Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Perang Making Ngeri, Wall Street Kebakaran-Minyak Tembus US$110/Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Perang Making Ngeri, Wall Street Kebakaran-Minyak Tembus US$110/Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 720194, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260319070341-17-720194/perang-making-ngeri-wall-street-kebakaran-minyak-tembus-us-110-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef, CNBC Indonesia 19 March 2026 08:10 Foto: Wall Street (CNBC INDONESIA)
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (19/3/2026) sore waktu setempat.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Suku bunga tinggi, data inflasi buruk, dan The Fed belum siap melonggarkan kebijakan,” ujarnya.
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak
Kenaikan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.
Harga minyak Brent sempat melonjak lebih dari 6% mendekati US$110 per barel sebelum akhirnya ditutup naik sekitar 3,8% di level US$107,38 per barel.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Kenaikan harga energi ini semakin membebani pasar setelah Ketua Jerome Powell dari Federal Reserve (The Fed) menyampaikan bahwa inflasi berpotensi meningkat dalam jangka pendek.
Serangan balasan juga dilaporkan menyasar fasilitas energi di Qatar, termasuk kompleks Ras Laffan, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Padahal sebelumnya, harga minyak sempat melemah setelah Irak mengumumkan kembali ekspor terbatas melalui pelabuhan Ceyhan di Turki-jalur alternatif yang tidak melewati Selat Hormuz.
Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda.
Menurut analis Interactive Brokers, Steve Sosnick, kombinasi berbagai faktor negatif membuat pasar kehilangan katalis positif.
(sef/sef) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260317114611-19-719743/video-sekutu-amerika-tolak-seruan-trump–ihsg-menguat-lebih-dari-1″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/719743?comscore=off”,”time”:359,”title”:”Video: Sekutu Amerika Tolak Seruan Trump – IHSG Menguat Lebih Dari 1%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/17/sekutu-amerika-tolak-seruan-trump-ihsg-menguat-lebih-dari-1-1773722969530_169.png”}]’); Next Article Video: IHSG Ditutup Melemah 1,04% Hingga Harga Minyak Dunia Menguat
Hal ini terjadi usai tertekan lonjakan harga minyak global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta sinyal inflasi yang lebih tinggi dari bank sentral AS.
Indeks utama Wall Street kompak berakhir di zona merah.
The Fed Tahan Suku Bunga, Cuma Pangkas Sekali di Tengah Perang?
Indeks S&P 500 turun 1,4%, Dow Jones melemah 1,6%, dan Nasdaq terkoreksi 1,5%.
Baca: Iran Ngamuk Balas Kematian Bos Intelijen, Minyak-Gas Arab Dibombardir
Sentimen negatif dipicu oleh lonjakan tajam harga minyak dunia setelah serangan terhadap fasilitas gas utama Iran.
Ia menegaskan bahwa bank sentral akan mengambil pendekatan “wait and see” sambil mempertahankan suku bunga tetap.
“Kami masih berada di tahap awal, dan belum jelas seberapa besar dampaknya serta berapa lama akan berlangsung,” ujar Powell.
Baca: 12 Update Perang Iran: NATO-Selat Hormuz, Rudal Balistik Serang Saudi
Inflasi & Suku Bunga Tekan Sentimen
Selain faktor energi, pasar juga tertekan data inflasi grosir AS (PPI) Februari yang naik lebih tinggi dari ekspektasi.
Di sisi lain, saat ini terganggu akibat konflik dan serangan terhadap kapal-kapal.
Baca: Tok! sedangkan Selat strategis tersebut biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia,
Iran mengancam akan menyerang fasilitas energi di kawasan Teluk setelah menuding Israel berada di balik serangan terhadap ladang gas South Pars.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memperingatkan bahwa situasi ini bisa berdampak luas secara global.
Analisis mendalam tentang Perang Making Ngeri, Wall Street Kebakaran-Minyak Tembus US$110/Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
