Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kebiasaan Warga RI yang Kelihatannya Keren, Ternyata Bikin Miskin! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Usaha yang dilakukan Lo dalam meneliti laporan keuangan menunjukkan tidak sembarangan dalam memilih saham untuk investasi.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Pada 1998, Lo Kheng Hong membeli saham UNTR.
Masyarakat lebih menempatkan uang di bank atau dibelikan properti, dibanding beli saham.
Lo Kheng Hong merupakan orang yang sangat teliti dan bisa menghabiskan waktu lama membaca laporan keuangan.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 738943, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260530163728-17-738943/kebiasaan-warga-ri-yang-kelihatannya-keren-ternyata-bikin-miskin’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 30 May 2026 20:45 Foto: Lo Kheng Hong (CNBC Indonesia/Houtmand P.
Dia mengungkapkan alasan utama yang membuat dirinya berinvestasi saham, khususnya di Indonesia.
“Bursa saham Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa saham utama di dunia bagi investor jangka panjang.
Faktor penyebabnya adalah kurs.
Ini merupakan momentum awal dari kesuksesan Lo Kheng Hong sebagai investor saham. yang mengakibatkan Lo menilai laba bersih tersebut minus
(UNTR) yang merupakan momen awal dirinya mengeruk keuntungan besar dari investasi saham.
Dan ini didapat dalam kurun waktu 1,5 tahun.Lo mampu meraup cuan hingga 5.900% dari saham UNTR dan 900% dari saham INKP.
Menurut Lo, satu kunci sukses sebagai investor saham adalah bisa mengontrol emosi.
(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260525093910-19-737728/video-sertifikasi-kunci-produk-superfood-ri-tembus-asean-china-as”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/737728?comscore=off”,”time”:472,”title”:”Video: Sertifikasi, Kunci Produk Superfood RI Tembus ASEAN, China & AS”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/25/kualitas-sertifikasi-kunci-produk-superfood-ri-tembus-asean-china-as-1779677571026_169.png”}]’); Next Article 6 Rahasia Menabung Orang Jepang yang Bikin Cepat Kaya
Kebiasaan Warga RI yang Kelihatannya Keren, Ternyata Bikin Miskin!
Saragih)
Jakarta, CNBC Indonesia – Sejak dini, kita diajarkan untuk menumbuhkan kebiasaan menabung.
Faktor penyebabnya adalah nilai uang kita semakin hari semakin turun,” kata Lo Kheng Hong saat menjadi pembicara di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE), dikutip Sabtu (30/5/2026).
Baca: Mana yang Lebih Cuan, Value atau Growth Investing? yang mengakibatkan Sang “Warren Buffett-nya Indonesia” itu menilai menyimpan uang di bank akan membuat investor perlahan-lahan jatuh miskin.
“Menyimpan uang di bank sebetulnya membuat kita miskin secara pelan-pelan
Saya bersyukur saya ada di dalamnya,” kata Lo Kheng Hong.
Hingga saat ini, kata Lo Kheng Hong, hampir 99% masyarakat Indonesia tidak percaya kalau investasi saham adalah pilihan terbaik.
Akan tetapi pendapatan perusahaan sekitar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun melalui laba operasional sekitar Rp 1 triliun.
Lalu menjualnya pada harga rata-rata Rp 10.000/saham.
Dari saham INKP, Lo berhasil meraup cuan besar dari Rp 35 miliar menjadi Rp 350 miliar.
Faktor penyebabnya adalah menurutnya bunga yang diberikan juga tidak besar. yang mengakibatkan
Tidak hanya itu, Lo Kheng Hong juga memilih tidak membeli obligasi atau surat utang,
Faktor penyebabnya adalah terbukti membuatnya kaya dan memiliki harta ratusan miliar.
Siapa sangka, dia pernah cuan besar dari saham PT United Tractors Tbk. yang mengakibatkan “Saya juga tidak membeli emas,” kata Lo Kheng Hong.
Lo Kheng Hong hanya tertarik membeli saham
Menabung memang tak terlepas dari perencanaan keuangan.
Kendati begitu, investor kawakan Lo Kheng Hong tidak sepandangan terhadap kebiasaan tersebut.
Cerita seperti ini diulang pada saham-saham yang lain.
Pada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Analisis mendalam tentang Kebiasaan Warga RI yang Kelihatannya Keren, Ternyata Bikin Miskin! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
