[10 Februari 2026] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Halo Forex Traders! Dolar AS (USD) tampak kehilangan pijakannya dan jatuh tajam pada perdagangan hari Selasa. Indeks Dolar merosot mendekati level terendah dalam sepekan, tepat saat pasar bersiap menghadapi rangkaian data ekonomi AS yang krusial.

Di sisi lain, Yen Jepang (JPY) justru sedang “ngegas” dan mempertahankan penguatannya. Ada apa gerangan?

🇨🇳 Tekanan dari China: Diversifikasi Aset?

Salah satu pemicu utama pelemahan Dolar AS adalah laporan media mengenai manuver China. Kabar beredar bahwa China mendorong bank-bank domestiknya untuk mendiversifikasi kepemilikan dari obligasi pemerintah AS. Hal ini membuat pelaku pasar makin hati-hati terhadap aset berbasis Dolar dan memicu tekanan jual.

🇯🇵 Yen Perkasa di 155,85: Efek Takaichi & “Peringatan Lisan”

Yen Jepang diperdagangkan di sekitar level 155,85 per dolar, mempertahankan kenaikan 0,8% yang terjadi semalam. Penguatan ini didorong oleh dua faktor:

  1. Politik: Kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi yang sempat memicu gejolak, kini direspons positif oleh pasar.

  2. Intervensi Verbal: Pejabat Jepang kembali mengeluarkan “peringatan lisan” bahwa mereka terus mengawasi pasar, terutama setelah Yen sempat melemah sesaat usai pemilu.

Waspada Reversal: Meski Yen sedang kuat, analis memperingatkan ini bisa jadi hanya sementara. Jika kebijakan fiskal Takaichi terbukti agresif dalam belanja pemerintah, Yen berisiko kembali tertekan. Bahkan, ada proyeksi USD/JPY bisa menuju 164 di akhir tahun jika Bank of Japan (BoJ) tidak bersikap lebih tegas (hawkish).

💷 Poundsterling & Euro: Stabil tapi Waspada

  • GBP/USD: Poundsterling cenderung stabil di kisaran $1,3682 setelah pergerakan liar sehari sebelumnya. Investor masih menimbang tekanan politik pada PM Inggris Keir Starmer dan spekulasi berlanjutnya penurunan suku bunga.

  • EUR/USD: Euro sedikit melemah ke sekitar $1,19 setelah sempat melonjak tajam pada hari Senin.

Kesimpulan: Pasar mata uang sedang sensitif terhadap isu geopolitik (China) dan kebijakan fiskal baru Jepang. Volatilitas diprediksi masih akan tinggi jelang rilis data ekonomi AS.


🔗 Profil Perusahaan

🔗 Ilustrasi Transaksi

🔗 Hubungi Kami

🔗 Legalitas Perusahaan

By ewfmnd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *