Ubah Haluan ke Bisnis Hijau, TOBA Bukukan Rugi Akuntansi di 2025

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ubah Haluan ke Bisnis Hijau, TOBA Bukukan Rugi Akuntansi di 2025 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah kedua sektor tersebut memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.

Di sisi lain, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga mulai menunjukkan perkembangan. yang mengakibatkan Pasar juga menantikan kontribusi lebih besar dari segmen kendaraan listrik dan energi terbarukan

Dan ini matriks operasionalnya juga cukup sehat, semuanya di atas 80% utilisasinya,” jelas Nafi dalam acara Diskusi Media, di Kantor TBS Energi Utama, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Limbah yang dikelola pun beragam, mulai dari limbah domestik, komersial, medis, B3, hingga fasilitas pemulihan material (sorting).

“Bisnis waste management saat ini berada di jalur yang tepat untuk menjadi motor pertumbuhan baru bagi TOBA.

TBS Energi Utama)

Jakarta, CNBCΒ Indonesia –Β PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan rugi bersih sebesar US$162 juta pada tahun buku 2025.

.

Seiring transformasi tersebut, komposisi bisnis TBS semakin bergeser ke sektor berkelanjutan.

Melalui akuisisi yang rampung pada 2023 dan awal 2025 TOBA telah berevolusi menjadi raksasa pengolahan limbah terintegrasi.

Baca: TOBA Kebut Proyek PLTS di Batam dan Sulap 1 Juta Ton Sampah Jadi Cuan

“Jadi 1 juta, kurang lebih sekitar 1 juta ton sampah yang kita kelola, baik di Singapura dan juga di Indonesia.

Dampak dari hal tersebut adalah tercatat sebagai rugi non-kas dalam laporan laba rugi.
Analis Ajaib Sekuritas Rizal Rafly menilai bahwa kerugian tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental perusahaan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Mau Ekspansi, TBS Energi Utama (TOBA) Rights Issue 1,39 Miliar Saham

“Kerugian ini pada dasarnya merupakan dampak pencatatan akuntansi dari divestasi aset. akibat Berdasarkan ketentuan standar akuntansi untuk proyek Independent Power Producer (IPP) dengan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT), nilai aset pembangkit yang tercatat sebelumnya juga mencakup komponen pendapatan masa depan yang belum direalisasikan.

Ketika aset tersebut dilepas, bagian pendapatan yang belum jatuh tempo harus dihapus dari pembukuan

Meski demikian, secara operasional Perseroan tetap mencatatkan adjusted EBITDA positif sebesar US$47,2 juta melalui posisi saldo kas sebesar US$102,3 juta – meningkat 15% dari tahun 2024.

Segmen pengelolaan limbah tercatat menghasilkan pendapatan sebesar US$155,4 juta atau sekitar 41% dari total pendapatan konsolidasian Perseroan.

Dari sisi operasional, bisnis pengelolaan limbah Perseroan di Singapura dan Indonesia mengelola sekitar 970.000 ton limbah per tahun dan melayani lebih dari 470 ribu pelanggan serta ribuan perusahaan.

Melalui anak usaha CORA Environment, TBS mengembangkan ekosistem pengelolaan limbah regional.

Proyek tersebut ditargetkan mulai menyumbang aliran listrik pada kuartal keempat atau akhir tahun 2026.

Terbaru, pada sektor pengelolaan limbah yang kini menjadi penyumbang pendapatan terbesar setelah batu bara.

“Rugi akuntansi seperti ini biasanya akan tercatat hingga akhir tahun buku.

Tidak ada arus kas keluar dari transaksi tersebut, justru divestasi ini memperkuat posisi kas dan mempercepat transisi bisnis TBS ke portofolio energi hijau,” ujarnya.

Selain faktor akuntansi dari divestasi PLTU, penurunan harga batu bara global sepanjang 2025 juga memberikan tekanan terhadap kinerja segmen pertambangan.

Adapun proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung di Batam melalui kapasitas 46 MWp saat ini masih dalam tahap konstruksi dengan target beroperasi pada akhir tahun 2026.

Pencatatan rugi non-kas tersebut merupakan konsekuensi dari proses restrukturisasi portofolio.

Ubah Haluan ke Bisnis Hijau, TOBA Bukukan Rugi Akuntansi di 2025 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 718286, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260312082419-17-718286/ubah-haluan-ke-bisnis-hijau-toba-bukukan-rugi-akuntansi-di-2025’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); ayh,  CNBC Indonesia 12 March 2026 10:20 Foto: TBS Energi Utama.

Pada saat yang sama, Perseroan memperkuat pengembangan tiga pilar bisnis masa depan yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, serta kendaraan listrik.

SVP Corporate Strategy & Business Development TOBA Nafi Sentausa mengatakan perusahaan saat ini mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Sumberjaya di Lampung berkapasitas 6 megawatt (MW) yang telah beroperasi secara komersial sejak Januari 2025.

Tidak berhenti di situ, TOBA tengah mengebut konstruksi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung atau floating solar di Batam melalui kapasitas mencapai 46 megawatt peak (MWp).

Electrum tercatat telah mengoperasikan lebih dari 7500 unit motor listrik di jalan serta mengembangkan sekitar 364 stasiun penukaran baterai.

Sementara itu pada sektor energi terbarukan, proyek pembangkit mini hidro di Lampung melalui kapasitas 6 MW telah mulai beroperasi sejak 2025.

Asia Medical Enviro Services (AMES) tercatat memproses sekitar 4.600 limbah medis, sementara ARAH Environmental mengelola lebih dari 11 ribu limbah medis dan domestik di Indonesia.

Sepanjang 2025, TBS melakukan penataan portofolio melalui langkah strategic repositioning melalui mengurangi eksposur terhadap bisnis batu bara dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Namun demikian, kerugian tersebut dinilai lebih merupakan dampak pencatatan akuntansi yang muncul dalam proses transformasi bisnis Perseroan menuju portofolio energi yang lebih berkelanjutan.

Dampak terbesar terhadap pencatatan rugi bersih berasal dari divestasi dua aset PLTU, yaitu PT Minahasa Cahaya Lestari dan PT Gorontalo Listrik Perdana.

Setelah dampak non-kas tersebut selesai, perusahaan berpotensi kembali mencatatkan laba seiring meningkatnya kontribusi dari bisnis waste management serta sektor hijau lainnya,” katanya.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260128160056-19-706096/video-jurus-emiten-energi-tambah-bisnis-ebt-percepat-dekarbonisasi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/706096?comscore=off”,”time”:476,”title”:”Video: Jurus Emiten Energi Tambah Bisnis EBT & Percepat Dekarbonisasi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/28/transformasi-emiten-energi-tambah-bisnis-ebt-percepat-dekarbonisasi-1769593196147_169.png”}]’); Next Article Bos Danantara Buka Suara Soal TOBA di Proyek WTE, Sahamnya Rebound

Analisis mendalam tentang Ubah Haluan ke Bisnis Hijau, TOBA Bukukan Rugi Akuntansi di 2025 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *