Breaking News! IHSG Naik 1%, Saham BUMI Diserbu

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking News! IHSG Naik 1%, Saham BUMI Diserbu yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Per pukul 09.30 WIB, IHSG naik 83,89 poin ke level 8.115,76. 

Sebanyak 479 saham naik, 142 turun, dan 337 tidak bergerak.

Indonesia terancam turun kelas dari kategori Emerging Markets dan turun kasta ke Frontier Markets jika standar pasar dinilai tidak lagi memenuhi kriteria global.

Risiko downgrade ini menjadi alarm bahaya, mengingat status Emerging Market adalah kunci masuknya foreign flow dalam jumlah triliunan Rupiah ke pasar saham tanah air, terutama kebutuhan Indonesia yang masih sangat bergantung terhadap aliran dana pasif dari index global seperti MSCI.

Merespons ancaman tersebut, pemerintah mengambil langkah tegas melalui melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran regulator.

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan likuiditas pasar secara riil agar sesuai melalui standar tinggi yang ditetapkan MSCI.

Tak hanya soal likuiditas, transparansi pasar juga dibuka lebar-lebar.

Perubahan struktur terjadi mulai dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca: Bursa Asia Menguat Pagi Ini, Nikkei Cetak Rekor

Langkah ini diambil untuk memastikan adanya penyegaran visi dan eksekusi kebijakan yang lebih agresif dan dinamis demi mempertahankan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Sebagai tindak lanjut, regulator langsung melakukan eksekusi secara signifikan melalui menerbitkan aturan baru yang lebih ketat.

Salah satu kebijakan strategis yang diberlakukan adalah kenaikan free float menjadi 15%, naik dua kali lipat dari aturan sebelumnya yang hanya 7,5%.

Mulai dari kelanjutan perkembangan MSCI terhadap pasar saham dalam negeri hingga kebijakan bank sentral secara global.

Isu yang paling menyita perhatian pelaku pasar modal saat ini adalah peringatan keras dari MSCI terkait posisi Indonesia.

Dampak dari hal tersebut adalah menurunkan biaya dana (cost of fund) bagi dunia usaha.

Biaya pinjaman yang lebih murah diharapkan dapat mengakselerasi ekspansi bisnis dan penyaluran kredit, yang pada akhirnya akan memacu pertumbuhan sektor riil secara lebih cepat pada tahun ini guna percepatan mesin ekonomi ke pertumbuhan PDB 8%.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260130115157-19-706670/video-ihsg-ambruk-pemerintah-pastikan-fundamental-ekonomi-kuat”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/706670?comscore=off”,”time”:76,”title”:”Video: IHSG Ambruk, Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Kuat”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/30/ihsg-ambruk-pemerintah-pastikan-fundamental-ekonomi-kuat-1769749715444_169.png”}]’); Next Article Mengenal MSCI, Lembaga Asing yang Bikin Pasar Saham RI Ketar Ketir akibat Setelah mempertahankan tren suku bunga tinggi sepanjang tahun 2024 untuk memerangi inflasi di AS, Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed) kini kompak memangkas suku bunga acuan mereka di tahun 2026 mendatang.

Data pasar per Januari 2026 mencatat Fed Funds Rate telah turun ke level 3,75%, sementara BI Rate menyesuaikan diri untuk tetap di level 4,75% akibat pelemahan Rupiah yang terjadi di pasar valas.

Selisih suku bunga yang terjaga sebesar 1,00% atau 100 basis poin ini dinilai masih cukup menarik dan kompetitif untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik bagi investor asing, sekaligus memelihara stabilitas nilai tukar Rupiah.

Lebih dari itu, penurunan suku bunga acuan ini diharapkan dapat segera tertransmisikan ke perbankan,

Kapitalisasi pasar pun terkerek naik menjadi Rp 14.692 triliun. 

Berdasarkan data pasar, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan pagi ini, mencapai Rp 1,5 triliun.

Nilai transaksi mencapai Rp 4,54 triliun, melibatkan 10,29 miliar saham dalam 550.000 kali transaksi.

Saham BUMI tercatat naik 6,67% ke level 256. 

Adapun pelaku pasar hari ini akan mencermati sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.

Regulator kini mewajibkan pembukaan data kepemilikan saham hingga porsi 1%, jauh lebih transparan dibandingkan aturan lama yang hanya mewajibkan pelaporan untuk kepemilikan 5% ke atas.

Tindakan ini membawa misi ganda yaitu memenuhi standar transparansi global sekaligus melindungi investor ritel dari praktik manipulasi pasar atau “saham gorengan” yang kerap bersembunyi di balik kepemilikan semu.

Arah kebijakan bank sentral global maupun domestik mulai memasuki fase pelonggaran.

IHSG Naik 1%, Saham BUMI Diserbu Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 709720, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260210093208-17-709720/breaking-news-ihsg-naik-1-saham-bumi-diserbu’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 10 February 2026 09:37 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1% pada perdagangan pagi ini, Selasa (10/2/2026).

Analisis mendalam tentang Breaking News! IHSG Naik 1%, Saham BUMI Diserbu akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Breaking News! IHSG Naik 1%, Saham BUMI Diserbu”.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *