Alarm Eropa Berbunyi, Negara Ini Kembali Hadapi ‘Badai Keuangan’

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Alarm Eropa Berbunyi, Negara Ini Kembali Hadapi ‘Badai Keuangan’ yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Menangani sejumlah besar pinjaman bermasalah ini tetap menjadi salah satu tantangan terberat,” kata ECB.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260303145029-19-715587/video-jurus-multifinance-selesaikan-masalah-kredit-macet–penagihan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715587?comscore=off”,”time”:527,”title”:”Video: Jurus Multifinance Selesaikan Masalah Kredit Macet – Penagihan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/03/jurus-multifinance-selesaikan-masalah-kredit-macet-kasus-penagihan-1772525497716_169.png”}]’); Next Article Ada Tiga Perusahaan Jumbo Mau Melantai di Bursa, Ini Bocorannya

Akibatnya, banyak utang kini ditangani oleh perusahaan pengelola pinjaman, bukan bank.

Dampaknya, rumah tangga dan pelaku usaha yang masih memiliki utang bermasalah menjadi sulit mengakses kredit baru.

Kredit kepada perusahaan non-keuangan tercatat meningkat signifikan, sementara kredit perumahan mulai pulih.

“Bank-bank Yunani kembali mampu membiayai rumah tangga dan bisnis, yang mendukung investasi.

Kondisi ini membuat bank kesulitan menyalurkan pembiayaan secara optimal, meski indikator kinerja mereka telah membaik.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sebagai catatan, sektor perbankan Yunani pernah menderita kerugian besar saat krisis 2010 dan 2015.

Pinjaman kepada perusahaan non-keuangan telah meningkat secara signifikan dan pinjaman hipotek pulih,” kata para ekonom ECB.

Empat bank terbesar Yunani yakni National Bank, Eurobank, Piraeus, dan Alpha Bank bahkan mencatat laba bersih gabungan hampir 5 miliar euro pada 2025.

Saat itu, kredit macet (NPL) mencapai hampir 50% dari total portofolio pinjaman mereka, simpanan mereka berkurang setengahnya, dan mereka menderita kerugian miliaran dolar dari ‘pemotongan nilai’ pada obligasi yang mereka pegang.

Baca: Yen-Yuan Jatuh: Rupiah Ambruk di Luar Negeri, Dolar Tembus Rp 17.000

Seiring membaiknya kondisi ekonomi, perbankan Yunani mulai bangkit.

REUTERS / Michalis Karagiannis

Jakarta, CNBC Indonesia – Yunani kembali menghadapi tantangan serius di sektor keuangan meski sempat pulih dari krisis besar satu dekade lalu.

ECB pun telah mengizinkan bank kembali membagikan dividen setelah 16 tahun.

Baca: Kebakaran Dahsyat, Kapal Induk Perang Tercanggih AS Tumbang Seketika

Namun, di balik pemulihan ini, masalah struktural masih membayangi.

ECB menegaskan, penyelesaian utang bermasalah ini masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi negara tersebut ke depan.

“Aset yang terlibat setara melalui sekitar sepertiga dari PDB Yunani.

Faktor penyebabnya adalah beban utang swasta yang belum terselesaikan.

Dalam blog terbaru ECB mengutip Reuters pada Senin (23/3/2026) disebutkan, sebagian besar utang bermasalah kini berada di luar sistem perbankan. yang mengakibatkan Ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan, kemampuan bank-bank Yunani untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masih terbatas

Likuiditas meningkat, profitabilitas membaik, dan modal bank menjadi lebih kuat.

Rasio kredit bermasalah mereka juga turun drastis menjadi di bawah 4%, mendekati rata-rata perbankan Eropa.

Pemerintah Yunani juga telah merampungkan privatisasi keempat bank tersebut pada 2024, setelah sebelumnya menyuntikkan dana talangan hingga 50 miliar euro saat krisis.

Yunani sebelumnya memindahkan sekitar 57 miliar euro kredit bermasalah ke pasar sekunder melalui skema perlindungan aset.

ECB menilai kondisi ini membatasi kemampuan perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Nilai aset bermasalah tersebut bahkan setara melalui sekitar sepertiga produk domestik bruto (PDB) Yunani.

Alarm Eropa Berbunyi, Negara Ini Kembali Hadapi ‘Badai Keuangan’ Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 720863, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260323100204-17-720863/alarm-eropa-berbunyi-negara-ini-kembali-hadapi-badai-keuangan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Fergi Nadira,  CNBC Indonesia 23 March 2026 11:15 Foto: FOTO FILE: Orang-orang berjalan melewati National Bank of Greece di Athena pusat, Yunani, 19 Februari 2017.

Analisis mendalam tentang Alarm Eropa Berbunyi, Negara Ini Kembali Hadapi ‘Badai Keuangan’ akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *