Moody’s Pangkas Rating RI, BI: Fundamental Sektor Keuangan Kuat!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Moody’s Pangkas Rating RI, BI: Fundamental Sektor Keuangan Kuat! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dia juga memastikan rilis Moody’s ini tidak akan menekan perbankan Tanah Air, termasuk dari sisi likuiditas dan penyaluran kredit.

Dalam hal ini, Moody’s mengapresiasi upaya Pemerintah untuk mendorong penerimaan antara lain melalui peningkatan efisiensi administrasi perpajakan dan kepabeanan.

Selain itu, Moody’s melihat kurangnya penjelasan dari pemerintah dan lembaga pengelola investasi baru, yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article JCR Pertahankan Rating Indonesia BBB+

Demikian pula, dari sisi stabilitas sistem keuangan (SSK), rasio permodalan mencapai 26% dan AL/DPK di level 28% pada akhir 2025.

Baca:Menko Airlangga Buka Suara soal Outlook Moody’s RI

“BI memandang penyesuaian ini tidak mencerminkan pelemahan fundamental Indonesia,” tegas Alexander dalam Editor’s Briefing di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2/2026).

Alexander pun tidak melihat penyesuaian rating Moody’s ini akan mendorong capital outflow hingga depresiasi nilai tukar dan inflasi.

Menurutnya, BI akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Adapun, revisi outlook dipengaruhi oleh pandangan Moody’s akan risiko dari penurunan kepastian kebijakan, yang apabila berlanjut dapat berimplikasi terhadap kinerja perekonomian.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Alexander Lubis menuturkan penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.

Moody’s Pangkas Rating RI, BI: Fundamental Sektor Keuangan Kuat!

Menurutnya, fundamental RI dari sisi pertumbuhan ekonomi cukup baik.

Penetapan ini dikeluarkan setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia sukses mencetak pertumbuhan 5,39% pada kuartal IV-2025 dan mempertahankan pertumbuhan tahunan di level 5%, tepatnya 5,11%.

Moody’s menilai bahwa defisit fiskal diperkirakan tetap akan berada di bawah 3% PDB, sementara kebijakan moneter dipandang akan terus mendukung stabilitas inflasi.

(CNBC Indonesia/JHadijah Alaydrus)

Pontianak, CNBC Indonesia – Moody’s mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.

“Dari SSK fundamental kita masih sangat kuat, artinya ke depan kita masih melalui tetap ‘data dependent’ dengan data yang kita observasi itu, (BI) masih mengarah stance kita pro-growth,” tegas Alexander.

“Kita lihat sangat baik di perbankan kita dan ke depan, kita lihat dapat meningkatkan kinerja perbankan kita,” paparnya.

Dalam rilisnya, Moody’s menyoroti beberapa hal penting yakni defisit fiskal dan penerimaan negara.

Moody’s juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers.

Baca:Kata OJK soal Rating Terbaru RI dari Moody’s

Namun demikian, menurut Moody’s, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan basis penerimaan, yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui tetap menjaga stabilitas makro dan keuangan.

url notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl. }); }, 1000 ); }); haa,  CNBC Indonesia 06 February 2026 09:50 Foto: Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Alexander Lubis.

Analisis mendalam tentang Moody’s Pangkas Rating RI, BI: Fundamental Sektor Keuangan Kuat! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Moody's Pangkas Rating RI, BI: Fundamental Sektor Keuangan Kuat!”.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *