Warning, Harga Minyak Kembali Tembus US$100 per Barel

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Warning, Harga Minyak Kembali Tembus US$100 per Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Lonjakan ini menandai kembalinya minyak ke level tiga digit setelah sempat mereda beberapa hari sebelumnya.

Jika melihat pergerakan sejak akhir Februari, reli minyak berlangsung sangat cepat.

Pernyataan ini muncul setelah negara tersebut meningkatkan serangan terhadap kapal dagang dan fasilitas energi regional, yang menurut mereka merupakan respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran.

Untuk meredam gejolak pasar, International Energy Agency (IEA) memutuskan langkah darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Faktor penyebabnya adalah kekhawatiran inflasi energi kembali meningkat. yang mengakibatkan Bursa saham Asia melemah, sementara imbal hasil obligasi global naik

Situasi semakin rumit setelah muncul laporan bahwa Iran menempatkan ranjau laut di perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia melalui pasar global.

Di tengah eskalasi tersebut, pejabat militer Iran bahkan memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi harga minyak hingga US$200 per barel.

Dua kapal tanker dilaporkan terbakar di perairan Irak setelah dihantam kapal bermuatan bahan peledak yang diduga dikendalikan Iran.

Warning, Harga Minyak Kembali Tembus US$100 per Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 718319, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260312095245-17-718319/warning-harga-minyak-kembali-tembus-us-100-per-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 12 March 2026 11:55 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBCย Indonesia – Harga minyak dunia kembali menanjak tajam pada perdagangan Kamis pagi.

Jika jalur ini benar-benar tersumbat, sejarah menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak dapat bergerak jauh lebih cepat daripada upaya stabilisasi pasar yang dilakukan negara-negara konsumen energi.

CNBCย Indonesiaย 

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260309124522-19-717279/video-produksi-minyak-teluk-turun-qatar-ramal-harga-capai-usd-150″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/717279?comscore=off”,”time”:71,”title”:”Video: Produksi Minyak Teluk Turun, Qatar Ramal Harga Capai USD 150″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/09/produksi-minyak-teluk-turun-qatar-ramal-harga-capai-usd-150-1773036987050_169.png”}]’); Next Article Pasokan Berpotensi Surplus, Harga Minyak Dunia Loyo

Pada 9 Maret, Brent mencapai US$98,96 dan WTI US$94,77, kemudian merosot dua hari berikutnya hingga Brent berada di US$87,8 pada 10 Maret.

Melansir dari Reuters, hingga kini belum ada kepastian bahwa kapal dapat berlayar melalui aman melalui jalur tersebut.

Lonjakan harga minyak juga memaksa investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.

Dengan Selat Hormuz yang masih berada dalam bayang-bayang konflik dan serangan terhadap kapal tanker yang terus terjadi, pasar energi kini memasuki fase paling sensitifnya dalam beberapa dekade terakhir.

Namun situasi kembali memanas ketika konflik militer di kawasan Teluk memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan minyak dunia.

Baca: RI Bakal Alihkan Impor Minyak ke AS, Tapi Pengiriman Jadi Lebih Lama

Melansir dari Reuters, Iran meningkatkan serangan terhadap kapal dan fasilitas energi di kawasan Timur Tengah.

Jepang juga menyatakan akan segera melepas sekitar 80 juta barel dari cadangan nasional dan swasta guna membantu menenangkan pasar energi global.

Namun pasar tampaknya belum sepenuhnya yakin langkah ini cukup untuk menahan lonjakan harga.

Pada 27 Februari 2026, Brent masih berada di US$72,48 dan WTI US$67,02.

Melansir dari Reuters, organisasi tersebut menyepakati pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global, intervensi terbesar sejak lembaga itu dibentuk pada krisis energi 1970-an.

Amerika Serikat akan menjadi kontributor terbesar melalui melepas 172 juta barel dari Strategic Petroleum Reserve mulai pekan depan.

Dalam waktu kurang dari dua pekan, harga melonjak lebih dari 38%, didorong oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang langsung mengguncang jalur pasokan energi global.

//

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Harga sempat melonjak pada awal pekan ini, sebelum turun sementara.

Selain itu, minyak dari cadangan strategis membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sebelum benar-benar mencapai pasar.

Di tengah ketidakpastian ini, pasar keuangan global mulai merasakan dampaknya.

Melansir dari Reuters, para analis menilai pelepasan 400 juta barel tersebut hanya mampu menutup sekitar 20 hari gangguan pasokan yang berasal dari jalur Selat Hormuz.

Serangan tersebut memicu kebakaran besar di laut dekat Basra dan menghentikan operasi sejumlah pelabuhan minyak.

Ketegangan ini juga merambat ke Selat Hormuz, jalur vital energi global yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.45 WIB, harga Brent tercatat di US$100,72 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$95,37 per barel.

Analisis mendalam tentang Warning, Harga Minyak Kembali Tembus US$100 per Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *