Dolar AS Tertekan Menjelang Rilis Inflasi, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Meningkat
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah pada awal perdagangan Senin (11/8), kembali turun dari penguatan sebelumnya dan bertahan di kisaran 98,00 selama sesi Asia. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi krusial, termasuk inflasi konsumen AS yang dijadwalkan pada Selasa, PDB kuartal II Inggris, serta Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Kamis mendatang.
Tekanan terhadap greenback semakin besar setelah data ekonomi AS terbaru menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Klaim pengangguran awal yang naik dan hasil Nonfarm Payrolls Juli yang di bawah ekspektasi memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada September, dengan potensi pemangkasan lanjutan di Desember. Data CME FedWatch memperlihatkan peluang penurunan suku bunga bulan depan meningkat menjadi 89%, dari 80% pada pekan lalu.
Dukungan terhadap prospek pelonggaran kebijakan juga datang dari Gubernur The Fed Michelle Bowman, yang menilai tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini masih relevan. Ia menyoroti risiko terbesar saat ini berasal dari melemahnya pasar tenaga kerja, bukan inflasi tinggi, menandakan pergeseran fokus kebijakan moneter untuk menopang pertumbuhan.
Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, turut memberikan pandangan hati-hati, menyebut ekonomi AS relatif stabil namun tetap menghadapi risiko terhadap target inflasi dan ketenagakerjaan. Ia menegaskan pentingnya keakuratan data ekonomi dan memperingatkan potensi pelemahan pasar tenaga kerja di masa depan.
Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang kian kuat dan data ekonomi penting yang segera dirilis, investor cenderung mempertahankan strategi wait and see terhadap Dolar AS. Data inflasi mendatang akan menjadi faktor penentu arah pergerakan DXY, sekaligus mempengaruhi langkah The Fed dalam beberapa bulan ke depan.
No Comments