Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Saudi Aramco Beri Peringatan Stok BBM Global Menuju Level Kritis yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Raksasa migas Arab Saudi, Saudi Aramco, telah memperingatkan bahwa cadangan bahan bakar dunia berpotensi menyentuh level “sangat kritis” apabila penutupan Selat Hormuz terus berlanjut hingga musim panas.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Chief Executive Officer Aramco, Amin Nasser mengatakan stok bensin dan bahan bakar pesawat mengalami penurunan tercepat sejak konflik Iran pecah dan jalur pelayaran utama energi dunia itu terganggu.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Damai AS VS Iran Terancam Gagal, Harga Minyak Tembus US$105
Nasser mengungkapkan, dunia telah kehilangan pasokan minyak kumulatif sekitar 1 miliar barel sejak perang Iran dimulai.
Saudi Aramco Beri Peringatan Stok BBM Global Menuju Level Kritis Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734453, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260512160639-17-734453/saudi-aramco-beri-peringatan-stok-bbm-global-menuju-level-kritis’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 12 May 2026 17:30 Foto: Kondisi fasilitas minyak Aramco usai serangan drone (REUTERS/Hamad l Mohammed)
Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran besar di pasar energi global.
Upaya itu berhasil mengimbangi penurunan ekspor secara keseluruhan sejak Maret.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260422101341-19-728781/video-jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minyak-meroket”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728781?comscore=off”,”time”:519,”title”:”Video: Jurus Emitan Migas Genjot Produksi Saat Harga Minyak Meroket”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/22/jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minya-meroket-efek-perang-1776829739569_169.png”}]’); Next Article Selat Hormuz Membara, Harga Minyak Sentuh US$101 per Barel
Bahkan, setiap pekan Selat Hormuz tertutup, sekitar 100 juta barel tambahan hilang dari pasar global.
“Satu-satunya bantalan yang tersedia saat ini adalah stok onshore” tetapi telah “menipis secara signifikan”, kata Nasser, mengutip Financial Times, Selasa (12/5/2026).
Selat Hormuz yang merupakan jalur vital biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Alternatifnya adalah kenaikan tajam lebih lanjut pada harga bahan bakar olahan, yang berpotensi memicu inflasi secara global.
“Kesimpulan kami adalah bahwa bagaimanapun juga, selat tersebut akan dibuka kembali pada bulan Juni,” ungkapnya.
Namun, Ia mengungatkan, pasar hanya akan mempercayai pengumuman yang jelas dan kredibel, yang disahkan dan dikonfirmasi oleh kedua belah pihak.
“Fase berikutnya dari guncangan ini mungkin tidak akan terlihat seperti lonjakan harga minyak mentah tradisional, melainkan lebih seperti krisis pengolahan dan bahan bakar pengguna akhir,” imbuhnya.
Meski demikian, Nasser menilai pasar masih terlalu optimistis terhadap jumlah minyak yang tersedia di penyimpanan global.
Namun kapasitas pelepasan cadangan tersebut tetap terbatas.
“Di Eropa dan AS, jumlah maksimum yang dapat ditarik dari sana adalah 2 juta barel per hari,” kata Nasser.
Aramco juga mulai mempertimbangkan perluasan kapasitas ekspor minyak melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Gangguan di kawasan itu telah memaksa sejumlah negara Asia mengurangi konsumsi energi, sementara negara-negara Barat mulai lebih agresif menggunakan cadangan strategis dan komersial mereka.
Sebagai informasi, harga minyak telah berfluktuasi secara drastis dalam 10 minggu terakhir, naik hingga US$126 per barel pada akhir April sebelum turun kembali ke sekitar US$100 per barel, seiring melalui sinyal dari pemerintahan Trump bahwa mereka mencari penyelesaian jangka panjang untuk konflik tersebut.
JPMorgan juga memperingatkan bahwa stok minyak komersial di negara maju bisa mendekati batas tekanan operasional pada awal Juni.
Kondisi ini dinilai dapat mempersempit kemampuan pasar global untuk menutup kekurangan pasokan Timur Tengah.
Kepala strategi komoditas global JPMorgan, Natasha Kaneva, menilai kondisi ini dapat memaksa tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran, meski Gedung Putih dan Teheran masih berselisih mengenai rencana perjanjian damai.
Faktor penyebabnya adalah terkunci dalam kebutuhan operasional seperti isi pipa dan batas minimum tangki penyimpanan.
“Tingkat persediaan agregat secara global bukanlah cerminan yang tepat dari ketatnya pasar fisik yang kita lihat saat ini,” kata Nasser.
Sementara Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) kini mengoordinasikan pelepasan cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarah guna meredam dampak perang Iran. yang mengakibatkan Ia menegaskan sebagian besar stok sebenarnya tidak bisa langsung digunakan
Faktor penyebabnya adalah kenaikan harga minyak dan kemampuan untuk mengalihkan ekspor minyak dari Teluk ke pelabuhan Laut Merahnya. yang mengakibatkan Langkah itu menjadi sinyal bahwa Arab Saudi ingin mengurangi ketergantungan ekspor minyak melalui Selat Hormuz yang kini semakin rentan terhadap konflik geopolitik.
Sebab, jika Selat Hormuz masih tertutup hingga pertengahan Juni, pasar minyak mungkin akan tetap tidak stabil hingga tahun depan, katanya pada Senin.
“Semakin lama gangguan pasokan berlanjut, bahkan hanya beberapa minggu lagi, akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama bagi pasar minyak untuk kembali seimbang dan stabil,” kata Nasser.
Meskipun Aramco dapat mencapai tingkat produksi minyak berkelanjutan maksimumnya sebesar 12 juta barel per hari jika selat tersebut dibuka kembali, Nasser mengatakan negara-negara lain akan kesulitan untuk meningkatkan produksi secara cepat.
Laba Aramco pada tiga bulan pertama tahun ini meningkat
Analisis mendalam tentang Saudi Aramco Beri Peringatan Stok BBM Global Menuju Level Kritis akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
