Penyebab Tiba-Tiba IHSG Ambruk 2,5% di Sesi 2

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penyebab Tiba-Tiba IHSG Ambruk 2,5% di Sesi 2 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) juga melaporkan serangan drone dan rudal.

ASX200 turun paling dalam, yakni -1,51%, HSI -0,87%, dan Nikkei -0,19%.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260507162728-19-733179/video-benar-ihsg-selalu-menguat-saat-ekonomi-naik-ini-fakta-pahitnya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733179?comscore=off”,”time”:762,”title”:”Video: Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik?

Saat ini, kebijakan itu kata dia masih didiskusikan melalui Kementerian ESDM.

Baca: 11 Update Perang: AS-Iran Saling Tembak, Trump-Xi Jinping Bertemu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengenaan bea keluar plus windfall tax profit untuk komoditas nikel ditujukan untuk mengompensasi subsidi energi yang telah digelontorkan pemerintah di tengah tingginya gejolak harga minyak mentah dunia, akibat konflik di Timur Tengah.

Terpisah, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah menetapkan deretan kebijakan perpajakan yang akan berlaku pada 2027, untuk mengejar rasio penerimaan negara sebesar 11,82%-12,40% PDB.

Rasio penerimaan negara pada 2027 itu terdiri dari target Penerimaan Perpajakan sebesar 10,02%-10,50% PDB dan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP sebesar 1,80%-1,89% PDB.

Dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, terungkap bahwa upaya untuk mengejar target rasio itu ditempuh melalui modernisasi administrasi perpajakan dan PNBP, integrasi basis data didukung oleh digitalisasi untuk mencegah kebocoran dan menangkap seluruh aktivitas ekonomi (termasuk sektor informal).

Termasuk kebijakan di dalamnya ialah penerapan windfall tax.

Hal ini dilakukan agar pengelolaan sumber daya alam dinilai bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah ingin memastikan bahwa baik tambang lama maupun baru dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan negara.

Tekanan jual terbilang besar yang terlihat dari nilai transaksi yang mencapai lebih dari Rp 30 triliun bahkan sebelum perdagangan usai. 

Tercatat saham-saham komoditas mengalami koreksi dalam, termasuk kontraktor pertambangan. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Mengutip Refinitiv, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi pemberat utama melalui bobot -17,19 poin.

Model ini dinilai dapat menjadi referensi untuk diterapkan di sektor minerba.

Dari luar negeri, ketegangan kembali terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Kamis-Jumat (8/5/2026).

Salah satu pendekatan yang dipertimbangkan adalah mengadopsi pola kerja sama seperti di sektor migas.

Adapun, di sektor migas setidaknya terdapat skema cost recovery dan gross split yang digunakan dalam kontrak kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta.

Ini Fakta Pahitnya”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/07/cnbc-indonesia-tv-1778146766866_169.jpeg”}]’); Next Article IHSG Bisa Tembus 10.000 Tahun Ini?

Pajak ini kerap disebut sebagai windfall profit tax.

Pengenaan windfall tax terhadap sektor pertambangan dan pengelolaan nikel ini akan dikenakan beriringan melalui pemberlakuan bea keluar.

Penyebab Tiba-Tiba IHSG Ambruk 2,5% di Sesi 2 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 733511, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260508151452-17-733511/penyebab-tiba-tiba-ihsg-ambruk-25-di-sesi-2’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 08 May 2026 15:34 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak ambruk 179,4 poin atau -2,5% ke level 6.994 per pukul 15.33 WIB pada perdagangan hari ini, Jumat (8/5/2026).

Mayoritas saham mengalami koreksi.

Pengumuman pertemuan Presiden AS DonaldfTrump dan Presiden Xi Jinping juga dipaparkan.

Seiring melalui hal tersebut bursa di kawasan juga masuk ke zona merah.

“Penguatan pengawasan, simplifikasi regulasi untuk mengurangi informalitas, penerapan windfall tax secara terukur dan terarah, serta penguatan sinergi pusat dan daerah,” dikutip dari dokumen RKP 2027, Jumat (8/5/2026).

Selain itu, pemerintah tengah mengkaji penerapan sistem bagi hasil seperti di sektor minyak dan gas bumi (migas) untuk industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba).

Dalam update terbaru, saling tembak dilakukan kedua negara di Selat Hormuz.

Serangan juga dilaporkan terjadi di langit Teheran.

Kemudian Barito Renewables Energy (BREN) -12,91 poin, Merdeka Copper Gold -12,33 poin, Bumi Resources Minerals (BRMS) -7,5 poin, dan Amman Mineral (AMMN) -6,99 poin. 

Koreksi dalam pada saham-saham komoditas, khususnya nikel seiring melalui rencana pemerintah untuk menerapkan pajak baru untuk sektor batu bara dan nikel atas ‘durian runtuh’ keuntungan industri.

Analisis mendalam tentang Penyebab Tiba-Tiba IHSG Ambruk 2,5% di Sesi 2 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *