Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Krisis Migas Bikin Banyak Negara Kembali Lirik Batu Bara yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Krisis Migas Bikin Banyak Negara Kembali Lirik Batu Bara Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 720074, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260318114515-17-720074/krisis-migas-bikin-banyak-negara-kembali-lirik-batu-bara’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 18 March 2026 15:15 Foto: Batu bara kokas.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Persaingan ketat ini mendorong harga ke level rekor.
Kondisi ini memperlebar jurang ekonomi antara negara kaya yang mampu membeli kargo mahal dan negara berkembang yang terancam pemadaman listrik.
Negara-negara berkembang seperti Pakistan dan Bangladesh kini berada di posisi sulit, kalah bersaing harga melalui negara kaya, yang memicu risiko pemadaman listrik bergilir.
Demi menjaga ketahanan energi, tren transisi energi di Asia tampak putar balik dan kembali melirik batu bara.
Di Thailand, pemerintah telah memerintahkan pembangkit listrik tenaga batu bara beroperasi dengan kapasitas penuh dan mengucurkan dana subsidi besar-besaran untuk meredam lonjakan harga.
Washington menawarkan LNG sebagai alternatif stabil, termasuk proyek masif di Alaska, untuk menggantikan ketergantungan Asia pada Rusia dan Qatar.
Kejadian ini merupakan krisis besar kedua dalam lima tahun terakhir setelah invasi Rusia ke Ukraina, yang membuat para importir mulai meragukan keandalan ketergantungan pada gas laut.
Di tengah kekacauan pasokan Timur Tengah, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Trump mulai bergerak agresif melalui agenda “Dominasi Energi”.
Untuk menghindari kelangkaan massal, perusahaan utilitas di seluruh kawasan terpaksa berebut sisa kargo di pasar spot melalui harga yang menyentuh rekor tertinggi.
Akibatnya, seperlima pasokan gas alam cair (LNG) global lenyap dari pasar dalam sekejap.
Kondisi ini menjadi ancaman eksistensial bagi raksasa ekonomi Asia seperti Jepang, Singapura, hingga Taiwan yang menggantungkan sepertiga kelistrikan mereka pada gas.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Harga Batu Bara Ambruk Lagi, Gara-Gara China
Mengutip laporan The New York Times, putusnya pasokan Qatar memaksa perusahaan utilitas di Asia menyerbu pasar spot.
Pertamina)
Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis energi hebat kembali membayangi kawasan Asia.
Langkah serupa diambil oleh Taiwan dan Korea Selatan yang mulai menghidupkan kembali pembangkit batu bara lama serta meningkatkan output energi nuklir guna mengompensasi volatilitas pasokan gas dan minyak.
Ketidakpastian ini merusak reputasi LNG yang selama ini digadang-gadang sebagai “bahan bakar transisi” yang bersih dan stabil.
Analis dari Eurasia Group, Henning Gloystein, menilai bahwa Asia kini berada dalam persaingan harga penuh, di mana setiap negara yang memiliki opsi beralih ke batu bara akan segera melakukannya.
Namun, beberapa negara seperti Pakistan mulai memilih jalan berbeda melalui mempercepat transisi ke energi surya secara masif demi melindungi diri dari ketidakstabilan pasar global yang kian tak menentu.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260311080619-19-717882/video-insentif-disetop-produsen-motor-listrik-perang-keunggulan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/717882?comscore=off”,”time”:501,”title”:”Video: Insentif Disetop, Produsen Motor Listrik "Perang" Keunggulan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/11/jual-motor-listrik-saat-insentif-disetop-produsen-perang-keunggulan-1773192329656_169.png”}]’); Next Article Genjot Produksi, Segini Target Pendapatan CGAS Hingga 2027
Perang di Timur Tengah yang kini memasuki minggu ketiga telah melumpuhkan Selat Hormuz, jalur nadi energi dunia, dan menghentikan total produksi LNG Qatar.
Analisis mendalam tentang Krisis Migas Bikin Banyak Negara Kembali Lirik Batu Bara akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
