Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Anak Usaha Telkom, Mitratel (MTEL) Mau Merger dengan Dua Entitas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
(MTEL) bakal menggabungkan dua entitas anak usahanya, yakni PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT), ke dalam perseroan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sementara Pemerintah Singapura menggenggam 5,33% dan PT Maleo Investasi sebesar 5,98%.
Dari sisi kinerja, MTEL membukukan pendapatan Rp9,53 triliun sepanjang 2025, naik dibandingkan Rp9,30 triliun pada 2024.
Laba tahun berjalan tercatat Rp2,11 triliun melalui total aset mencapai Rp58,35 triliun.
Manajemen menilai penggabungan PST dan UMT tidak akan berdampak material terhadap kondisi keuangan konsolidasian MTEL lantaran kedua entitas tersebut selama ini memang sudah terkonsolidasi dalam laporan keuangan perseroan.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260424095703-19-729509/video-laba-rp-327-triliun-astra-bagikan-dividen”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/729509?comscore=off”,”time”:254,”title”:”Video: Laba Rp 32,7 Triliun, Astra Bagikan Dividen”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/24/laba-rp-327-t-pt-astra-internasional-tbk-bagikan-dividen-1776999985779_169.png”}]’); Next Article Bikin Anak Usaha Baru, Emiten Prajogo Ini Ekspansi ke Bisnis Kesehatan
Faktor penyebabnya adalah PST dan UMT merupakan anak usaha yang 100% sahamnya dimiliki MTEL. yang mengakibatkan Perseroan juga akan menambah sejumlah kegiatan usaha baru melalui penambahan kode KBLI, mulai dari layanan akses internet, Internet of Things (IoT), managed services, hingga penyediaan tenaga kerja teknis.
“Penambahan KBLI 61104, 61909, 62204, dan 78200 merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi MTEL sebagai platform infrastruktur digital terintegrasi (Next-Gen TowerCo) serta mendukung optimalisasi peluang pasar pasca merger PST dan UMT,” tulis manajemen dalam dokumen tersebut, dikutip Jumat (8/5/2026).
MTEL menegaskan merger tidak akan mengubah struktur pemegang saham perseroan
Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021).
Seluruh aset, liabilitas, hak, dan kewajiban PST maupun UMT nantinya otomatis beralih ke MTEL.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Manajemen menyebut penggabungan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi MTEL sebagai platform infrastruktur digital terintegrasi atau Next-Gen TowerCo.
Adapun rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk meminta restu para pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026.
Merger dilakukan melalui skema MTEL sebagai perusahaan penerima penggabungan, sementara PST dan UMT akan berakhir demi hukum tanpa proses likuidasi setelah aksi efektif berjalan.
Anak Usaha Telkom, Mitratel (MTEL) Mau Merger melalui Dua Entitas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 733470, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260508140608-17-733470/anak-usaha-telkom-mitratel–mtel–mau-merger-dengan-dua-entitas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 08 May 2026 14:16 Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
Langkah merger internal tersebut dijadwalkan efektif pada 1 Juli 2026.
Dalam ringkasan rancangan penggabungan usaha yang diterbitkan 8 Mei 2026, MTEL menyebut aksi korporasi ini telah memperoleh persetujuan dewan komisaris masing-masing perusahaan pada 6 Mei 2026.
Dengan demikian, aksi ini tidak menimbulkan dilusi kepemilikan maupun perubahan pengendali.
Saat ini, pemegang saham utama MTEL adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Analisis mendalam tentang Anak Usaha Telkom, Mitratel (MTEL) Mau Merger dengan Dua Entitas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
