Saham Intel Berjaya Sejak 1987, Naik hingga 24%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Saham Intel Berjaya Sejak 1987, Naik hingga 24% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Namun kini, perusahaan mulai menunjukkan perkembangan, meski sejumlah analis masih menunggu bukti keberhasilan teknologi manufaktur generasi berikutnya, yakni 14A yang ditargetkan hadir pada 2028 atau setelahnya.

Sebelumnya Intel sempat menyatakan akan menunggu kehadiran pelanggan utama sebelum menggelontorkan investasi besar untuk teknologi tersebut.

Ini menjadi sinyal pemulihan setelah dalam lima dari tujuh kuartal sebelumnya perusahaan mencatat penurunan pendapatan secara tahunan.

Tan menegaskan bahwa CPU merupakan “fondasi yang tak tergantikan dalam era kecerdasan buatan.”

Sementara itu, analis dari Citi juga menaikkan rekomendasi saham Intel dari netral menjadi beli, melalui proyeksi peningkatan penjualan CPU bagi seluruh pemasok dalam beberapa tahun ke depan.

(saw/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260402152103-19-723579/video-bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723579?comscore=off”,”time”:363,”title”:”Video: Bocoran Investasi Pengelola Dana Jumbo Pascalebaran-Era Perang”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/02/bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang-1775119615584_169.png”}]’); Next Article Catatkan Kinerja Cemerlang, Tugu Insurance Sabet Penghargaan Ini

Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap tanda-tanda kebangkitan perusahaan di tengah derasnya permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari CNBC, saham perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat itu ditutup di level US$82,57 dan telah menguat 124% sepanjang tahun ini, setelah sebelumnya melonjak 84% sepanjang 2025.

Kenaikan terbaru ini bahkan melampaui lonjakan 23% pada 18 September lalu, saat Nvidia menyepakati investasi senilai US$5 miliar ke Intel.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan yang mulai menjabat awal tahun lalu, minat investor kembali pulih.

Namun pada Januari lalu, Tan menyatakan bahwa perusahaan akan “melaju besar-besaran ke teknologi 14A.”

Dalam paparan kinerja terbaru, ia juga mengungkapkan bahwa “sejumlah pelanggan saat ini sedang aktif mengevaluasi teknologi tersebut,” melalui perkembangan yang disebut lebih cepat dibandingkan teknologi 18A sebelumnya.

Pendorong utama pertumbuhan saat ini datang dari bisnis pusat data.

Ia dinilai berhasil memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, menarik investasi dari pemerintah Amerika Serikat di era Donald Trump, serta menggiring Intel masuk kembali ke pusaran bisnis AI yang sebelumnya sempat tertinggal.

Baca: Ternyata Ini Masalah yang Bikin CEO Bank Terbesar ASEAN Sulit Tidur

“CEO baru Intel telah memperbaiki neraca keuangan dan menjalankan strategi yang tampaknya membawa Intel kembali ke jalur kompetitif,” Analis Evercore ISI dalam laporannya yang sekaligus menaikkan rekomendasi saham perusahaan menjadi setara beli.

Dari sisi kinerja, Intel membukukan pendapatan kuartal pertama sebesar US$13,58 miliar, melampaui ekspektasi pasar dan tumbuh 7,2% dibandingkan US$12,67 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Saham Intel Berjaya Sejak 1987, Naik hingga 24% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 729829, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260425174649-17-729829/saham-intel-berjaya-sejak-1987-naik-hingga-24’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Ferry Sandy,  CNBC Indonesia 25 April 2026 19:00 Foto: REUTERS/Mike Blake

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham Intel melonjak tajam hingga 24% pada perdagangan Jumat (24/4/2026), mencatatkan kinerja harian terbaik sejak Oktober 1987.

Intel juga memberikan panduan kinerja kuartal kedua yang lebih optimistis.

Reli saham ini menandai pembalikan arah yang tajam setelah Intel sempat kehilangan 60% nilai pasarnya pada 2024, yang berujung pada lengsernya CEO sebelumnya, Pat Gelsinger, pada Desember tahun tersebut.

Baca: Geger Netanyahu Ternyata Idap Kanker, Dirahasiakan dari Publik

Selama beberapa tahun terakhir, Intel tertinggal dalam perlombaan AI akibat kendala produksi dan belum mendapatkan pelanggan besar untuk bisnis fabrikasi chip-nya.

Pendapatan di segmen ini melonjak 22% menjadi US$5,1 miliar dibandingkan tahun lalu, seiring meningkatnya kebutuhan akan unit pemrosesan pusat (CPU) di era AI.

Analisis mendalam tentang Saham Intel Berjaya Sejak 1987, Naik hingga 24% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *