Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pembiayaan Alat Berat Cuma Tumbuh 0,12%, Ada Apa? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Porsi terbesarnya masih pembiayaan investasi, yaitu Rp83,55 triliun atau 53,09%.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Laba Multifinance Justru Naik
Di tengah lesunya pembiayaan produktif, kinerja laba multifinance justru menguat.
Total pembiayaan kendaraan bermotor oleh multifinance terkontraksi 0,68% yoy menjadi Rp403,02 triliun.
OJK memperkirakan laba industri tetap tumbuh positif hingga akhir 2026.
Kendaraan bermotor masih menjadi portofolio utama, meski penyalurannya juga melemah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan alat berat per Agustus 2026 hanya tumbuh tipis 0,12% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp48,50 triliun.
Meski begitu, OJK memperkirakan pembiayaan alat berat masih akan tumbuh positif ke depan, sejalan melalui aktivitas sektor-sektor pengguna alat berat.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Rapat Karhutla, Pemerintah Sebut Keberhasilan Pemadaman 80%
“Ke depan, pembiayaan alat berat diperkirakan tetap tumbuh positif seiring dengan perkembangan aktivitas pada sektor-sektor pengguna alat berat, meskipun menghadapi tantangan antara lain dinamika perekonomian global,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam jawaban tertulis Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September 2026, dikutip Selasa (13/10/2026).
Peluang dari Proyek Energi Terbarukan
OJK melihat proyek energi terbarukan bisa menjadi sumber pertumbuhan baru bagi pembiayaan alat berat.
Per Agustus 2026, pembiayaan multifinance ke sektor produktif terkontraksi 1,81% yoy menjadi Rp241,88 triliun, atau 44,44% dari total piutang pembiayaan.
Pembiayaan investasi juga turun 4,47% yoy menjadi Rp169,12 triliun.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 775799, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261013164403-17-775799/pembiayaan-alat-berat-cuma-tumbuh-012-ada-apa’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 13 October 2026 18:50 Foto: Pengunjung mengamati alat berat dalam pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Penyaluran pembiayaan alat berat oleh perusahaan pembiayaan atau multifinance masih tertahan.
Program pemerintah seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GWp hingga Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) diperkirakan membutuhkan alat berat dalam pengerjaannya.
“Pengembangan proyek energi terbarukan dapat menjadi peluang diversifikasi pembiayaan alat berat oleh multifinance,” kata Agusman.
Lesunya pembiayaan alat berat sejalan melalui melemahnya pembiayaan multifinance di sektor produktif.
OJK menyebut belum ada pengajuan izin usaha perusahaan pembiayaan baru, tetapi OJK tengah memproses sejumlah permohonan perubahan kepemilikan, merger, dan akuisisi.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261007083510-19-773953/piutang-perusahaan-pembiayaan-tumbuh-168–yoy–per-agustus-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/773953?comscore=off”,”time”:177,”title”:”Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/07/piutang-perusahaan-pembiayaan-tumbuh-168-yoy-per-agustus-2026-1791337296615_169.png”}]’); Next Article Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini
Sementara itu, pembiayaan kendaraan listrik/hybrid melonjak 34,67% yoy menjadi Rp26,20 triliun.
Saat ini terdapat 144 perusahaan pembiayaan, terdiri atas 141 perusahaan pembiayaan konvensional dan 3 perusahaan pembiayaan syariah full fledged.
Sebaliknya, pembiayaan modal kerja tumbuh 5,40% menjadi Rp54,38 triliun, dan pembiayaan multiguna naik 4,58% yoy menjadi Rp257,38 triliun.
“Penyaluran pembiayaan ke sektor produktif terus didorong melalui tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola yang baik,” ujar Agusman.
Di segmen UMKM, pembiayaan multifinance tercatat Rp157,37 triliun.
Laba bersih industri multifinance per Agustus 2026 tumbuh 19,04% yoy menjadi Rp17,38 triliun.
Analisis mendalam tentang Pembiayaan Alat Berat Cuma Tumbuh 0,12%, Ada Apa? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
