Pejabat RI Bagi-bagi Uang Rp 30 Miliar agar Rakyat Tidak Menderita

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pejabat RI Bagi-bagi Uang Rp 30 Miliar agar Rakyat Tidak Menderita yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

CNBC Insight Pejabat RI Bagi-bagi Uang Rp 30 Miliar agar Rakyat Tidak Menderita Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 720245, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260319114811-17-720245/pejabat-ri-bagi-bagi-uang-rp-30-miliar-agar-rakyat-tidak-menderita’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 19 March 2026 15:30 Foto: Sultan Hamengkubuwana IX.

Bisa saja dia pergi ke restoran dan jajan di sana, tapi dia ogah dan memilih minum es di pinggir jalan.

Selain itu, Sri Sultan juga pernah menjadi supir truk pengangkut beras.

Sementara perempuan itu masih tak menerima penolakan dan memandang supir tersebut sombong tak butuh uang.

Dengan mulut terus-terusan menggerutu, ada orang yang akhirnya memberitahu penjual beras bahwa sebenarnya supir truk yang dimarahi habis-habisan adalah Sultan Hamengkubuwana IX.

Saat mendengar ini, penjual beras itu kaget dan pingsan hingga dibawa ke rumah sakit.

Cerita ini bermula ketika Sri Sultan mengendarai truk Land Rover miliknya dari pedesaan ke pusat kota.

Di tengah jalan, dia dihentikan oleh seorang perempuan penjual beras.

Seketika, Sultan langsung memacu kendaraannya ke rumah sakit dan menjenguk penjual beras tersebut.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260304113935-19-715871/video-jaga-kepercayaan-investor-kek-butuh-jaminan-regulasi-keamanan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715871?comscore=off”,”time”:482,”title”:”Video: Jaga Kepercayaan Investor, KEK Butuh Jaminan Regulasi-Keamanan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/04/jaga-kepercayaan-investor-kek-butuh-kepastian-aturan-jaminan-keamanan-1772600002662_169.png”}]’); Next Article Orang Terkaya RI Sebar Duit Rp30 Miliar agar Rakyat Tak Menderita

Sosok raja yang juga dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia saat itu bersedia mengorbankan kekayaan pribadinya untuk membantu masyarakat Yogyakarta yang dilanda kemiskinan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Meski jumlah total hartanya tidak terdokumentasi secara pasti, sejarah mencatat dirinya sebagai figur yang dermawan dan kerap menyalurkan kekayaannya demi kepentingan rakyat.

Nilai tersebut diperkirakan setara melalui sekitar Rp20-30 miliar saat ini.

Meski banyak uang dan hidup penuh kehormatan, Sri Sultan tak terlena.

Namun, Sri Sultan melalui sopan menolak pemberian dan mengembalikan uang tersebut.

Penjual beras malah bersikap reaksioner.

Banyak orang merekam kebiasaannya hidup tak memamerkan harta.

Dalam buku Tahta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengkubuwono IX (1982), ia tercatat pernah beli es gerobakan di pinggir jalan depan Stasiun Klender, Jakarta, pada 1946.

Kala itu, cuaca sangat panas dan Sultan butuh minuman segar.

ekon.go.id)

 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Kekayaan Sri Sultan sendiri banyak berasal dari warisan serta sistem feodal yang berlaku di wilayah kerajaan tersebut.

Pada masa awal kemerdekaan, ia tercatat menyumbangkan 6,5 juta gulden kepada pemerintah serta 5 juta gulden bagi masyarakat yang terdampak kesulitan ekonomi.

Kejadian tersebut lantas terdengar ke telinga Sri Sultan.

 

Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah tekanan ekonomi akibat Agresi Militer Belanda pada 1947, Sultan Hamengkubuwono IX mengambil langkah yang tidak lazim.

Faktor penyebabnya adalah nominalnya terlalu sedikit.

Sri Sultan segera pergi meninggalkan penjual beras. yang mengakibatkan Dia marah dan merasa tersinggung sebab mengira supir truk tak mau menerima uang

Sri Sultan lantas langsung manut dan mengangkat dua karung besar ke truk.

Dalam otobiografi Pranoto Reksosamodra berjudul Catatan Jenderal Pranoto Reksosamodra (2015) diceritakan, selama perjalanan penjual beras dan Sri Sultan asyik mengobrol tanpa tahu obrolan berlangsung bersama penguasa nomor satu.

Saat tiba di pasar, Sri Sultan juga bertugas layaknya supir pada umumnya, yakni menurunkan karung tersebut.

Bahkan, langsung meminta sopir membantunya mengangkut beras ke dalam truk.

Pilihan Redaksi

  • Begini Modus Operasi Senyap Mossad di Perang Iran, Menyusup dari Sini
  • Menhan Israel Mundur, Ketahuan Biang Kerok Konflik AS-Negara Arab

Semua terjadi begitu saja tanpa tahu orang yang ditumpanginya adalah Raja Jawa.

Analisis mendalam tentang Pejabat RI Bagi-bagi Uang Rp 30 Miliar agar Rakyat Tidak Menderita akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *