Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Adapun monetisasi proyek ini baru akan dibahas setelah proses riset validasi cadangan, teknologi, dan belanja modal (CAPEX) disepakati bersama mitra.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260915115607-19-768000/video-strategi-bisnis-kapal-offshore-incar-proyek-migas-laut-dalam”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768000?comscore=off”,”time”:403,”title”:”Video: Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/15/ri-genjot-produksi-migas-bisnis-kapal-eksplorasi-incar-proyeks-migas-laut-dalam-1789449071332_169.png”}]’); Next Article Semester I-2026, Laba TINS Melesat ke Rp 2,71 Triliun, Ini Penyebabnya

(CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Manajemen PTΒ Timah (Persero) Tbk (TINS) menyampaikan optimisme bahwa laba bersih pada semester II-2026 berpotensi setara atau bahkan lebih tinggi dibanding semester I-2026, seiring harga logam timah yang masih kuat.

Manajemen juga menyoroti Peraturan Presiden (Perpres) 79/2026 sebagai pemicu perbaikan tata kelola pertambangan timah dari hulu ke hilir, yang diharapkan membuka ruang pertumbuhan produksi bijih, khususnya di area operasi Belitung.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Tak Bisa Disangkal!

Faktor penyebabnya adalah kenaikan harga jual timah jauh lebih tinggi dibanding kenaikan biaya.

Untuk CAPEX 2026, TIMAH menargetkan total belanja modal sebesar Rp 446 miliar, dengan 90% dialokasikan untuk kebutuhan operasi produksi dan eksplorasi, sementara 10% sisanya merupakan investasi non-rutin, salah satunya transformasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dari ERP ECC 6 ke SAP ERP for S/4HANA.

Manajemen memaparkan bahwa konsumsi timah global hingga Juli 2026 tercatat sebesar 179 ribu ton, sementara produksi global pada semester I-2026 baru mencapai 173 ribu ton yang mencerminkan gap sekitar 3% antara konsumsi dan produksi. yang mengakibatkan Meski demikian, manajemen menegaskan margin tetap terjaga

Saat ini terdapat sekitar tiga calon mitra dalam proses penjajakan, melalui pemetaan cadangan yang melibatkan kerja sama bersama PERMINAS dan Badan Investasi Mineral mandat pemerintah.

Manajemen memproyeksikan harga timah akan bertahan di kisaran US$ 47.000-55.000 per ton hingga 2026 dan tahun-tahun berikutnya, seiring belum adanya ekspansi kapasitas signifikan dari para produsen logam timah dunia.

Sementara itu, konsumsi domestik disebut belum tumbuh signifikan dan masih berkisar 4.000-5.000 ton per tahun.

Manajemen menekankan pentingnya dorongan industrialisasi mineral timah di dalam negeri, tidak hanya hilirisasi, guna mendukung pembangunan industri seperti semikonduktor, laptop, PC, dan ponsel.

Terkait proyek logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE), manajemen menyatakan Perseroan masih dalam tahap riset dan pengembangan, melalui strategi mencari mitra teknologi untuk pengelolaan cadangan tanah jarang di wilayah IUP Perseroan, termasuk di Bangka Belitung.

Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 767997, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260915115114-17-767997/timah-buka-bukaan-proyeksi-laba-hingga-update-proyek-ltj’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 15 September 2026 13:50 Foto: Proses pengolahan timah di PT Timah.

RI Penggerak Harga Komoditas Global

Dari sisi biaya produksi, cash cost Perseroan hingga semester I-2026 tercatat sebesar US$ 22.435 per metrik ton.

TIMAH menargetkan sudah ada mitra pengelola tanah jarang yang mengerucut pada 2026.

Manajemen memproyeksikan cash cost pada akhir 2026 akan naik menjadi kisaran US$ 23.000-24.000 per metrik ton, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang turut mendorong kenaikan biaya bahan baku dan suku cadang.

Analisis mendalam tentang Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *