatan senjata melalui Iran kini “di ujung tanduk” setelah Teheran menolak proposal Washington untuk mengakhiri perang.

Iran menuntut penghentian konflik di semua front, termasuk di Lebanon, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan blokade laut AS, jaminan tidak ada serangan lanjutan, dan pemulihan ekspor minyaknya.

Teheran juga menegaskan kendalinya atas Strait of Hormuz, jalur yang biasanya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Trump menyebut respons Iran “sama sekali tidak dapat diterima” dan mengatakan gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April kini sangat rapuh.

Tapi Insya Allah long term gain,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026).

Bursa Efek Indonesia mengakui adanya potensi penurunan bobot Indonesia di MSCI dalam jangka pendek apabila tidak ada saham baru yang masuk indeks.

“Kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, dalam jangka pendek mungkin saja bobot Indonesia turun.

Akan tetapi tidak lama berselang, MORA anjlok hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) 15% ke level 7.650.

Selanjutnya ada Astra International (ASII) yang menekan indeks 7,98 poin, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 7,15 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 6,64 poin.

Kinerja saham RI sejalan melalui pergerakan bursa di kawasan Asia-Pasifik di mana mayoritas indeks acuan bergerak di zona merah.

Di sisi lain, diyakini akan berdampak positif dalam jangka panjang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pengumuman MSCI, sembari menegaskan langkah reformasi pasar modal yang dilakukan regulator merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas pasar.

“Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah. sedangkan Pasar khawatir Indonesia kembali mengalami penurunan bobot dalam indeks global MSCI, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing.

Menjelang pengumuman tersebut, regulator hingga pelaku pasar kompak menilai reformasi pasar modal Indonesia memang berpotensi memicu tekanan jangka pendek,

PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) menjadi penggerak utama melalui kontribusi kenaikan 2,58 poin indeks.

Analisis mendalam tentang Investor Tunggu Kepastian MSCI, IHSG Melemah 0,68% ke 6.858 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *